pesanan-baju-kaos
34 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 8 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Sirkit Gen MIT untuk Anti Kanker

Oleh Dedi Junaedi, Wartawan dan Dosen INAIS Bogor

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
9 years ago
in Sains
0
Sirkit Gen MIT untuk Anti Kanker

Sebagai solusi antikanker, tim MIT telah mengembangkan sirkuit gen sintetis. Sirkit ini dapat  memicu sistem kekebalan tubuh yang siap beraksi menyerang kanker saat tanda penyakit muncul dan terdeteksi..

Sirkit gen buatan itu dirancang dengan dasar pemikiran bahwa setiap sel kanker terbentuk, secara otomatis sel-sel yang tak diharapkan itu menghasilkan sinyal penghambat yang menonaktifkan fungsi antibodi dari tubuh terinfeksi. Sirkit dibuat untuk menghalangi terbentuknya sinyal penghambat reaksi auto-imun. Pada saat yang sama, sistem kekebalan tubuh dipacu langsug bekerja ketika indikator terbentuknya sel kanker hadir dan terdeteksi.

Rangkaian genetik buatan, yang hanya akan mengaktifkan respons terapeutik saat mendeteksi dua penanda kanker spesifik, dijelaskan secara ilmiah dalam  jurnal Cell. Mereka menuliskannya dalam risalah berjudul Synthetic RNA-Based Immunomodulatory Gene Circuits for Cancer Immunotherapy.





Immunoterapi Baru

BACA JUGA

Rutin Konsumsi Teh Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Manfaat Olahraga Aerobik untuk Kesehatan Jantung

Laba-Laba Bisa Bermimpi, Benarkah?

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Imunoterapi secara luas dipandang memiliki potensi yang cukup besar dalam memerangi berbagai jenis kanker. Pendekatan ini telah terbukti berhasil dalam beberapa uji coba klinis baru-baru ini, kata  Timothy Lu, profesor teknik biologi, teknik elektro dan ilmu komputer di MIT (The Massachusetts Institute of Technology) .

“Ada banyak data klinis yang baru-baru ini menunjukkan bahwa jika Anda dapat merangsang sistem kekebalan dengan cara yang benar, Anda bisa mendapatkannya untuk mengenali kanker,” kata Lu, yang merupakan Ketua Kelompok Riset Biologi Sintetis di Laboratorium Riset Elektronika MIT.



Beberapa contoh terbaik, jelas Lu, terekspresi sebagai pos penghambat pemeriksaan. Biasanya, kanker memasang tanda berhenti [yang mencegah] sel T membunuh mereka. Antibodi sintetis yang dikembangkan berperan menghalangi sinyal penghambatan tersebut sehingga membiarkan sistem kekebalan tubuh dapat bertindak melawan kanker.

Namun, terlepas dari keberhasilan ini, penggunaan imunoterapi tetap dibatasi oleh kelangkaan antigen spesifik tumor – zat yang dapat memicu respons sistem kekebalan terhadap jenis kanker tertentu. Toksisitas beberapa terapi, bila diberikan sebagai perawatan sistemik ke seluruh tubuh, misalnya, bisa merupakan hambatan lain yang tidak diinginkan.

Untuk itu, teknik imunoterafi perlu diljalankan hati-hati. Terlebih lagi, perawatannya tidak berhasil dalam semua kasus. Memang, bahkan dalam beberapa tes terbaik, hanya 30-40 persen pasien yang akan menanggapi terapi tertentu, jelas Lu.

Akibatnya, sekarang ada dorongan untuk mengembangkan terapi kombinasi, di mana pengobatan yang berbeda namun saling melengkapi digunakan untuk meningkatkan respons kekebalan tubuh. Jadi, misalnya, jika satu jenis imunoterapi digunakan untuk menghilangkan sinyal penghambatan oleh kanker, dan tumor tersebut merespons dengan mengatur sinyal kedua. Terapi tambahan kemudian dapat digunakan untuk merevitalisasi fungsi antibogi, tambah Lu.

Lu dan timnya berkeyakinan bahwa ada kebutuhan untuk mengembangkan imunoterapi yang lebih spesifik dengan target yang mampu bekerja secara lokal di lokasi tumor, daripada mencoba untuk mengobati seluruh tubuh secara sistemik. “Kami juga  ingin menghasilkan beberapa imunoterapi dari satu paket, dan karena itu dapat merangsang sistem kekebalan dengan berbagai cara,’’ tegasnya penuh ambisi.

Untuk merealisasikan mimpinya, Lu telah melibatkan sebuah tim terdiri mahasiswa pos doktoral MIT, Lior Nissim dan Ming-Ru Wu. Mereka  telah membangun sebuah rangkaian gen yang dikodekan dalam DNA yang dirancang untuk membedakan sel kanker dari sel-sel non-kanker.

Virus dan Promotor Sisntetis

Rangkaian, yang responnya dapat disesuaikan untuk berbagai jenis tumor, itu didasarkan pada gerbang AND sederhana yang digunakan dalam elektronika. Gerbang AND tersebut hanya akan menyalakan sirkuit saat dua masukan [indicator kunci adanya kanker] ada.

Seperti diketahui, sel kanker berbeda dari sel normal dalam profil ekspresi gen mereka. Jadi para peneliti mengembangkan promotor sintetis  sekuens DNA yang dirancang khsus untuk memulai ekspresi gen  hanya pada sel kanker.

Sirkuit dikirim ke sel-sel di daerah yang terkena tubuh dengan menggunakan virus. Promotor sintetis kemudian dirancang untuk mengikat protein tertentu yang aktif dalam sel tumor, menyebabkan promotor menyala.

“Hanya ketika dua promotor kanker ini diaktifkan, rangkaian sirkuit buatan itu sendiri akan menyala atau aktif berfungsi,” kata Lu. Hal itu, sia percaya,  memungkinkan sirkuit tersebut dapat menargetkan tumor lebih akurat daripada terapi yang ada. Ini  karena memerlukan dua sinyal khusus kanker untuk hadir sebelum ia merespons.

etelah diaktifkan, sirkuit tersebut mengekspresikan protein yang dirancang untuk mengarahkan sistem kekebalan tubuh untuk menargetkan sel tumor, termasuk penghasil sel T permukaan, yang mengarahkan sel T untuk membunuh sel kanker. Sirkuit ini juga mengekspresikan inhibitor pos pemeriksaan yang dirancang untuk mengangkat rem pada aktivitas sel T.

Ketika para peneliti menguji sirkuit secara in vitro, mereka menemukan fakta bahwa sirkit itu dapat mendeteksi sel kanker ovarium dari sel ovarium non-kanker lainnya dan jenis sel lainnya.

Mereka kemudian menguji sirkuit pada tikus yang ditanamkan dengan sel kanker ovarium, dan menunjukkan bahwa hal itu dapat memicu sel T untuk mencari dan membunuh sel kanker tanpa membahayakan sel lain di sekitarnya.

Akhirnya, para periset menunjukkan bahwa sirkuit tersebut bisa dengan mudah dikonversi dan direplikasi untuk menjadi solusi target sel-sel kanker lainnya. “Kami mengidentifikasi promotor lain yang selektif untuk kanker payudara. Rancangan coding sirkuitnya disiapkan untuk dapat menangkal khusus pada sel kanker payudara, bukan pada jenis sel lainnya,” tambah  Lu.

Pada akhirnya, mereka berharap dapat menggunakan sistem ini untuk menargetkan penyakit lain, seperti rheumatoid arthritis, penyakit radang usus, dan penyakit autoimun lainnya.

Jalan Baru Terapi

Kemajuan teknik immunoterapi ini disebut-sebut akan membuka jalan dan front baru melawan kanker, kata artin Fussenegger, seorang profesor bioteknologi dan bioteknologi di ETH Zurich di Swiss, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Penulis dan peneliti pertama Lior Nissim, yang mempelopori rangkaian genetik pertama yang menargetkan sel tumor, kini telah bekerja sama dengan Timothy Lu untuk merancang rangkaian gen imunomodulator berbasis RNA yang mengambil imunoterapi kanker ke tingkat riset lanjutan,” kata Fussenegger seperti dikutip MIT News.

“Rancangan rangkaian gen pembunuh tumor yang sangat kompleks ini dimungkinkan dengan optimasi dan integrasi  beberapa komponen spesifik. Targetnya memprogram ulang sel tumor sehingga menjadi mangsa spesifik dari sistem kekebalan tubuh. Ini betul-betul terobosan teknologi yang sangat cerdas,” tambahnya.

 

Para peneliti sekarang berencana untuk menguji rangkaian lebih lengkap dalam berbagai model kanker. Mereka juga bertujuan untuk mengembangkan sistem pengiriman untuk rangkaian sirkit genetik, yang akan lebih fleksibel dan mudah dibuat, serta memungkinkan lebih praktis dapat digunakan.

Riset Sebelumnya

Sebelumnya, dengan menggunakan kombinasi empat terapi berbeda, Tim riset  MIT  tahun lalu mengungkapkan pengobatan baru yang menghancurkan tumor pada tikus. Mereka menggunakan kombinasi empat terapi berbeda untuk mengaktifkan dua  sistem kekebalan tubuh  tikus percobaan.

“Kami telah menunjukkan bahwa dengan kombinasi sinyal yang tepat, sistem kekebalan endogen dapat secara rutin mengatasi tumor imunosupresif yang besar, yang merupakan pertanyaan yang tidak terjawab,” kata Darrell Irvine, seorang profesor teknik biologi dan sains material, dan anggota dari  Koch Institute for Integrative Cancer Research  MIT.

Irvine dan Dane Wittrup menerbitkan risalahnya dalam jurnal  Nature Medicine  (24 Oktober  2016). Dasarnya adalah fakta bahwa sel tumor sering mengeluarkan bahan kimia yang menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga menyulitkan tubuh menyerang tumor  secara mandiri.  Untuk mengatasinya, para ilmuwan  mencoba menemukan cara untuk memprovokasi sistem kekebalan tubuh agar beraksi. Yang menjadi  fokusnya adalah  upaya  merevitalisasi satu dari dua system kekebalan:  sistem kekebalan bawaan dan sistem kekebalan adaptif.

 

Dedi Junaedi

Tags: AntikankerGenImmunoterapiSirkit
Share24Tweet15Send
Previous Post

JK Apresiasi Peran Aisiyiah

Next Post

Komnas HAM Qatar Sesalkan Hukuman Seumur Hidup Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

0
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

5 November 2026
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

5 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result