Masjid pertama di ibukota Yunani, Athena, akan dibuka dalam beberapa bulan mendatang. Ini merupakan buah perjuangan puluhan tahun minoritas Muslim di negara itu.
“Kami berharap shalat pertama akan dilakukan pada bulan September,” kata Menteri Pendidikan dan Agama Kostas Gavroglou, Jumat (7/6), seperti dikutip dw.com.
Menteri itu mengunjungi masjid yang hampir selesai, yang dirancang untuk menampung sekitar 350 orang, di pinggiran pusat kota bersama anggota komunitas Muslim setempat.
“Athena akhirnya memiliki masjid bagi umat Islam,” katanya, menurut penyiar radio Athena 984.
Parlemen menyetujui rencana pembangun masjid pada tahun 2016 sebagai respons terhadap munculnya tempat-tempat ibadah (ilegal) di seluruh Athena dan daerah sekitarnya.
Athena merupakan satu-satunya ibukota Eropa tanpa masjid resmi. Oposisi dari kaum konservatif Yunani dan Gereja Ortodoks telah menggagalkan upaya-upaya untuk pembangunannya.
Dewan eksekutif yang ditunjuk pemerintah akan mengawasi masjid ini dan memilih imamnya. Khutbah hanya akan diizinkan dalam bahasa Yunani, kata kementerian itu, tetapi doa-doa itu diharapkan dilakukan dalam bahasa Arab.
“Saya ingin memulai dengan berterima kasih kepada Allah bahwa kita akhirnya memiliki sebuah masjid di mana kita dapat melakukan shalat, dapat berkumpul, dan dapat berbicara,” kata Zaki Mohamed, yang akan menjadi imam pertama masjid.
Sementara itu, Ashir Haidar, seorang perwakilan dari komunitas Muslim Syiah Yunani, mengatakan masjid itu merupakan “hadiah besar dari negara Yunani kepada komunitas Muslim di Athena.”
Yunani menghancurkan masjid-masjidnya setelah mendeklarasikan kemerdekaan dari Kekhalifahan Turki Utsmani (Ottoman) pada tahun 1821. [RM]


















