Sejak awal proklamasi kemerdekaan Indonesia, umat Islam telah menunjukkan toleransinya yang sangat besar terhadap non-Muslim. Kaum Muslim di Indonesia pun telah menyetujui dihapusnya peraturan-peraturan yang mewajibkan menjalankan syariat Islam di Tanah Air.
Hal itu tiada lain adalah bentuk, tenggang rasa dan toleransinya kepada non-Muslim. Sejak saat itu mata kita semakin dimanjakan dengan banyaknya tampilan gereja-gereja besar di sepanjang jalanan kota bahkan di ibukota Jakarta. Gereja-gereja tersebut ada yang berdiri dari sepanjang kawasan Senen hingga Jatinegara dan masih banyak lagi.
Dan dari sekian banyak lokasi stategis yang mereka pilih untuk membangun gereja, yang paling menarik perhatian warga adalah gereja yang berdiri tepat di samping Masjid Istiqlal. Yakni gereja terbesar di Indonesia Gereja Katedral di kawasan jalan protokol ibukota Jakarta.
Tak cukup sampai di situ. Ketika mereka melaksanakan acara kebaktian dan jamaah mereka melimpah hingga ke luar gereja, umat Muslim justru membantunya. Muslimin Indonesia mengizinkan jamaah non-Muslim tersebut untuk parkir kendaraan di kawasan Masjid Agung Istiqlal.
Masjid yang dijadikan icon masjid nomor satu di Indonesia dan bersedia meminjamkan lahan parkirnya untuk beribadah umat beragama lainnya. Sungguh sangat toleran dan mulia sekali hati kaum Muslimin di Tanah Air ini.
Ini adalah salah satu bukti nyata betapa tolerannya umat Muslim kita. Negeri yang disebut-sebut memiliki warga negara yang mayoritas Muslim, namun tidak pernah sedikit pun menggubris kenyamanan umat beragama lainnya untuk beribadah. Bahkan diizinkan mendirikan tempat peribadatannya di mana saja mereka suka.
Sejatinya, sikap toleransi tersebut sudah ada dan dipelihara sebelum kemerdekaan Indonesia. Di mana kita telah bersedia untuk tidak menjadikan negara ini sebagai negara Islam. Hanya jumlah mayoritas warga negaranya saja yang Muslim namun ini bukanlah negara Islam.
Andai saja ini adalah negara Islam tentunya gereja dan tempat peribadatan non-Muslim seperti contoh-contoh di atas pasti sudah dipindahkan atau mungkin dilarang untuk dibangun. Sebagaimana yang terjadi di negara Muslim lainnya, seperti di Arab Saudi dan lainnya.
Di lain sisi, tidak terlihat keberimbangan atas toleransi yang diberikan kepada non-Muslim. Berkali-kali Muslim Indonesia diserbu. Seperti kasus di Ambon, Poso, dan terakhir di Tolikara. Banyak korban yang berjatuhan dari serangkaian penyerbuan tersebut.






















