Jakarta, Gontornews — Polisi Mesir telah menangkap ekonom Abdel Khalik Farouk setelah penerbitan bukunya di mana ia secara kritis menganalisis krisis ekonomi dan sosial negara itu, kata istri penulis dan seorang pengacara seperti dilansir Aljazeera, Senin (22/10).
Penahanan Farouk terjadi pada Ahad, beberapa hari setelah media lokal melaporkan bahwa salinan bukunya, berjudul “Apakah Mesir Benar-benar Negara Miskin?” disita oleh pihak berwenang dari penerbit.
Kepada kantor berita Reuters, istri Farouq mengatakan bahwa tiga polisi yang datang ke rumah mereka mengatakan penangkapan itu berkaitan dengan buku itu. Dia kemudian diizinkan untuk mengantarkan makanan, obat-obatan dan pakaian kepadanya di kantor polisi setempat, katanya.
“Dia secara resmi ditangkap dan akan diserahkan kepada jaksa keamanan negara pada hari esok karena buku ini,” kantor berita AFP mengutip Gamal Eid, seorang pengacara.
Menurut Eid, yang mengepalai Jaringan Arab untuk Informasi Hak Asasi Manusia, jaksa akan menentukan tuduhan utama terhadap Farouk pada hari Senin.
Sejak Presiden Abdel Fattah el-Sisi berkuasa pada tahun 2014, kelompok hak asasi manusia telah menuduh pemerintah Mesir memberangus semua perbedaan pendapat. Sementara pihak berwenang mengatakan mereka bertujuan untuk melawan terorisme dan “penyebaran informasi palsu”. [M Khaerul Muttaqien]























