Jakarta, Gontornewd — Betulkah massa 411 bergerak dan terprovokasi berdasar video yang katanya di edit oleh Buni Yani?
Berikut hasil penelusuran netizen Setia Lesmana:
Saya iseng nge-cek sebenarnya berapa kali sih video Buni Yani ini di share dan di views? Dua elemen ini adalah hal dasar
Faktanya begini, Video Buni Yani di share oleh 10.750 shares dan di views oleh 317.106 (data 7/11 jam 16.30)
Bandingkan dengan video2 di youtube yang menayangkan Video Ahok di Kepulauan Seribu secara full, seperti link berikut :
https://youtu.be/N2Bn5JKTGkI
–> divideo ini viewers nya sebanyak 435rb views
https://youtu.be/8hAZzCV7l3U
–> divideo ini viewers nya sebanyak 729rb views
Atau di link video ini:
https://youtu.be/dkeOkOmd6_Y
–> bahkan didivideo versi lengkap ini viewers nya sebanyak 6,15 juta views
Sayangnya video awal yang berasal dari Pemprov DKI sudah tidak saya temukan di channel Youtube Pemprov DKI, entah sengaja terhapus atau saya yang tidak pandai mencarinya.
Dengan logika sederhana saja, artinya impact dari video Buni Yani tidak begitu besar karena nyatanya masyarakat lebih banyak yang melihat langsung video full ahok dibandingkan video dari Buni Yani.
So, mendiskreditkan Buni Yani adalah upaya memperkeruh proses hukum dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Tuduhan tidak mendasar dan Buni Yani harus melawan.
Gimana komentar teman2 yang aktivis pesbuk or youtube?[Setia Lesmana]





















