Edinburgh, Gontornews — Islam yang kini telah menjadi agama terbesar kedua di Skotlandia ternyata terus mendapat sambutan hangat warganya. Semangat juang mereka untuk meluruskan pemahaman negatif tentang Islam juga semakin terlihat jelas dengan lahirnya beberapa pergerakan Muslimin setempat.
Yayasan Islamiyah Skotlandia (SIF), salah satu lembaga Islam di negara itu menambahkan bahwa mereka akan semakin giat membidik para pemuda Muslim untuk semakin banyak terlibat dalam pergerakan dan pendidikan keislaman yang dikelolanya. Hal ini sangat penting guna memajukan pemahaman keagamaan mereka juga memperkuat ukhuwah islamiyah di antara mereka.
Kepala Eksekutif SIF, Osama Saeed, mengatakan, “Orang Muslim Skotlandia nyaman dengan identitas mereka dan menyatakan bahwa Skotlandia bisa menjadi contoh untuk negara lain.” Kami tidak perlu mempunyai perdebatan sama tentang integrasi kami melihat di tempat lain. “Hal terpenting, kami bisa berbicara tentang bagaimana para pemuda Muslim sekarang bisa memajukan agama mereka,” katanya kepada BBC.
Sejak awal, SIF telah memiliki semangat juang dan sikap optimisme tiada henti untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana orang Muslim dan orang-orang non-Muslim bisa hidup bersama tanpa mengkaitkan aksi terorisme dengan Islam. Salah satu ide cemerlang mereka adalah dengan mengadakan festival akbar yang diyakini bisa menghilangkan citra buruk Islam dipandangan warga non-Muslim.
Tolak Film Anti Islam
Masih ingatkah anda dengan film ‘Innocence of Muslims’? Sebuah film bertajuk penghinaan terhadap Islam karena telah merendahkan Rasulullah SAW. Kehadiran film yang menuai kontroversi dari berbagai kalangan ini, ternyata juga telah mengajak Muslim Skotlandia untuk turut berunjukrasa menentang peredarannya di muka bumi. Syukurnya,bukan hanya umat Muslim yang tidak setuju akan film ini.
Reli, yang diselenggarakan oleh Dewan Muslim Skotlandia, juga dihadiri oleh pembicara dari semua agama, serta politisi yang mendukung seruan untuk menarik film anti-Nabi dari internet dan meloloskan undang-undang yang mencegah penghinaan atau fitnah terhadap suatu agama.
Selain itu para demonstran non-Muslim pun juga turut berseru anti film yang menghina agama. “Orang-orang di sini, hari ini, untuk menunjukkan bahwa jalan-jalan Edinburgh milik semua masyarakat kami yang beragama, dan bahwa komunitas ini membantu menjaga kota-kota kami tetap hidup,” kata Luke Henderson, koordinator Unite Against Fascism, kepada Scotland Herald, sebagaimana dilansir oleh onislam.net.
Tolak Legalisasi Pernikahan Homoseksual
Tidak hanya film yang menjadi sorotan tajam Muslim Skotlandia. Sebuah pemilihan yang direncanakan terhadap RUU dari pemerintah untuk mengizinkan badan-badan keagamaan melakukan pernikahan sesama jenis juga telah mendapat pertentangan kuat dari Muslimin di sana.
Sebagaimana dilansir onislam.net pada 17 Februari 2013, Dr Salah Beltagui, dari Dewan Muslim Skotlandia, kepada Scotland Herald, mengatakan, “Setelah konsultasi pertama (tahun 2011), masyarakat memberikan pendapat mereka dan itu yang diabaikan, yang benar-benar tidak baik bagi proses politik pada umumnya.”
Usulan pemerintah Skotlandia dalam sebuah RUU yang melegalkan pernikahan gay di negara tersebut, selain ditentang para pemimpin Muslim, ternyata ditentang pula oleh Gereja Kristen Skotlandia dan Gereja Katolik Roma. Berdasarkan rencana tersebut, badan keagamaan dan keyakinan akan diperkenankan untuk melakukan upacara pernikahan bagi pasangan homoseksual.
Dukungan pernikahan terhadap penganut homoseksual yang dilakukan oleh pemerintah dimana dimotori oleh Scottish National Party (SNP), telah menyebabkan mengikisnya dukungan umat Islam terhadap partai tersebut. “Kita tahu orang-orang yang telah benar-benar menarik diri dari Partai Nasional Skotlandia (SNP) sebagai anggota partai karena ini,” kata Beltagui.
Melanjuti hal ini, perwakilan dari Masjid Central Glasgow dijadwalkan untuk berdiskusi dengan Menteri Kesehatan, Alex Neil, yang bertanggung jawab atas rencana pernikahan sesama jenis. Dewan, yang mewakili asosiasi masjid dan lembaga Islam, telah berjanji untuk melobi Menteri Kesehatan Skotlandia menjelang pemungutan suara terhadap RUU, yang akan dilaksanakan akhir tahun ini.
Humza Yousaf, anggota parlemen Glasgow, dengan tegas meminta pemerintah untuk menjamin kebebasan imam Muslim untuk menjauhkan diri dari praktek pernikahan sesama jenis. Sementara itu, ia berpendapat bahwa perlindungan hukum sangatlah penting bagi siapa saja yang tidak ingin melaksanakan upacara pernikahan sesama jenis. Dan ada pemahaman dari para imam bahwa apa yang orang lain ingin lakukan di lembaga keagamaan mereka, sepenuhnya urusan (agama) mereka sendiri.
Menyambut Sekolah Islam Pertama
The Institute Islam, sebuah nama yang diperkirakan akan disematkan sebagai nama sekolah menengah untuk anak laki-laki dan perempuan serta Taman Kanak-Kanak pertama di Skotlandia, tepatnya Glasgow. Dengan memiliki komunitas Muslim yang cukup banyak, Muslim Glasgow berencana untuk membangun sekolah Islam pertama di Glasgow dengan sumbangan dari orang tua, pengusaha, dan anggota masyarakat.
“Kami pikir ini adalah hal yang sangat positif dan kami berharap ini akan menjadi pusat belajar yang sangat sukses,” tutur Scotsman, seorang juru bicara untuk Asosiasi Pendidikan Masyarakat Glasgow (GCEA) pada hari Ahad (31/3/2013).
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, GCEA telah membeli Abbotsford House, sebuah sekolah negeri yang terdaftar di Gorbals seharga £ 400.000. “Kami dapat memastikan bahwa bangunan tersebut telah dibeli, dan kami sekarang fokus untuk mendapatkan proyek selanjutnya,” tambah juru bicara GCEA. Website GCEA juga menampilkan kanal donasi untuk membantu mendanai sekolah. <Edithya Miranti>


















