Jakarta, Gontornews — Sabtu (28/5) pagi ini, puluhan ribu santri, alumni dan keluarga besar Gontor akan memutihkan Masjid Istiqlal Jakarta. Dipimpin KH Hasan Abdullah Sahal. mereka akan mengikuti Sujud Syukur 90 Tahun Gontor. “Semoga acara berjalan lancar, ayo datang ke Istiqlal,†harapnya.
Menyambut 90 Tahun Pondok Modern Gontor, sejumlah tokoh nasional akan menggelar Sujud Syukur dan Tabligh Akbar bersama pimpinan Pondok Modern Gontor di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (28/5), pukul 8.00 pagi sampai tiba waktu Dzuhur.
Puluhan ribu santri dan alumni akan memeriahkan acara tersebut. Termasuk tokoh-tokoh nasional yang akan hadir antara lain KH Hasyim Muzadi, Prof Dr Din Syamsuddin, Lukman Hakim Saifuddin, Dr Hidayat Nur Wahid, Dr Abdurrakhman M Fachir, Dr Muzammil Basyuni, Ustadz Bachtiar Nasir, dan Dr Anies Baswedan.
Menurut Akbar Zainudin, salah satu panitia kegiatan ini mengatakan, acara kesyukuran ini akan dihadiri para alumni, wali santri dan santri Gontor yang sedang berlibur. Mereka akan datang berseragam putih untuk ‘memutihkan’ Masjid Istiqlal.
“In sya Allah yang akan mengisi tausiyah adalah pimpinan Pondok Modern Gontor, Kiai Hasyim, Ustadz Hidayat, Ustadz Bachtiar yang baru datang dari umrah, dan lain-lain,†katanya.
Sejarah Gontor
Perjalanan panjang Pondok Gontor bermula pada abad ke-18. Pondok Tegalsari, sebagai cikal bakal Pondok Gontor, didirikan oleh Kiai Ageng Hasan Bashari. Ribuan santri berduyun-duyun menuntut ilmu di pondok ini.
Gontor adalah sebuah tempat yang terletak sekitar 3 km sebelah timur Tegalsari dan 11 km ke arah tenggara dari kota Ponorogo, Jawa Timur.
Singkat cerita, dengan bekal awal 40 santri, Pondok Gontor yang didirikan oleh Kiai Sulaiman Jamaluddin ini terus berkembang dengan pesat, khususnya ketika dipimpin oleh puteranya yang bernama Kiai Anom Besari.
Saat Kiai Anom wafat, pondok diteruskan oleh generasi ketiga dari pendiri Gontor Lama dengan pimpinan Kiai Santoso Anom Besari.
Setelah perjalanan panjang itu, tibalah masa bagi generasi keempat. Tiga dari tujuh putra-putri Kiai Santoso Besari menuntut ilmu ke berbagai lembaga pendidikan dan pesantren. Keempatnya lalu kembali ke Gontor untuk meningkatkan mutu pendidikan di Pondok Gontor.
Mereka adalah KH Ahmad Sahal (1901-1977), KH Zainuddin Fanani (1908-1967), dan KH Imam Zarkasyi (1910-1985).
Mereka memperbaharui sistem pendidikan di Gontor dan mendirikan Pondok Modern Darussalam Gontor pada tanggal 20 September 1926 bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1345, dalam peringatan Maulid Nabi.
Pondok Gontor saat ini dipimpin oleh KH Dr Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal, dan KH Syamsul Hadi Abdan
[Fahturroji/DJ]



















