Jakarta, Gontornews—Di depan para muktamirin Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin mengungkapkan kegembiraannya karena diundang Ormas Islam Al Ittihadiyah untuk membuka Muktamarnya yang ke 19. “Saya merasa sangat bergembira karena saya diundang sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia dan dipercayakan untuk membuka Muktamar bagi semua organisasi Islam untuk yang pertama kalinya.” Ini penghormatan yang luar biasa bagi MUI dan saya,”tuturnya dalam sambutan pembukaan Muktamar Al Ittihadiyah yang ke 19 di Bogor 28/11/2016.
Di hari yang sama 28/112016 sebelum menghadiri pembukaan Muktamar Al Itihadiyah, kiai yang juga menjabat sebagai Rois Am PBNU itu menggelar konferensi pers bersama Kapolri, GNPF MUI di Kantor Pusat MUI terkait kesepakatan aksi damai 2/12 nanti. “Tadi siang ba’da zhuhur kami baru saja bersama Kapolri dan bersama tokoh-tokoh dari GNPF MUI Habib Riziq dan lain-lain telah memperoleh kesepakatan yang tadinya tegang. Awalnya, GNPF maunya di Jalan Thamrin kemudian dari Kapolri maunya di Masjid Istiqlal,”bebernya.
Lanjut beliau menceritakan pada akhirnya kedua-duanya sepakat bahwa aksi bela Islam ke 3 disepakati diadakan di Monas dimulai jam 08.00 pagi sampai Sholat Jum’at di Monas. Dan semuanya disediakan oleh Polri. Speakernya pengamanannya, Wc wcnya dan seterusnya dan kapolri memerintahkan kepada Kapolda di seluruh Indonesia untuk tidak melarang bis-bis yang akan dipakai dan supaya dibantu. “Terimakasih Kapolri. Ini kerjasama yang luar biasa. Mudah-mudahan hari Jumat itu juga hari awal daripada kesatuan dan persatuan khususnya antara ulama dan umara. Amin,”harapnya.
Karena itu cicit dari Syeikh Nawawi Al Bantani itu mengusulkan supaya kekompakan dan kesatuan dan kebinekaan di negara kita ini semakin kokoh
maka dari ini merupakan awal daripada rujuk nasional. “Dan nanti tanggal 2 secara bersama-sama saya usulkan untuk diadakan dialog nasional dari seluruh elemen bangsa untuk kita mencari solusi dan menyamakan persepsi dalam rangka mengawal NKRI kita. Ini baru pertamakali dan alhamdulillah MUI dapat memfasilitasi adanya penyamaan pendapat antara POLRI dengan Pengawal Fatwa MUI,”ungkapnya bahagia. (Muhammad Khaerul Muttaqien)





















