Aceh, Gontornews — Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh yang merupakan lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah Aceh menggelar kegiatan Lailatul Qur’an yaitu mabit semalam dengan Al Qur’an di Kompleks Markas Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Sabtu (31/3/2018) malam.
Kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa, civitas akademika ADI dan pengurus Dewan Dakwah Aceh itu dimulai bakda shalat isya dan berakhir hingga menjelang tibanya waktu shalat subuh. Dan didalamnya terdapat beberapa agenda, diantaranya adalah tasmi’ (memperdengarkan) hafalan al qu’an dihadapan para peserta dan musabaqah tahfizhul qur’an.
Kemudian dilanjutkan dengan qiyamul lail (tahajud bersama) dan diakhiri dengan tausyiah muhasabah oleh Ustad Muhammad Muslem Lc MA hingga menjelang waktu subuh. “Laylatul qur’an merupakan kegiatan rutin bulanan yang diselenggarakan oleh Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh sebagai rangkaian dari program tahfizul qur’an yang terdapat dalam kurikulum ADI dalam rangka mengkader para calon dai,” kata Koordinator Tahfizul Qur’an ADI Aceh, M Reza Adlani, S.Sos.
Alumni STID Mohd. Natsir Jakarta ini mengungkapkan kegiatan itu bertujuan untuk menguji kematangan hafalan dan mempersiapkan mental para dai sebelum berdakwah di masyarakat, terutama saat menjadi imam.
Selain itu banyaknya hafalan al quran belum tentu dapat dibacakan seluruhnya dengan baik dan benar di dalam shalat maupun dihadapan para mad’u saat beristidlal (berdalil), apabila tidak diiringi dengan latihan yang kontinue.
Ia menambahkan acap kali para dai terlihat grogi saat membacakan hafalannya di dalam shalat maupun dihadapan orang lain. Oleh karena itu para calon da’i perlu kiranya memperbanyak latihan bacaan dan hafalan qur’anya agar terbiasa dan lebih percaya diri saat membacakannya dihadapan khalayak ramai. [fathur]


















