Jakarta, Gontornews- Bersamaan dengan maraknya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), dokter Spesialis Emergency Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Lamongan, dr Corona Rintawan turut menjadi perhatian publik, lantaran namanya serupa dengan nama virus yang menghebohkan dunia saat ini. Dokter yang semula memimpin Tim Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) ini sekarang mendapat tugas baru sebagai staf khusus untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memerangi wabah virus corona.
“Saya hanya diminta membantu Gugus Tugas di bidang strategi dan analisis situasi. Harapan saya, semoga bisa membantu pemerintah secara optimal dalam hal penanganan wabah Covid-19 dan memberikan masukan-masukan yang mungkin bermanfaat,” kata ketua MCCC yang diangkat menjadi staf khusus di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dr Corona Rintawan seperti dikutip Indonesiainside.id (15/4).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi atau wabah penyakit global, sejak Rabu 11 Maret 2020. Uniknya sebelum WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu membentuk tim khusus untuk membantu pemerintah menangani virus corona di Indonesia. Tim tersebut diberi nama “Muhammadiyah COVID-19 Command Center” yang diketuai dr. Corona Rintawan. Ia ditunjuk langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Kamis, 5 Maret 2020.
Mungkin banyak orang berspekulasi bahwa terpilihnya Corona Rintawan sebagai ketua tim Pusat Muhammadiyah COVID-19 karena namanya sama dengan virus yang sedang menghebohkan dunia saat ini. Dikutip CNN Indonesia, Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrohman menjelaskan, kesamaan nama itu hanya kebetulan, tapi penanganan virus yang menjadi tugasnya saat ini adalah keahliannya. Di Muhammadiyah ini, dr Corona sudah lama berkecimpung di bidang kebencanaan.
Kiprahnya dimulai sejak 2004 saat ditugaskan sebagai dokter ke Aceh usai bencana tsunami. Tahun 2013 Corona dipercaya memimpin tim medis ke Filipina. Dua tahun berikutnya Corona dipercaya memimpin tim medis ke Nepal. Pada tahun 2017 Corona ditugaskan oleh Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk memimpin tim medis ke Rohingya Myanmar. “Mungkin salah satunya [pengalaman] itu jadi pertimbangan [Muhammadiyah] menunjuk saya jadi ketua Command Center corona ini,” jelasnya.
Terkait namanya yang mirip dengan nama virus yang mewabah saat ini, kata dr Corona, namanya tersebut bukan merujuk pada nama virus tersebut, namun lebih pada artinya yang baik. Sambil tertawa, pria kelahiran Surabaya 1 Januari 1975 itu mengenang orang tuanya yang sengaja memberikan nama anak-anaknya sesuai urutan huruf abjad. Nama anak pertama dan kedua dimulai dari huruf A dan B. “Saya anak ketiga, dicarilah nama dari huruf C,” bebernya.
Lanjut dr Corona bercerita, kala itu orang tuanya lebingungan mencari nama yang terbaik untuk anaknya yang berawalan huruf C. Alhasil tersematlah nama ‘Corona’ yang terinspirasi dari Mobil Toyota Corona yang booming di Indonesia pada dekade 1970-an. “Bapak dulu nanya-nanya ke saudara, apa sih artinya corona? Karena dulu kan enggak ada buku panduan nama. Ternyata corona artinya crown, mahkota,bagus,” katanya.[]






















