Jakarta,Gontornews— Pola hidup bersih dan sehat merupakan cara yang paling utama untuk menjaga diri dari virus corona atau Covid-19. Hal ini dapat dimulai dari cara cuci tangan yang benar, menurut penjelasan dari Koordinator Medis Aksi Cepat Tanggap dr. Rizal Alimin yang juga mengatakan bahwa sumber penularan pada diri paling utama berawal dari tangan.
“Cegah Corona dengan pola hidup bersih dan sehat. Percuma kalau kita pakai masker, namun tangan kita tidak bersih dan sering menyentuh muka, menurunkan masker, mengenakan masker,” terang dokter Rizal. Senin (2/3).
Hal utama yang harus masyarakat pahami, lanjut dokter Rizal, penyebaran virus corona terjadi karena droplet (air liur) terinfeksi. Sebab itu, masyarakat harus menerapkan etika batuk dan bersin serta selalu menjaga kebersihan tangan.
Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah itu juga mengatakan, daya tahan tubuh yang kuat tidak akan membuat seseorang mudah terserang Covid-19.
“Untuk kebal terhadap penyakit, kita harus meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara makan makanan bergizi, cuci tangan, dan menghindari bepergian atau kontak dengan banyak orang,” jelasnya.
Awal Februari lalu, ACT juga telah melangsungkan sejumlah aksi seperti pembagian masker di Bandara Soekarno Hatta, bekerjasama dengan mitra internasional dalam penanggulangan Covid-19, dan pengiriman belasan ribu masker untuk WNI di negara-negara waspada dan siaga.
Selain itu, Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) juga menggelar Ngobrol Asik Siaga Bencana (Ngobrass) terkait Covid-19. Dalam Ngobrass kala itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarang mencerna informasi yang tidak valid.
Direktur DMII Wahyu Novyan mengatakan, sebagai lembaga edukasi kebencanaan, DMII bertanggung jawab menyampaikan informasi benar untuk masyarakat, termasuk saat mewabahnya kabar Covid-19 ini.
“Sebab itu kami mengadakan Ngobrass, Ngobrol Asik Siaga Bencana di ruang publik, agar masyarakat juga mudah mengakses informasi ini,” kata Wahyu. DMII pun membuka kesempatan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meluaskan informasi terkait kesiapsiagaan bencana. []






















