Michigan, Gontornews — Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para pakar dari Michigan State University menemukan bahwa bayi yang memiliki masa tidur yang kurang cenderung memiliki gerakan yang kurang aktif. Para peneliti bersepakat setidaknya, seorang bayi umur 6 bulan menghabiskan waktu 12 jam sehari untuk tidur.
“Kami tahu bahwa tidur berpengaruh pada aktivitas fisik dan pertumbuhan anak-anak tidak seperti orang dewasa atau pun orang tua,” ungkap asisten profesor kinesiologi Harvard Medical School, St Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Janet Hauck.
“Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan keduanya bisa muncul pada periode tumbuh kembang bayi,” tambah Hauck sebagaimana dilansir Science Daily.
Penelitian yang dilakukan Hauck terkait dengan efek aktivitas fisik di periode tumbuh kembang bayi. Secara khusus, Hauck meneliti tentang aktivitas fisik yang dilakukan bayi kala tengkurap dan melakukan pengawasan tentang keterampilan motorik yang dilakukan.
“Meskipun kita tidak memiliki bukti bahwa posisi tengkurap bayi dapat mempengaruhi kualitas tidur, tetapi tengkurap dapat meningkatkan aktivitas fisik sekaligus meningkatkan berat badan sehat pada bayi,” tambah Hauck dalam penelitiannya yang berjudul A comparison of low-intensity physical activity, growth, and sleep behavior in 6-month old infants.
Dalam penelitian yang melibatkan 22 bayi berusia 6 bulan itu berat badan dan panjang juga mendapatkan pengamatan khusus dari peneliti. “Bayi yan gkuran tidur selama 24 jam dan memiliki jumlah tidur malam yang sedikit, umumnya tidak terlalu aktif di siang hari,” kata Hauck.
Bayi yang tidur setidaknya 12 jam per hari memiliki berat badan yang baik ketimbang bayi yang tidak mendapatkan porsi tidur yang tidak cukup. Hal ini yang kemudian membuat para orang tua ‘baru’ perlu menyadari tentang perubahan perilaku pada putra/putrinya.
“Orang tua perlu memperhatikan ‘jatah waktu’ 12 jam tidur bagi bayi dan memprioritaskan hal tersebut.”
“Sementara si kecil terjaga, mereka harus mendorong aktvitias fisik saat berinteraksi dengan bayi baik di lantai atau mengajarkan mereka untuk tengkurap beberapa kali sehari,” pungkas Hauck. [Mohamad Deny Irawan]
























