Oleh KH Syamsul Hadi Abdan, Pimpinan Pondok Modern Gontor
Untuk meneruskan sesuatu yang sudah berjalan di Gontor ini ternyata tidak mudah, umpamanya seperti yang telah dilaksanakan oleh para pendiri pondok. Salah satunya adalah membuat tahun ajaran baru dengan memakai bulan Syawal, ternyata sangat cocok sekali kalau dihubungkan dengan peristiwa Islam, yang mana tanggal 10 Syawal adalah permulaan tahun ajaran baru, hari liburnya hari Jumat, libur panjangnya bulan puasa, semua itu untuk memperbanyak ibadah. Sekarang sudah banyak yang berubah, dulu awal tahun ajaran baru sekolah umum maupun agama dimulai pada bulan Syawal, sekarang ini menjadi bulan Juli. Tapi Gontor tetap tidak berubah dari prinsipnya, Alhamdulillah masih banyak yang percaya kepada Gontor.
Saat ini, sudah jarang sekali ada lembaga pendidikan yang memakai tahun ajaran baru hijriyah. Untuk mempertahankan seperti ini tidak mudah bahkan jarang sekali lembaga lain mengikuti jejak Gontor, kenapa? Takut tidak ada muridnya.
Sejak Gontor didirikan pada tahun 1926, Gontor selalu menggunakan tahun ajaran Hijriyah dan tetap dilestarikan sampai sekarang. Inilah salah satu langkah dalam meneruskan apa yang dirintis oleh Pendiri. Ini tidak mudah. Untuk menghormati hari Jumat atau Sayyidul Ayyam, Jumat dijadikan hari libur dalam satu minggu.
Di Pondok Pesantren shalat berjamaah pada waktunya selalu dilatih, tidak seperti di luar sudah terpengaruh oleh berbagai penyakit. Alhamdulillah Pondok Pesantren masih bisa melestarikan apa yang telah dirintis oleh Trimurti.
Gontor tidak mengikuti Ujian Nasional seperti yang dicanangkan oleh pemerintah. Gontor mempunyai pedoman sendiri, sejak berdirinya pondok, Trimurti merasa tidak puas akan pendidikan yang ada di Indonesia, maka dibuatlah kurikulum sendiri yang setingkat SMP dan SMA, namanya KMI. Dengan kurikulum dan sistem penerimaan yang diatur sendiri, Alhamdulillah sampai sekarang masih banyak orang yang percaya walaupun di luar banyak perubahan.
Dengan berlainan tahun ajaran yang ada di PMDG dan lembaga lain ternyata membawa berkah bagi para wali santri yang hendak mengunjungi anaknya, apalagi bagi PNS yang mana mereka libur pada hari-hari besar nasional dsb, sehingga mereka tahu apa yang dikerjakan anaknya di Gontor.
Adapun hari libur Islam di PMDG seperti hari raya Idul Adha dan 1 Muharram diisi dengan kegiatan seperti lomba vocal group, lomba bahasa, dsb.
Alhamdulillah di PMDG, semua program bisa berjalan dengan tata cara yang telah dirintis oleh Trimurti, semoga berlanjut sampai pada waktu yang tidak ada batasnya. Aamiin. n
Pusaka, 24 Desember 2010



















