Lund-Swedia, Gontornews — Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh jurnal daring Current Biology menemukan bahwa lalat buah yang hidup di Zimbabwe hidup liar di tumbuhan Marula. Melalui penelitian yang dilakukan terhadap pemilik nama latin Drosophila melanogaster, peneliti mulai berasumsi tentang bagaimana cara hidup lalat di alam luar.
“Jika anda melihat ada lalat berada di atas mangkok di dapur anda, maka anda telah menemukan leluhur kelompok lalat yang pernah hidup bersama buah marula di kedalaman hutan yang jauh,” ungkap salah seorang tim peneliti asal Lund University, Swedia, Marcus Stensmyr sebagaimana dilansir Science Daily.
“Sekitar 10.000 tahun yang lalu, lalat-lalat ini berpindah hingga menjadikan manusia sebagai tetangga mereka serta keturunannya mulai menjajah dunia. Dan hal itu sangat mengejutkan kami,” tambah Stensmyr.
Secara teknis, penelitian ini menggunakan semacam perangkap untuk menemukan lalat liar di pedalaman hutan di Afrika Tengah bagian Selatan. Hasilnya, mereka menemukan lalat buah, dengan cepat, mengerubungi buah marula. Selain ekspansi lalat dari hutan terdalam ke kehidupan domestik manusia, peneliti juga menemukan bahwa lalat buah lebih ‘menyukai’ buah marula ketimbang buah jeruk yang selama ini dianggap mereka sukai.
“(Ketika musim panen berlangsung) lalat hanya ditemukan pada buah marula saja,” jelas Stensmyr.
Selain lalat, buah marula diketahui memiliki keterkaitan erat dengan budaya suku San yang mendiami hutan pedalamaan di Asia Tengah. Suku San hidup pada zaman Peistocene akhir hingga Holosen Awal.
“Suku San jelas menghabiskan banyak waktu untuk mengumpulkan dan mengolak marula sebagai makanan pokok selama berbulan-bulan,”
“Pun demikian dengan lalat buah, suku San nampak sangat mengagumi buah marula ini,” ujar para peneliti sebagaimana dilansir Science Daily.
Penelitian ini juga menjelaskan bagaimana interaksi manusia dengan lalat melalui ‘perantara’ ย aroma buah marula.
“Di lingkungan asalnya, bagaimanapun, lalat buah menunjukkan gaya hidup yang cukup khas yang hanya ditemukan melalui buah marula,” pungkas Steinsmyr. [Mohamad Deny Irawan]





















