10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 27 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Jejak

Cut Meutia, Perempuan Tangguh di Negeri Rencong

Fathur Roji by Fathur Roji
14 February 2019
in Jejak
0
Cut Meutia, Perempuan Tangguh di Negeri Rencong

Gontornews — Di balik kelembutan seorang perempuan, tersimpan kekuatan hebat yang membuat lawan menjadi gentar. Seperti sosok Muslimah yang juga pahlawan nasional yang satu ini, ia mau bertempur mati-matian di medan perang, bergerilya dari hutan ke hutan untuk mengusir penjajah Belanda, dialah  Cut Nyak Meutia.

Perempuan Aceh dikenal sebagai perempuan tangguh dan pemberani. Sederet nama seperti Laksamana Malahayati, Cut Nyak Dhien, Pocut Baren dan pejuang wanita lainnya dikenal tak punya rasa takut di medan perang untuk mempertahankan bumi pertiwi.

Cut Nyak Meutia (1870-1910), sosok pahlawan asal Aceh yang memilih bergerilya melawan Belanda hingga akhirnya diterjang tiga peluru di tubuhnya. Meski gugur dalam berjuang, perjuangan Cut Meutia hingga kini dikenang dan namanya diabadikan sebagai salah satu pahlawan nasional.

Perjuangan Cut Meutia melawan Belanda telah banyak diceritakan di buku-buku biografi dan catatan pahlawan nasional. Di mana taktik gerilya di hutan belantara dilakukannya bersama pasukan Muslim berhasil memporak-porandakan pasukan Belanda.

BACA JUGA

KH Ahmad Sahal, Sosok Pendidik yang Sederhana

KH Ali Maksum: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pesantren Krapyak

KH Bisri Syansuri, Perintis Pesantren Putri di Indonesia

Ahli Tafsir Alumni Gontor, Prof Roem Rowi Wafat, Ini Kiprah Semasa Hidupnya!

Machmud Singgirei Rumagesan Pahlawan Muslim dari Tanah Papua

Cut Meutia lahir di Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, pada tahun 1870, ia lahir dari pernikahan antara Teuku Ben Daud Pirak dengan Cut Jah. Cut Meutia merupakan puteri satu-satunya, sedangkan keempat saudaranya adalah laki-laki.

Sebagaimana tradisi keluarga Aceh, sejak kecil Meutia telah diberikan pendidikan Islam. Ia diajarkan bagaimana menghidupkan amar ma’ruf nahi munkar. Islam benci terhadap kemungkaran dan penindasan dan tidak senang terhadap siapa saja yang mengganggu Islam dan bangsanya.

Awal perjuangan Meutia dimulai pada 1901 dengan basis perjuangan di daerah Pasai atau Krueng Pasai (Aceh Utara sekarang) di bawah komando perang Teuku Chik Tunong (suaminya sendiri). Cut Meutia bukan saja sebagai ibu rumah tangga, tapi juga pengatur strategi pertempuran sehingga taktiknya kerap memporak-porandakan pasukan Belanda.

Perang melawan Belanda pun pecah pada tahun 1901. Pasukan Belanda yang mempunyai persenjataan lebih lengkap memaksa pasukan pejuang Aceh yang dipimpin suami istri itu melakukan taktik perang gerilya. Berkali-kali pasukan mereka berhasil mencegat patroli pasukan Belanda. Di lain waktu, mereka juga menyerang langsung ke markas pasukan Belanda di Idie.

Rentetan gerakan gerilya pasukan Teuku Chik Tunong dan Cut Meutia yang berhasil melumpuhkan pasukan Belanda, membuat Belanda murka. Akhirnya, Belanda berhasil menangkap Teuku Chik Tunong dan dihukum tembak mati pada bulan Maret 1905 di tepi pantai Lhokseumawe. Jasadnya dimakamkan di kompleks Masjid Mon Geudong, tidak jauh dan kota Lhokseumawe. 

Sebelum hukuman mati dilaksanakan, Teuku Chik Tunong bertemu dengan Pang Nanggroe, staf setianya yang juga panglima perang paling dipercaya. Ia pun mewasiatkan untuk menjaga keluarganya dan terus berjuang.

Berselang beberapa lama, Cut Meutia menikah dengan Pang Nanggroe, pria yang diamanahkan suaminya sebelum menjalani hukuman tembak. Bersama suami keduanya itu, Cut Meutia terus melanjutkan perjuangan melawan Belanda.

Seperti perjuangan sebelumnya, pasukan Pang Nanggroe-Cut Meutia melakukan penyerbuan ke pos-pos Belanda dan berhasil membunuh pasukan musuh. Pasukan terus bepindah-pindah sampai ke daerah Peutoe, menyebabkan pasukan Belanda sulit melacak posisi pasukan Muslimin.  

Selanjutnya pada Agustus 1910 terjadi penyerbuan pasukan Belanda di Matang Raya. Dalam pertempuran ini, banyak teman setia Pang Nanggroe-Cut Meutia dan seorang ulama syahid. Sedangkan Pang Nanggroe-Cut Meutia, anaknya Teuku Raja Sabi, dan beberapa pejuang Muslimin selamat dari kepungan pasukan Belanda.

Hari kematian akhirnya menjemput Pang Nanggroe. Pada tanggal 25 September 1910 di daerah Rawa dekat Paya Cicem, tepatnya di Buket Hague terjadi pertempuran dahsyat, pasukan Pang Nanggroe-Cut Meutia mengalami pukulan hebat atas serangan pasukan Belanda. 

Pada pertempuran inilah Pang Nanggroe syahid karena terkena tembakan peluru pasukan Belanda. Sedangkan Cut Meutia dan beberapa pejuang Muslimin berhasil lolos diri dari kepungan Belanda.  

Cut Meutia Memimpin Pasukan
Walaupun Pang Nanggroe sekaligus pemimpin pasukan telah menghadap Ilahi, Cut Meutia tetap melanjutkan perjuangan dan mengangkat senjata. Kematian sang suami membuat beberapa teman Pang Nanggroe akhirnya menyerahkan diri. 

Namun tidak bagi Cut Meutia. Meski dibujuk untuk menyerah, Cut Meutia tetap memilih untuk berperang. Di pedalaman rimba Pasai, Cut Meutia hidup berpindah-pindah bersama anaknya, Raja Sabi, yang masih berumur belasan tahun.

Pasukan Belanda kian gencar mengejar Cut Meutia hingga akhirnya tempat persembunyiannya pun diketahui. Pada tanggal 24 Oktober 1910, Belanda melakukan pengepungan.

Pada tanggal 25 Oktober 1910, pertempuran dahsyat pun tak terhindarkan. Pasukan Cut Meutia dengan semangat jihad fisabilillah maju melawan pasukan Belanda. Posisi Cut Meutia yang tampil di depan dengan rencong terhunus bertempur bagaikan kesatria. 
 
Dalam pertempuran itu, Cut Meutia syahid setelah tiga peluru pasukan Belanda mengenai kepala dan dadanya. Cut Meutia wafat bersama beberapa pejuang Muslimin dan ulama seperti Teuku Chik Paya Bakong, Teungku Seupot Mata dan Teuku Mat Saleh. Sebelum wafat, Cut Meutia menitipkan anaknya kepada Teuku Syech Buwah untuk diasuh dan dijaga.

Cut Nyak Meutia gugur sebagai pejuang bangsa dan agama. Atas jasa dan pengorbanannya, negara mengangkatnya sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/1964 pada tahun 1964. Kini, namanya banyak menghiasi jalan di kota-kota besar di Indonesia. Di Jakarta tepatnya di Menteng, sebuah masjid peninggalan kolonial Belanda berdiri kokoh dan diberi nama Masjid Cut Meutia. [Fathurroji ]

Tags: cut meutia
Share103Tweet65Send
Previous Post

Labuan Bajo, Sajian Wisata Bahari dan Komodo

Next Post

Faksi-faksi Palestina Tolak Rencana AS dalam Konferensi Moskow

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

25 July 2026
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

25 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

0
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

0
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

0
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

0
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

26 July 2026
Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

26 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

26 July 2026
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

26 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result