Oleh KH Hasan Abdullah Sahal
ياأيها الإنسان ما غرك بربك الكريم، الذي خلقك فسواك فعدلك.
Wahai manusia apa yang membuat kamu tertipu, terkecoh, tidak ingat kepada Allah?
Di sinilah manusia karena mempunyai sifat yang ke-Allahan, ada anak/orang yang namanya Abdurrahim karena Rahim itu miliknya Allah, Kareem Abdul Karim, Kabir Abdul Kabir, Al Aziz Abdul Aziz dan lain sebagainya. Banyak manusia sombong, terkecoh oleh kesombongannya, terkecoh oleh dirinya, karena dia mendapat sempalan kecil dari asma’ Allah.
Ada orangtua yang menamakan anaknya Abdul Aziz, mudah-mudahan anaknya menjadi hamba yang memiliki sifat Al-Aziz karena Azis sifatnya Allah. Maka, kali ini semuanya saja supaya jangan tertipu oleh namanya, kedudukannya, posisinya, mungkin titelnya, mungkin keturunannya, mungkin gantengnya, gagahnya, (ما غرك بربك الكريم).
Saya mulai dengan ini karena apa? Karena zaman ini, zaman manusia banyak yang sombong, banyak yang congkak, dan orang yang congkak itu biasanya orang yang tidak punya modal atau modalnya terbatas. Orang yang banyak omong, karena pekerjaannya sedikit. Orang yang memuji-muji jasa, karena jasanya sedikit. Orang yang menghitung-hitung hartanya, karena hartanya sedikit. Orang yang menghitung-hitung titelnya, karena titelnya sedikit, sehingga hanya menghitung titel. Orang yang berjasa banyak tidak sempat menghitung jasanya saking banyaknya. Tapi orang yang berjasa sedikit, dari pagi sampai sore dan malam disebutkan jasa-jasanya.
Uusikum wa iyyaya, jangan punya sikap maghrur, tertipu/terkecoh. Terkecoh karena pintarnya, karena gantengnya, karena tampannya, karena cantiknya, karena menariknya, karena, karena, karena…., itu maghrur, gharar.
فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ
Kembali kepada dirimu, sebetulnya kamu itu bukan apa-apa.
هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئًا مَّذْكُورًا
هَلْ أَتَىٰ عَلَى كونتور حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئًا مَّذْكُورًا (kiasan)
Dulu Gontor ghairu mustamal, ghairu mandzur, ghairu masmu, ghairu masyhur, lam yakun syaian madzkuuran, maka kembali pada dirimu! Kamu tuh bukan apa-apa, belum apa-apa, nggak punya apa-apa, dan tidak layak untuk diapa-apakan! Modalmu apa untuk sombong? Modalmu apa untuk merasa cukup? Modalmu apa untuk pamer? Modalmu apa untuk unjuk diri, unjuk penampilan, modalmu apa? Padahal itu semua hanya pinjaman, hidup ini adalah pinjaman dari Allah SWT. Yang namanya pinjaman, waktu dicabut, maka semuanya hilang. Hanya mengingatkan saja, uusikum wa iyyaya bahwa apa yang di dunia ini banyak tipuannya. []





















