Tangerang, Gontornews — “Pemeriksaan kesehatan pranikah sangat penting agar tidak ada kekecewaan yang timbul dari pasangan kita setelah menikah nanti,” ujar kak Seto kepada Gontornews.com. Pernyataan kak Seto tersebut dipertegas lagi dengan adanya rangkaian konflik keretakan rumah tangga akibat ketidaktahuan penyakit yang diderita salah satu pasangan mereka.
Oleh karenanya, para pakar kesehatan menyarankan salah satu prosedur menjelang pernikahan bagi tiap pasangan dengan menjalankan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Sejatinya pemeriksaan pranikah ini bisa dilakukan kapan saja selama pernikahan belum berlangsung. Namun, para ahli menyarankan kurang lebih enam bulan sebelum hari pernikahan dilangsungkan calon pasutri sudah melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.
Paling tidak, jika telah diketahui adanya penyakit, maka calon mempelai bisa sesegera mungkin berobat dan meminimalkan risiko lain yang mungkin akan terjadi. Dr Boyke menambahkan, “Tes kesehatan pranikah (premarital check up) sangatlah perlu, terutama untuk mengetahui apakah ada penyakit tertentu yang berbahaya jika istri Anda hamil.”
Langkah-langkah dalam melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah tidaklah susah dan tidak membutuhkan biaya besar. Jika Anda siap melakukan check up kesehatan pranikah ini, Anda tinggal menghubungi dokter atau langsung mendatangi rumah sakit terdekat dan konsutasikan keluhan kepada dokter.
Biasanya pemeriksaan pranikah tersebut meliputi:
- Pemeriksaan hematologi rutin dan analisa hemoglobin untuk mengetahui adanya kelainan atau penyakit darah.
- Gambaran Darah Tepi, untuk mengetahui kelainan penyakit darah, seperti Thalasemia trait.
- Laju Endap Darah (LED), untuk mengetahui proses inflamasi (peradangan).
- Golongan darah dan Rhesus faktor, untuk mengetahui kemungkinan golongan darah calon bayi.
- Pemeriksaan urinalisis lengkap; untuk memantau fungsi ginjal dan penyakit lain yang berhubungan dengan ginjal atau saluran kemih, pemeriksaan golongan darah dan rhesus yang akan berguna bagi calon janin.
- Pemeriksaan gula darah untuk memantau kemungkinan diabetes melitus.
- Pemeriksaan HbsAG untuk mengetahui kemungkinan peradangan hati (Hepatitis B).
- Pemeriksaan VDLR/RPR untuk mengetahui adanya kemungkinan penyakit sifilis.
- Pemeriksaan TORCH untuk mendeteksi infeksi yang disebabkan parasit Toxoplasma, virus Rubella, virus Cytomegalo (CMV) dan virus Herpes yang bila menyerang pada perempuan di masa kehamilan, karena dapat menyebabkan keguguran, kelainan pada janin (cacat janin) dan kelainan prematur. [Edithya Miranti]























