New York, Gontornews — Seorang ilmuwan peneliti akun publik tentang kasus Covid-19 melaporkan, Kamis (18/11/2021), bahwa penyelidikan badan kesehatan dunia, WHO, yang berpengaruh kemungkinan besar membuat kronologi awal pandemi yang salah. Analisis baru menunjukkan bahwa pasien pertama yang mengalami infeksi Covid-19 adalah seorang pedagang di pasar hewan Wuhan dan bukan seorang akuntan.
Laporan tersebut akan menghidupkan kembali perdebatan tentang apakah pandemi ini berasal dari satwa liar yang dijual di pasar, kebocoran dari laboratorium virologi Wuhan atau dengan cara lain. Pencarian asal-usul bencana kesehatan masyarakat terbesar dalam satu abad telah memicu pertempuran geopolitik.
Seorang ahli terkemuka, Michael Worobey, menemukan perbedaan waktu dengan menyisir apa yang dipublikasikan di jurnal medis. Worobey sendiri melacak evolusi virus di Unversity of Arizona. Dari penelusurannya, mereka memiliki dua infeksi pertama yang terdokumentasi.
Worobey berpendapat bahwa hubungan vendor dengan Pasar Grosir Makanan Laut Huanan dan analisa baru tentang koneksi pasien rawat inap paling awal ke pasar menunjukkan bahwa pandemi berawal dari sana.
“Di kota bependuduk 11 juta orang ini, setengah dari kasus awal terkait dengan tempat sebesar lapangan sepakbola,” kata Dr Worobey sebagaimana dilansir New York Times.
“Menjadi sangat sulit untuk menjelaskan pola itu jika wabah tidak dimulai dari pasar,” tambah Worobey.
Beberapa ahli mengatakan bahwa pekerjaan investigatif Dr Worobey baik saja dan kasus Covid-19 pertama yang mereka ketahui kemungkinan besar adalah penjual makanan laut.
Namun, beberapa dari mereka mengatakan bahwa masih banyak bukti yang belum cukup untuk meyakinkan bahwa Covid-19 ini berasal dari pasar hewan Huanan.
“Saya tidk setuju dengan analisis tersebut,” kata ahli virologi di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson, Jesse Bloom..
“Tapi saya tidak setuju bahwa ada data yang cukup kuat atau cukup lengkap untuk mengatakan sesuatu dengan sangat percaya diri, selain itu Pasar Makanan Laut Huanan jelas merupakan peristiwa yang sangat menyebar,” sambung Bloom. [Mohamad Deny Irawan]






















