Palu, Gontornews — Gempa dengan kekuatan 5,1 Skala Richther (SR) menggetarkan Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (22/9) pada pukul 06.20 WITA. Akibatnya sebagian warga di wilayah tersebut berhamburan ke luar rumah.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa pusat gempa berada di darat sembilan kilometer barat Laut Palu-Sulawesi Tenggara di kedalaman 10 kilometer.
Dalam empat bulan teralhir, BMKG telah mencatat bahwa setiap hari rata-rata ada 30 kali gempa di wilayah Sulawesi Tengah.
“Baik itu yang dirasakan maupun tidak dirasakan oleh masyarakat, rata-rata 30 kali setiap hari,” kata Kepala Geofisikan Palu Cahyo Nugraha, Antaranews.
Ia mengatakan terjadinya gempa di Palu, dipicu oleh aktivitas sesaran Palukoro, yang membentang dari Poso ke arah tenggara dan barat laut sampai barat Perairan Kabupaten Tolitoli. Ke selatan, sesaran Palukoro bercabang ke sesaran Matano mulai sekitar Poso, Morowali, sampai Sorowako, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, Salah seorang warga, Deny mengatakan jika getaran gempa terasa cukup keras. Getaran itu membuat kaca rumahnya bergetar dan beberapa benda yang digantung di dinding rumahnya juga berjatuhan.
“Kami bersama warga lain lari berhamburan menghindari kalau ada bangunan yang runtuh,” jelasnya.
Demikian yang dirasakan di Pasar Inpres Manonda, para pedagang dan pembeli juga berhamburan keluar dari kios maupun ruko saat gempa untuk mengindari hal yang sama. [Devi Lusianawati]






















