Ponorogo, Gontornews — Belakangan ini kehadiran pondok pesantren terus diincar sejumlah orangtua untuk menyekolahkan anaknya. Salah satu faktanya yakni membludaknya jumlah calon santri yang ingin mendaftar ke Pondok Gontor.
Lantas, jika sudah diterima apakah anak akan langsung senang tinggal di pondok? Pasalnya, hidup di pondok pesantren sangat berbeda dengan hidup di rumah. Di pondok para santri dituntut untuk mandiri alias mengerjakan semuanya sendiri.
Karenanya, dibutuhkan tekad yang bulat, kesabaran, serta keikhlasan dalam menjalaninya. Untuk itu para santri juga wali santri perlu membaca beberapa tips jitu agar santri bisa betah di pondok, sebagaimana yang akan dipaparkan di bawah ini.
Kepada Gontornews.com, Alex Kusdiantoro, wali santri Pondok Modern Darussalam Gontor Putri, menuturkan bahwa orangtua harus terus memberi semangat saat anaknya mondok.
“Selain itu, orangtua terus maksimal penuhi kebutuhan anak dan mengenali temannya,” ujar ayah dari santriwati, Dzakiyyah Ali Najah.
Sebab teman ibarat kaca. Jika temannya baik, maka akan baik pula perangai anaknya. Usahakan anak bisa mendapatkan teman yang tulus dan tentu baik akhlaknya.
Ketika anak sudah mondok, orangtua sebaiknya mengatur volume kunjungannya ke pondok, minimal sebulan sekali. Agar anak bisa lekas beradaptasi dengan lingkungan barunya dan lupa dengan rasa kangennya dengan keluarga.
“Kemudian, santri juga bisa mencari kesibukan dengan mengikuti ragam kegiatan seru yang ada di pondok,” jelas Sefrina SHI, pengasuh Daarul Qur’an, Jakarta, kepada Gontornews.com. Santri bisa mengikuti beberapa kegiatan seperti, pramuka, olahraga, pidato, mengaji, dan ajang pelatihan lainnya.
Sebagaimana diamini H Khoirul Fata, Lc, MPd, pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqoddasah, Ponorogo, “Aktif berkegiatan bisa mengasah mental dan karakter mandiri.” Karena kegiatan yang ada akan banyak menuntut kemandirian, melatih mental kepemimpinan, mengasah bakat dan kreativitas, dan memperbanyak teman.
Berikut tips agar santri betah di pondok ala H Khoirul Fata, Lc, MPd:
- Niatkan mondok/nyantri untuk mengharap ridha Allah SWT. Karena setiap proses pendidikan dan pengajaran di pesantren di desain khusus sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Aktif mengikuti setiap kegiatan pesantren. Sehingga mental dan karakter mandiri semakin terasah.
- Membuka diri, berinteraksi dengan sesama santri, para guru, dan pengasuh.
- Jadikan guru dan pengasuh sebagai orangtua. Teladani mereka karena pada hakikatnya murid bernasab pada gurunya.
- Sering-sering membaca biografi ulama dan resapi perjuangannya dalam proses thalabul ilmi.
- Mengatur kunjungan orang tua pada volume yang wajar. Minimal satu bulan sekali guna melatih kemandirian.
- Kutip perkataan-perkataan motivasi dari al-Qur’an, al-Hadist, atau perkataan ulama, dan jadikan prinsip hidup.
- Yakinlah bahwa proses yang lelah akan berbuah kenikmatan, “wa ma ladzzatu illa ba’da ta’bi”.<Edithya Miranti>


















