Khartoum, Gontornews — Ribuan warga Sudan turun ke jalan-jalan di Khartoum dan kota-kota lain menandai hari ke-40 sejak militer membubarkan paksa aksi duduk di luar markas tentara yang menewaskan lebih dari 100 orang.
Aksi turun jalan ini disebut “First Justice”. Demonstrasi hari Sabtu (13/7) ini digagas oleh Asosiasi Profesional Sudan (SPA), yang telah menjadi ujung tombak protes sejak Desember 2018 yang menyebabkan pemecatan presiden Omar al-Bashir oleh militer pada bulan April 2019.
Sembari meneriakkan “darah untuk darah, kami tidak akan menerima kompensasi”, kerumunan demonstran berbaris melalui jalan-jalan utama kota pantai Laut Merah di Port Sudan, Madani dan Al-Obeid, kata saksi mata.
Banyak pemrotes membawa spanduk bertuliskan “Justice for Martyrs”, sementara yang lain memegang foto-foto para demonstran yang tewas dalam serangan itu.
Di ibukota sendiri, kata saksi mata, pawai digelar di daerah House Yousef.
Serangan 3 Juni terjadi setelah pembicaraan antara para pemimpin protes dan para jenderal militer, yang merebut kekuasaan setelah penggulingan al-Bashir, gagal. Mereka ribut tentang siapa yang harus memimpin badan pemerintahan baru – warga sipil atau tentara. [RM]
























