Shanghai, Gontornews — Otoritas tembakau Cina meminta platform bisnis E-Commerce menutup toko online yang menjual produk-produk rokok elektronik, Sabtu (02/11). Langkah ini diperlukan untuk menghentikan pembelian rokok elektronik secara online oleh anak di bawah umur.
“(Pelarangan penjualan rokok elektronik di internet untuk) lebih memperkuat perlindungan kesehatan fisik dan mental anak di bawah umur,” kata Otoritas tembakau Cina sebagaimana dilansir Reuters.
“(Regulator) juga mendesak produsen rokok elektronik, pengecer atau penjual individu untuk menutup situs web atau menutup saluran penjualan online untuk sementara waktu,” tambah keterangan resmi otoritas Cina tersebut.
China Tobacco sendiri merupakan lembaga pemerintah yang mengendalikan penjualan serta distribusi segala bentuk produk tembakau di seluruh negeri. Unit ini menghasilkan sekitar 6 persen pendapatan pajak negara dari sektor tembakau.
Cina sendiri merupakan rumah yang ramah bagi lebih dari 300 juta perokok di seluruh negeri. Cina pun menjelma menjadi pasar rokok terbesar di dunia.
Dalam beberapa tahun terkahir, pengusaha pemula di Cina mengambil modal ventura dan meluncurkan produk dengan karakteristik desain yang mirip dengan rokok elektronik yang dibuat oleh Juul, perusahaan rokok elektronik yang didukung oleh Altria Group Inc.
Jull berhasil menyapu bersih pasar rokok elektronik di Amerika Seriakt dengan membuat bentuk rokok elektronik yang praktis namun dengan formulasi garam nikotin yang kuat.
Meski demikian, perusahaan-perusahaan rokok elektronik yang beredar di Cina saat ini berada di wilayah abu-abu karena pemerintah belum memiliki aturan yang menetapkan standar pembuatan ataupun penjualan rokok elektronik dengan batas garam nikotin yang aman. [Mohamad Deny Irawan]


















