pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 29 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Asa Pesantren Diakui UU

Oleh Mohamad Deny Irawan

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
3 June 2018
in Laput
0
Asa Pesantren Diakui UU

Sebagai sebuah sistem pendidikan khas Indonesia, sudah selayaknya pesantren mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Pemerintah harus memperhatikan dan mengakui pesantren secara keseluruhan bukan hanya menjadikan pesantren sebagai komoditas politik saja.

Sebuah kaidah fiqih mengatakan, “Taṣarrafu al-imām ‘ala al-ra’iyyati manῡṭan bi al-maṣlaḥaḥ.” Artinya, kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya harus berdasarkan kemaslahatan.

Jika pesantren dianggap maslahat, maka sudah seharusnya pemerintah mengakui pesantren. Namun faktanya tidak begitu. Perlu waktu lama bagi pemerintah untuk mengakui eksistensi pesantren.

Dengan mengandalkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama sebagai pemangku kebijakan sekaligus operator pendidikan di Indonesia, pesantren masih dianaktirikan.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Terbatasnya anggaran pesantren hingga ‘terlambatnya’ pengakuan alumni pesantren di dunia profesional menegaskan fenomena tersebut.

Meski demikian, pesantren tidak mengeluh. Bahkan, sebaliknya, berhasil membangun kemandiriannya, mulai dari ekonomi, kurikulum pendidikan, hingga menjaga kualitas para alumninya.

“Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang khas Indonesia,” kata Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH Hasan Abdullah Sahal, kepada Majalah Gontor.

“Di pesantren, santri-santri dididik, dibina, diasuh, diarahkan dan diisi dengan pendidikan kehidupan. Kalau orang ingin hidup dengan baik, ia harus belajar ke pondok karena di pondok, kehidupan seseorang terdidik dan hidup dalam kegiatan yang juga terdidik,” tambah putra salah satu Pendiri Gontor, KH Ahmad Sahal itu.

Regulasi Pengakuan

Kiprah alumni pesantren yang makin signifikan di tengah-tengah masyarakat, serta kemandirian ekonomi pesantren dan kekhasan kurikulumnya, membuat pemerintah mulai menyadari perlunya mengakui pesantren sebagai salah satu sistem pendidikan yang setara dengan satuan pendidikan lain semisal SMP/SMA/MTs/MA.

Upaya pertama yang dilakukan pemerintah, mengakui pesantren dengan memfasilitasi pendidikan madrasah dan diniyah formal. Namun, upaya tersebut tidak mampu memberikan pengakuan bagi pesantren karena kekhasan pesantren cenderung tidak terungkap.

Pengamat pesantren dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Banjarmasin, Abdul Mujib Syadzali, berujar jika hubungan antara pemerintah dan pesantren bersifat simbiosis mutualisme, saling menguntungkan satu sama lain.

Di satu sisi pesantren membutuhkan pengakuan dari pemilik otoritas seperti pemerintah, dan di sisi lain, pemerintah membutuhkan pesantren sebagai bentuk akomodasi serta permintaan masyarakat di bidang pendidikan.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah terhadap pesantren, menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Nomor E.IV/PP.03.2/KEP/64/98 tentang Pemberian Status Disamakan Kulliyyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor yang ditandatangani pada 28 Juli 1998.

Pengakuan lain diberikan oleh Kementerian Pendidikan Nasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 105/O/2000 tentang Pengakuan kepada Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur.

Keduanya memiliki substansi yang sama yaitu pengakuan kesetaraan KMI dengan satuan pendidikan yang lain seperti Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Maka, melalui SK Kemendiknas yang diterbitkan pada 29 Juni 2000 tersebut, tamatan KMI diakui setara dengan tamatan Sekolah Menengah Umum (SMU) atau SMA.

Upaya ketiga yang dilakukan oleh pemerintah dilaksanakan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Nomor 2582 Tahun 2015 tentang Penetapan Status Kesetaraan Satuan Pendidikan Mu’adalah pada Pondok Pesantren dengan Madrasah Tsanawiyah/Sederajat dan Madrasah Aliyah/Sederajat.

Melalui SK Dirjen Pendis tersebut, banyak pesantren yang mulai mendapat pengakuan oleh pemerintah. Sebut saja, misalnya, Pesantren Lirboyo Kediri, Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pesantren Termas pacitan, Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep, Pesantren Mathali’ul Falah Kajen Pati, Pesantren Ta’mirul Islam Solo, Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Pondok Pesantren Langitan Tuban dan Pesantren Tebu Ireng Jombang.

“Jadi, perjuangan ini sudah lama,” papar Ketua Forum Komunikasi Pesantren Mu’adalah (FKPM), Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi kepada Majalah Gontor.

Melalui 17 pesantren yang diakui Pendis setara dengan madrasah tsanawiyah/sederajat dan 31 pesantren yang diakui setara dengan madrasah aliyah, sosialisasi satuan pendidikan mu’adalah digalakkan. Terlebih, penerbitan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 13 dan 18 Tahun 2014 tentang Satuan Pendidikan Mu’adalah pada Pondok Pesantren makin menguatkan regulasi yang pernah dibuat pemerintah untuk dunia pesantren

Sekretaris FKPM, Agus Budiman, memastikan bahwa kehadiran perkumpulan pesantren mua’dalah untuk memberikan kemaslahatan bagi dunia pesantren di seluruh Indonesia. Karena itulah, sosialisasi tentang Satuan Pendidikan Mu’adalah akan tetap dilakukan ke pesantren-pesantren di seluruh Indonesia.

“Keanggotaan pesantren mu’adalah akan bertambah seiring dengan sosialisasi dan pengakuan pemerintah terhadap pesantren,” kata Agus Budiman saat ditemui sebelum rapat koordinasi FKPM di Hotel Oasis, Jakarta, Selasa (17/4) malam.

Upaya pemerintah untuk mengakui pesantren yaitu dengan menerbitkan undang-undang demi memberikan ketetapan hukum. Undang-undang yang saat ini tengah diharmonisasi di Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat tersebut bernama Rancangan Undang-Undang tentang Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren (RUU LPKP).

Tanpa Intervensi

Ketika pemerintah sudah memberikan pengakuan kepada pesantren, relakah pesantren, yang selama ini hidup mandiri, diintervensi? Prof Amal mengatakan, dengan RUU itu, pesantren tidak akan diintervensi pemerintah.

“Kita tidak ingin, dengan undang-undang ini pemerintah terlalu mengatur. Artinya apa? Semua yang diajukan pemerintah melalui akreditasi ini kita sudah jalankan,” paparnya.

Pasal 201 ayat 2 RUU LPKP menyebutkan, ”Kurikulum keagamaan Islam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikembangkan berdasarkan kekhasan masing-masing penyelenggara dengan berbasis pada kitab kuning dengan pola pendidikan salafiyah atau dirasah islamiyah dengan pola pendidikan mu’allimin.”

Untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah, pesantren harus mengajarkan kepada santri tentang ilmu-ilmu umum yang paling sedikit terdiri dari: (a) Pendidikan Kewarganegaraan; (b) Bahasa Indonesia; (c) Matematika; dan (d) Ilmu Pengetahuan Alam.

Bagi pesantren, kehadiran RUU LPKP bukan sekedar untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah saja, melainkan juga menunjukkan adanya titik temu antara pesantren salafiyah (tradisional) dan pesantren modern (khalaf/’asriyah).

Menurut Amal, mempersatukan perbedaan tema antara pesantren tradisional dan modern merupakan keberkahan tersendiri dari upaya pemerintah mengakui pesantren.

“Titik temunya ada pada pengajaran ilmu agama dan ilmu umum. Sekarang (persamaan itu) sudah ketemu. Dulu, (di pesantren) tidak ada ilmu umum. Jadi kalau sekarang mau diakui, harus ada ilmu mumnya.”

“Ini perjuangan lama. Kita (pesantren) ingin diakui oleh pemerintah. Tidak hanya salafiyah atau asriyah saja. Posisi kita akan kuat kalau pemerintah mengakui dua model pesantren ini,” pungkas Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor itu. []

Tags: Pengakuan pesantrenUU
Share148Tweet92Send
Previous Post

Mesir: El-Sisi Disumpah untuk Jabatan Kedua

Next Post

Rusia Tetap Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke Qatar Meski Saudi Keberatan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

23 August 2026
Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

23 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

0
Human Initiative Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di NTT

Human Initiative Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di NTT

0
Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

0
Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

0
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

0
Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

29 August 2026
Human Initiative Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di NTT

Human Initiative Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di NTT

29 August 2026
Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

29 August 2026
Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

26 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result