Cirebon, Gontornews – Ustadz Yahya Zainul Maarif atau yang akrab disapa Buya Yahya melayangkan protes keras terhadap pemberitaan menyimpang yang ditayangkan oleh salah satu televisi nasional. Dalam klarifikasi yang disampaikan melalui laman Al-Bahjah TV, Buya Yahya meminta media televisi nasional agar menjadi pemersatu bangsa bukan menjadi pengadu domba.
“Sudah kami wanti-wanti kemarin, hati-hati kamu wartawan ini sebab bersatunya umat kalau engkau benar. Tapi kalau engkau tidak benar, menjadi sebabnya kerusakan ini,” ungkap Buya Yahya dalam klarifikasinya tentang tagline salah satu media televisi nasional berjudul ‘Ulama Cirebon Tidak Mendukung Aksi 112’ di Al-Bahjah TV, Jumat (10/2) yang lalu.
Berikut pernyataan lengkap Buya Yahya di Al-Bahjah TV:
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Alhamdulillah wassholatu wassalam ala rasulillah sayyidina muhammad bin abdillah wa ala alihi wa ashabihi wa mawwalah . Amma ba’du.
Yang kami cintai para perindu perdamaian dan kemuliaan. Semoga Allah memberikan perdamaian dalam diri keluarga anda. Terima kasih atas kesiapan anda untuk mendengar beberapa menit apa yang kami sampaikan.
Sungguh, kebaikan dengan kebaikan bisa menjadi permusuhan karena adanya fitnah. Dan dari dulu, kami juga menghindari dan tidak mau kalau kami diminta untuk wawancara dalam acara apapun dengan para stasiun-stasiun televisi karena kami khawatir ada kalimat yang terpotong kemudian kalimat itu merugikan kami atau merugikan orang lain atau merugikan siapapun sementara kami tidak bisa mengklarifikasi karena kami tidak punya media.
Akan tetapi begitulah Allah atur di hari kemarin, kami harus berwawancara dengan beberapa wartawan yang juga didampingi oleh pihak kepolisian ke tempat kami. Dan kami sudah mewanti-wanti agar tidak memberitakan, memotong berita ini. Kalaupun dipotong, hendaknya potongannya tidak menjadi fitnah atau prasangka buruk.
Sudah kami wanti-wanti dan berulang kami wanti-wanti akan tetapi kenyataannya adalah kami dikagetkan dengan berita yang diekspos di media televisi nasional ataupun lokal yang sangat bertentangan, dan bukan sekedar berbeda, dengan apa yang kami sampaikan, di antaranya dan banyak di situ anda lihat sendiri, kami tidak ingin merinci dalam klarifikasi singkat ini, di antaranya adalah sebuah televisi dengan tagline ‘Ulama Cirebon Tidak Mendukung Aksi 112’.
Nah ini kan membuat fitnah dan gambarnya gambar kami. Ini membuat fitnah dan ini berbahaya. Kemudian di situ juga ada omongan kami yang dipotong, hanya dipotong sesuai dengan keinginannya. Dan potongan itu sangat berbahaya. Sangat berbahaya, anda bisa dilihat di situ, anda cermati sendiri, kami mengajak anda untuk jujur untuk menilai.
Dan alhamdulillah, kami punya videonya lengkap dari awal hingga akhir, anda bandingkan. Kami digolongkan sebagai ulama, kami santri. Alhamdulillah husnudzon kami dianggap ulama. Kami menghormati ulama-ulama kami, kami menghormati pejuang-pejuang kami.
Ternyata, adanya berita semacam itu, ini merugikan. Merugikan ulama, merugikan umat Nabi Muhammad SAW yang perlu kami cermati di sini adalah adanya media yang semacam ini. Yang biasa memberitakan berita seperti itu dan membuat fitnah, membuat permusuhan. Ini yang perlu dicermati dan ini bahaya sekali.
Maka kami menghimbau kepada siapapun yang kompeten untuk bisa mewaspadai adanya media yang seperti ini, kalau bisa diselesaikan. Anda banding berita yang mereka ekspos dan banding dengan video yang juga kami punya. Maka anda banding lalu anda simpulkan. Dan kami mohon bagi siapapun yang memiliki kemampuan untuk berjihad untuk menyelesaikan dan media inilah yang jadi perpecahan umat ini.
Umat ribut karena media semacam ini. Media-media yang mempunyai kalimat-kalimat yang menimbulkan fitnah dan prasangka buruk dan adu domba. Sudah kami wanti-wanti kemarin, hati-hati kamu wartawan ini sebab bersatunya umat kalau engkau benar. Tapi kalau engkau tidak benar, menjadi sebabnya kerusakan ini.
Akan tetapi kenyataannya, sudah kami ancam semacam itu, masih ada muncul berita yang semacam itu. anda lihat sendiri wahai hamba Allah yang kami cintai. Kami menghimbau untuk semuanya bisa tulus, jujur kepada Allah SWT, kepada dirinya sendiri dan sungguh kami sangat rindu perdamaian, persatuan negeri ini.
Semoga Allah menjauhkan negeri ini dari pertumpahan darah, dan semoga Allah menjauhkan negeri ini dari permusuhan. dan semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba yang saling mencintai karena Allah, karena Allah, karena Allah.
Wallahu a’lam bissowab
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Untuk melihat video ‘media pelintir berita’ dan klarifikasi resmi buya Yahya silahkan klik: https://www.youtube.com/watch?v=A4F2g7JfPWw. [Mohamad Deny Irawan/Rus]

















