pesanan-baju-kaos
32 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 8 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Jika Tak Hati-Hati, Yusril Bisa ‘Menjomblo’

Oleh Tony Rosyid, Pengamat Politik

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
8 years ago
in Kolom
0
Jika Tak Hati-Hati, Yusril Bisa ‘Menjomblo’

Saya ingin buat analogi. Ada seorang gadis di usia nikah. Cantik, menawan dan pantas diajak kondangan. Dilamar seorang lelaki. Tapi laki-laki ini beristri. Mapan, karirnya bagus, matang karena punya pengalaman, dan yang terpenting lelaki ini sangat perhatian. Dengan gadis ini, lelaki itu merasa muda kembali. Bersemangat dan tambah percaya diri.

Menikah dengan lelaki ini, si gadis sejahtera. Rumah diberikan, mobil dibelikan, kebutuhan hidup tak akan kekurangan. Bahkan berkesempatan jalan dan bulan madu ke luar negeri sesuai keinginan. Bukan hanya dia, tapi juga keluarganya. Kebetulan keluarganya butuh untuk itu. Tapi ada satu persoalan. Apa itu? Social punishmen. Apa kata tetangga? Dicap pelakor, merebut istri orang, perusak rumah tangga, dan seterusnya. Itu risiko! Risiko sosial mainstream.

Di sisi lain, ada lelaki bujang mendekati. Sebagai gadis normal ia ingin punya jodoh bujang, muda dan sebaya. Umumnya bujang, hidup belum mapan. Malah kadang tak punya usaha atau pekerjaan. Yang jelas, belum bisa memberi jaminan dan janji masa depan. Menikah dengan bujang tentu juga ada risikonya.





Apa risikonya? Siap berjuang bersama-sama. Derita dan susah bersama. Bersedia kerja keras, tertatih-tatih, mungkin sangat melelahkan untuk mencukupi kebutuhan baik secara ekonomi, bahkan psikologis. Butuh lebih banyak waktu untuk menyesuaian dan membuat satu irama.

BACA JUGA

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Masa depan? Bisa berhasil, tak menutup kemungkinan untuk gagal. Yang pasti, dinamikanya lebih ekstrem. Perceraian pun tetap punya peluang. Apalagi jika si gadis atau pasangannya tak sabar, atau cekcok dengan keluarga. Ini sumber paling dominan dalam perceraian.

Yusril seperti gadis belia itu. Cerdas, populer, dan mampu back up hukum. Ada sedikit spirit dengan bergabungnya Yusril. Saat ini, Yusril dihadapkan pada dua pilihan. Ke Jokowi, atau ke Prabowo. Bimbang? Tidak! Semua bergantung negonya. Dalam politik, tak ada pertimbangan rasa. Yang ada adalah rasionalitas kebutuhan. So, tak ada keraguan! Kalkulasinya pada seberapa besar keuntungan.



Ke Jokowi, Yusril seperti menikah dengan suami orang. Punya kekuasaan lengkap dengan SDM dan anak perusahaan. Tentu, sangat mapan. Kebutuhan logistik terpenuhi, tapi power sharing, kecil kemungkinan ruangnya. Kecuali jika di perjalanan nanti, Yusril betul-betul jadi pasangan yang menawan.

Nurut, loyal dan bisa melengkapi kebutuhan tim Jokowi. Jika syarat-syarat itu terpenuhi, Yusril baru akan punya kekuatan posisioning. Apakah Yusril bisa loyal? Track recordnya sebagai menteri kabinet Gus Dur dan Megawati jadi catatan. Ini tak mudah membuat partai-partai pendukung Jokowi yang lain memberi ruang yang leluasa buat Yusril.

Waspada dan curiga boleh jadi yang paling dominan. Tapi, kenapa Yusril diterima? Pertama, berpotensi merusak kubu lawan. Kedua, vote getter. Apakah setelah pilpres Yusril tetap dipakai? Tak ada jaminan. Boleh jadi, Jokowi ambil orang lain yang dianggap lebih loyal.

Sementara berpasangan dengan Prabowo, minim logistik. Harus berjuang dari awal. Jika sukses, ada ruang untuk power sharing. Karena dari awal sama-sama merasakan beratnya perjuangan. Jaksa Agung atau Menkumham di depan mata. Tidak sukses? Bubar. Itu risiko perjuangan.

Lalu, Yusril milih mana? Pilih Jokowi, logistik banyak. Tapi dapat kecaman sosial dan punya risiko politik. PBB akan babak belur. Karena melawan mainstream keumatan. Milih Prabowo, logistik cekak, dan harus siap berjuang. Namanya berjuang, mesti siap lapar dan tak ada pembiayaan. Semua ada risikonya.

Soal memilih siapa, itu hak Yusril. Yusril bisa berlabuh ke Jokowi, bisa juga ke Prabowo. Proses politik masih terus berjalan. Setidaknya hingga Desember nanti, di mana tanggal rakornas PBB sudah ditetapkan. Kenapa bulan Desember? Pas waktunya untuk posisioning dan menaikkan harga tawar. Di bulan Desember, dua kubu lagi dalam keadaan tegang.

Mungkin malah panik. Karena persaingan lagi ketat. Yusril dan PBB hadir seperti malaikat membawa berkat.

Saat ini, komunikasi politik masih intens dijalin antara Yusril dengan kedua kubu. Mana yang paling menguntungkan bagi Yusril dan juga PBB, itu yang akan diambil. Kok gak ada ideologinya? Mana idealismenya?

Politisi punya rasionalitasnya sendiri kawan. Jangan pakai ukuran agama jika ingin menilai politisi. Karena bagi mereka, agama itu modal politik. Beda dengan Anda.

Persoalannya tidak kepada “siapa” Yusril akan berlabuh. Dia mau pilih siapa, itu haknya. Undang-undang memberi ruang dan jaminan. Masalahnya justru ada pada “bagaimana” cara Yusril memberikan dukungan. Ini soal akhlak politik dan etika sosial.

Jika seorang gadis milih bujang tapi serta merta menjelekkan lelaki beristri yang melamarnya, tentu tak etis. Atau sebaliknya, gadis itu memilih lelaki beristri tapi dengan cara merendahkan lelaki bujang yang jatuh cinta padanya, ini juga tak berakhlak. Dipastikan gadis ini bukan gadis baik-baik.

Tak layak dijadikan pasangan hidup. Bukan istri yang ideal. Dan banyak gadis cantik, tapi karena tak humanis dalam bersikap, justru bernasib jauh dari jodohnya. Tak ada lelaki mendekat, karena ego dan akhlaknya. Akhirnya, ia menjomblo sampai tua.

Mirip dengan Yusril, jika ia mendukung salah satu capres-cawapres dengan cara mengecam, menghantam dan menghajar capres-cawapres lainnya, ia bisa bernasib seperti gadis yang menjomblo seumur hidup itu. Waspadalah!

Jakarta, 13/11/2018

Tags: PolitikRasionalitasYusril
Share18Tweet11Send
Previous Post

Saudi Sayangkan Pembakaran Bendera Tauhid

Next Post

Palestina Luncurkan 300 Roket, Bis Tentara Israel Terbakar!

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

0
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

8 November 2026
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

8 November 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result