pesanan-baju-kaos
35 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 6 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Awasi Pemilihan Wakil Gubernur!

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
7 years ago
in Kolom
0
Jaga Ibukota, Anies Siaga 24 Jam

Rumit dan berbelit-belit! Itulah kesan pemilihan wakil gubernur DKI, dan wakil kepala daerah pada umumnya. Pemilihan Wagub DKI hingga hari ini belum tuntas. Begitu juga Wabup di Kabupaten Bekasi.

Mengacu pada UU No 10 Tahun 2016 dan PP No 12 Tahun 2018, wakil kepala daerah akan dipilih oleh DPRD berdasarkan dua calon rekomendasi dari koalisi partai pengusung yang diajukan oleh kepala daerah. Itu jika Paslon diusung oleh partai. Kepala daerah ini bisa gubernur, bupati atau walikota.

Sistem pemilihan wakil kepala daerah sebagaimana diatur oleh UU No 10 Tahun 2016 yang secara teknis dijabarkan mekanismenya dalam PP No 12/2018 tersebut ada banyak kelemahan. Pertama, pemilihan wakil kepala daerah tidak lagi melibatkan rakyat. Tapi ada tiga pihak yang terlibat: partai koalisi, kepala daerah dan DPRD. Suara rakyat terabaikan.





Jika mengacu pada demokrasi, suara rakyat semestinya menjadi acuan. Tidak perlu pemilu lagi. Panjang prosesnya dan menelan banyak biaya. Mekanisme yang paling mudah, singkat dan tidak memakan banyak biaya (besar) adalah mengangkat “calon kepala daerah yang dapat suara terbanyak urutan nomor dua saat pilkada” sebagai wakil.

BACA JUGA

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Lazimnya pilkada ada sejumlah Paslon. Calon kepala daerah yang kalah dan perolehan suaranya dapat urutan kedua inilah yang mestinya diangkat jadi wakil kepala daerah jika terjadi kekosongan wakil tersebut. Mereka dapat suara terbanyak kedua. Legitimed, karena hasil pilihan rakyat. Suara dan dukungannya dari rakyat. Bukan pilihan DPRD.

Takut tidak nyambung dengan kepala daerah karena tak dipasangkan dari awal dan malah jadi lawan politik? Apakah selama ini partai memasangkan Paslon karena faktor nyambung dan saling melengkapi di antara keduanya? Tidak! Rakyat tahu bukan itu pertimbangannya. Lebih karena faktor popularitas dan kemampuan logistik yang jadi pertimbangan utamanya. Bukan soal nyambung atau tidak. Jadi tidak ada urusannya dengan skill yang saling melengkapi.



Kriteria parpol mencari kandidat umumnya didasarkan pada kekuatan logistik dan popularitas. Adalah calon kepala daerah yang mempunyai uang banyak dan didukung wakilnya yang populer. Maka, rakyat seringkali disuguhi calon kepala daerah seorang pengusaha dan wakilnya seorang artis. Yang penting bagi partai itu mendapatkan uang dan menang. Tidak lebih dari itu. Ini terjadi karena cost politik sangat tinggi, partai butuh uang dan tak punya kader. Karena hampir tak ada pola dan mekanisme perkaderan yang terstruktur dan sistemik di dalam partai.

Kelemahan yang kedua, mekanisme pemilihan wakil kepala daerah berbelit dan rumit. Sejumlah parpol koalisi harus berdebat dulu di internal dengan membawa agenda masing-masing partai. Kasus di DKI mestinya membuat kita semua sadar dan melakukan evaluasi. Gerindra dan PKS sempat ribut dan memakan waktu cukup lama untuk menyudahi tarik menarik kepentingan kedua partai sebelum akhirnya reda setelah dua nama dari kader PKS diajukan.

Di Bekasi, baru Golkar yang memberi rekomendasi kepada dua calon yaitu Tuti Nurkholisoh Yasin (Adik kandung terpidana Meikarta Neneng Hasanah Yasin) dan Ahmad Marzuki, pengusaha limbah industri yang pada tahun 2017 kemarin gagal nyalon bupati di Karawang bersama Miing Bagito. Sementara PAN, Hanura dan Nasdem belum memberikan rekomendasi hingga hari dimana sidang paripurna DPRD sudah seharusnya dilaksanakan.

Tarik menarik antar parpol koalisi bisa memakan waktu lama, dan bahkan bisa jadi deadlock. Sudah hampir setahun Anies Baswedan sendirian memimpin DKI. Siapa yang dirugikan? Rakyat!
Belum lagi adanya peluang dan dugaan “undertable transaction” di DPRD. Seperti kasus di Bekasi, anggota partai oposisi berjumlah 34 orang dari 50 anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Begitu juga yang ada di DKI. Sebanyak 88 dari 106 anggota DPRD dari partai oposisi. Mayoritas! Mereka harus memilih calon yang bukan dari partainya. Emang mau gratis?

Di sini, peluang untuk bertransaksi sangat besar. Apalagi di antara para anggota DPRD banyak yang sebentar lagi pensiun. Sekitar tiga bulan lagi masa jabatannya berakhir dan tidak lagi terpilih jadi anggota dewan. Wajar kalau ingin uang pensiun dong… Wajar atau kurang ajar? Jika para anggota DPRD tak setuju terhadap dua calon yang diajukan, cukup gak datang di sidang paripurna. Tidak setuju atau tidak deal?

Nah, publik curiga kan? Dua kali sidang tidak kuorum, calon harus dikembalikan ke partainya. Dan ini yang kemungkinan akan terjadi. Molor lagi! Sementara rakyat tak terlibat dan tak tahu apa-apa. Padahal, ini akan merugikan rakyat. Di DKI, sidang paripurna DPRD belum diadakan hingga hari ini. Masih ribut soal tatib. Tatib selesai, baru paripurna. Syarat paripurna harus kuorum. Kalau di sidang paripurna dua kali nanti tidak kuorum, patut rakyat mencurigai.

Apakah karena para anggota DPRD tidak terima dua calon yang diajukan PKS yaitu Ahmad Saikhu dan Agung Yulianto? Atau karena hasil komunikasi politik di meja belakang “No Deal”? Kalau faktor kedua yang jadi sebabnya, ini ujian buat kedua kader PKS ini. Larut dalam transaksi, atau tetap mempertahankan integritas moralnya dengan menolak transaksi apapun jika ada. Ini taruhan juga buat PKS yang sedang berupaya mengembalikan citranya sebagai partai yang bersih.

Dua hal di atas menunjukkan adanya kelemahan serius dalam mekanisme pemilihan wakil kepala daerah. Ini harus diatasi dan diperbaiki. Caranya? Lakukan revisi UU No 10 Tahun 2016 dan secara otomatis juga merevisi PP No 12 Tahun 2018. Perlu ada perubahan terhadap mekanisme pemilihan wakil kepala daerah. Tidak lagi di sidang paripurna DPRD, tetapi kembalikan kepada rakyat.

Caranya mudah dan tak butuh waktu lama. Juga tak membuka peluang money politik. Yaitu, melantik “calon kepala daerah” yang saat pilkada mendapatkan jumlah suara terbanyak kedua sebagai wakil. Itu suara rakyat yang dipakai dan yang pasti tidak berbelit-belit, tidak berlama-lama dan tidak membuka peluang transaksi haram, baik di partai koalisi maupun ketika sidang paripurna di DPRD. Mekanisme ini juga bagus kalau diberlakukan untuk mengisi jabatan wakil presiden jika mengalami kekosongan.

Tags: GantiWakil BupatiWakil GubernurWakil Presiden
Share17Tweet11Send
Previous Post

Dianggap Pengkhianat Seorang Saudi Diusir di Yerusalem

Next Post

UEA Tegaskan Tetap Bersama Koalisi di Yaman

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

1 November 2026
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

30 October 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

0
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

0
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

0
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

5 November 2026
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

5 November 2026
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

5 November 2026
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

5 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result