Menaka, Gontornews — Sebanyak 53 tentara tewas dalam sebuah serangan bom bunuh diri di Indelimane, Menaka. Selain puluhan tentara, seorang warga sipil dan tiga pembom juga tewas.
Menteri Komunikasi Mali, Yaya Sangare dalam aku twitternya mengatakan puluhan tentara tersebut tewas dalam sebuah pos militer di wilayah yang berbatasan dengan Niger. Serangan itu, merupakan salah satu yang paling mematikan yang menargetkan pasukan.
Dia juga mengatakan saat ini situasi telah dikendalikan. Pencarian dan proses mengidentifikasi mayat masih terus berlanjut.
“Sepuluh orang yang selamat ditemukan di pos terdepan, yang mengalami kerusakan signifikan,” jelasnya.
Sementara itu, Kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL atau ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Hal itu disampaikan kelompok itu melalui kantor berita milik mereka, Amaq.
Para pemimpin Afrika Barat telah menjanjikan $ 1 milyar untuk melawan kelompok bersenjata.
Mohammed Vall dari Al Jazeera, yang melaporkan langsung dari Mali, mengatakan tiga pembom bunuh diri meledakkan bahan peledak di dalam kamp militer, dan jumlah korban bisa terus meningkat.
“Bala bantuan telah dikirim untuk mengamankan daerah itu dan memburu para penyerang,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, dua serangan yang menewaskan 40 tentara di dekat perbatasan dengan Burkina Faso juga terjadi.
Peta Mali menunjukkan wilayah menaka
merupakan wilayah di mana Tentara Mali telah berjuang menghadapi maraknya kekerasan yang telah menyebar dari utara ke wilayah yang secara etnis bercampur aduk dan bergejolak.[Devi Lusianawati ]
























