pesanan-majalah-edisi-khusus
32 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 16 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Oleh Dr Ahmad Farid Saifuddin, Dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
16 August 2026
in Dirasah
0
Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Foto: YouTube

Saat ini, media sosial telah menjadi fasilitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan kaum terpelajar. Tingkat interaksi masyarakat Indonesia terhadap platform digital ini pun sangat tinggi. Berdasarkan majalah yang dipublikasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) edisi September 2025, jumlah pengguna media sosial di Indonesia telah mencapai 139 juta orang dengan persentase sebesar 49,9%. Data tersebut menunjukkan tingginya tingkat konsumsi informasi digital di Tanah Air. Selaras dengan hal itu, Helmi Fajar dari Biro Humas Kemkomdigi menyatakan bahwa media sosial kini menjadi kontributor terbesar dalam proses interaksi sosial masyarakat.

Meningkatnya penggunaan media sosial, sayangnya menjadi pintu masuk bagi suburnya penyebaran hoaks di masyarakat. Data harian dari Komdigi menunjukkan bahwa hoaks kini hadir sekerap berita kriminal, menjadi konsumsi harian yang merusak. Hal yang lebih ironis, bagaimana masyarakat membangun opini mereka di atas fondasi informasi palsu tanpa melakukan cek fakta. Jika ditarik garis lurus, pola ini sejalan dengan berbagai gejala sosial lain, mulai dari FOMO hingga narsisme digital. Fenomena tersebut berakar pada krisis budaya literasi, yang tampak dalam ketidakmampuan membedakan fakta dari opini, kesalahpahaman terhadap teks dan konteks, serta kecenderungan memotong informasi secara serampangan. Fenomena ini seharusnya menjadi alarm bagi masyarakat untuk menelaah kembali: sejauh mana sebenarnya kualitas budaya literasi kaum terpelajar kita saat ini?

Istilah literasi dalam Encyclopaedia Britannica dimaknai sebagai kapasitas seseorang dalam berkomunikasi dengan menggunakan tanda atau simbol yang tertulis, tercetak, atau elektronik untuk merepresentasikan bahasa. Dua aspek keterampilan yang menjadi perhatian dalam dunia literasi yaitu bacaan dan tulisan. Krisis keduanya akan membuat kita terjebak dalam gejala-gejala sosial di atas.

Kekurangan bacaan bukan berarti orang tersebut tidak pernah membaca sama sekali, melainkan lebih kepada mempertanyakan apa yang dia baca sebelum membaca teks tersebut. Karena bekal pemikiran sebelum membaca akan menentukan kualitas bacaan setelah membaca. Paulo Freire seorang pemikir pendidikan di Brazil, menulis buku berjudul β€˜Literacy: Reading the Word and the World’. Menurutnya, membaca bukan sekadar mengenali huruf dari istilah yang tertulis, melainkan dibangun di atas pengetahuan tentang dunia yang saling terkait. Sebelum seseorang membaca tulisan ia sudah mengenal orang tuanya, temannya, hewan di sampingnya, juga lingkungannya. Pengenalan inilah yang oleh Freire disebut sebagai β€˜membaca dunia’. Relasi antara membaca kata-kata dan membaca dunia merupakan hubungan yang dinamis. Makna membaca bukan sekadar transfer data seperti robot, namun di sana terjadi perenungan dan refleksi terhadap segala aspek kehidupan yang dihadapinya. Berangkat dari konsepsi inilah ia mengampanyekan bahwa membaca bukan hanya membaca kata-kata, melainkan ia juga membaca dunia. Bacaan bukan sekadar data tulisan yang tersimpan dalam memori, melainkan simbol dari kualitas pemikiran.

BACA JUGA

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Sanad sebagai Fondasi Intelektual Pesantren

Stigma Buruk Masyarakat terhadap Kaum PerempuanΒ dalam Perspektif Islam

Dalam khazanah keilmuan Islam, para mufasir memberikan refleksi mendalam terhadap semangat membangun budaya literasi yang terkandung dalam lima ayat pertama Surat Al β€˜Alaq. Setidaknya terdapat tiga perspektif tafsir yang mengelaborasi hikmah di balik istilah tersebut. Dari aspek balaghah, Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan bahwa pengulangan kata Iqra’ mengandung unsur itnab, yakni pengulangan kalam yang bertujuan untuk menekankan betapa krusialnya aktivitas membaca dengan ilmu pengetahuan.

Sejalan dengan itu, Fakhruddin ar-Razi dalam Tafsir al-Kabir memberikan dua interpretasi mengenai makna β€œqalam” pada ayat keempat. Pertama, pena dimaknai sebagai kinayah (kiasan) terhadap tulisan, di mana pengetahuan manusia mengenai hal-hal gaib dan peristiwa masa lalu dapat terlestarikan melalui dokumentasi tertulis. Kedua, Allah mengajarkan keterampilan teknis menulis secara langsung kepada manusia. Kedua makna tersebut mengisyaratkan tingginya kemuliaan literasi dalam peradaban manusia.

Senada dengan pandangan tersebut, Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar merefleksikan bahwa rangkaian ayat ini merupakan bentuk penilaian tertinggi terhadap kecakapan membaca dan menulis sebagai fondasi utama kecerdasan manusia. Khazanah keilmuan Islam semenjak awal diturunkannya ayat Al-Qur’an sudah mempertegas keutamaan ilmu melalui bacaan dan tulisan. Keutamaan bacaan dan tulisan tersebut bahkan diimplementasikan secara produktif oleh para mufasir dengan menghasilkan karya tulis yang hingga saat ini masih relevan untuk dikaji.

Dalam tradisi keilmuan Islam terdapat ilmu hadis yang sangat ketat memperhatikan kualitas bacaan dan tranformasi berita. Perhatian terhadap riwayat terjadi pada dua objek, yaitu sanad dan matan. Sanad berfungsi untuk meneliti jalur periwayatan, sedangkan matan adalah isi teks hadis itu sendiri yang menjadi substansi ajaran dalam Islam. Dalam metodenya, kritik sanad memberikan sumbangsih metodologis dalam pengelolaan informasi. Syekh Muhammad Mustafa al A’zami dalam karyanya Studies in Hadith: Methodology and Literature mencatat bahwa dalam literatur hadislah ilmu sanad mencapai puncaknya. Sistem ini digunakan secara penuh untuk mendokumentasikan sunnah, karena ia merupakan sumber hukum dasar.

Praktik penyampaian hadis telah menjadi tradisi yang hidup sejak masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Mereka memiliki kebiasaan saling berbagi informasi setiap kali bertemu; bahkan, sebagian sahabat membuat jadwal khusus secara bergantian untuk menghadiri majelis Nabi guna memastikan informasi tersampaikan secara akurat. Tradisi ini kemudian didokumentasikan dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi, hingga melahirkan disiplin ilmu yang unik dalam mengevaluasi sanad dan matan, yaitu β€˜Ilm al-Jarh wa al-Ta’dil. Sebagai cabang ilmu hadis, disiplin ini berfungsi untuk menilai kredibilitas perawi, apakah mereka dapat dipercaya (tsiqah) atau justru memiliki cacat (majruh).

Melalui metodologi ini, muncul pertanyaan-pertanyaan kritis seperti: Siapa yang berbicara? Apakah ia jujur? Bagaimana kualitas ingatannya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan cetak biru dari metodologi kritik informasi dan klarifikasi data yang sangat maju pada masanya. Dengan kata lain, tradisi kritik sanad menjadikan keilmuan Islam bukan sekadar menyajikan doktrin untuk diterima secara buta, melainkan juga diiringi ketajaman analisis terhadap validasi informasi.

Saat ini, setiap Muslim hendaknya lebih mendalami dan mengelaborasi sejarah intelektualnya. Peradaban Islam dibangun bukan sekadar untuk kejayaan materi, melainkan demi komitmen teguh terhadap kebenaran, di mana ilmu dan akhlak menjadi pilar utama dalam membangun kehidupan. Sinergi antara keduanya memerlukan ketelitian serta ketekunan sebagai perwujudan komitmen manusia unggul dalam beriman. Oleh karena itu, krisis literasi hendaknya tidak dipandang sebatas krisis keterampilan teknis, melainkan sebuah krisis integritas dan spiritualitas dalam memperlakukan ilmu pengetahuan. []

Tags: IntegritasLiterasiTradisi Keilmuan Islam
Share1Tweet1Send
Previous Post

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Next Post

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Adab Ilmu

25 January 2026
Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

0
Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

0
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

0
Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

0
Gontor Raih Penghargaan ‘Pesantren Teladan Pajak’ dari DJP Jawa Timur

Gontor Raih Penghargaan ‘Pesantren Teladan Pajak’ dari DJP Jawa Timur

0
Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

16 August 2026
Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

16 August 2026
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
UNIDA Gontor Kerjasama Magang dengan Elcorps Bandung

UNIDA Gontor Kerjasama Magang dengan Elcorps Bandung

16 August 2026
saiful falah pemerhati pendidikan

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

16 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR πŸ“£Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.βœ”οΈ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
βœ”οΈ Kontribusi Rp1.500.000.
βœ”οΈ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.πŸ“ https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.πŸ“Œ Kontribusi seikhlasnya
πŸ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
πŸ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
βœ… Logo Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Sosial Media (jika ada)πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result