Poso, Gontornews — Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla mengatakan, berdirinya Pondok Modern Gontor 13 Poso menjadi bagian penting dalam rekonsiliasi pascakerusuhan di wilayah tersebut. Menurutnya, Gontor memberikan pemikiran yang lebih maju dan damai.
“Karena sering terjadi pertikaian, hadirnya Gontor yang moderat membawa kemajuan,†ujar pria yang akrab disapa JK, ketika menghadiri acara Sujud Kesyukuran 90 Tahun Gontor di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (28/5).
Hal ini juga dibenarkan oleh Wakil Pengasuh Pondok Modern Gontor 13 Poso Ustadz Cecep Sobar Rahmat. Menurutnya, pascakonflik Poso saat itu, Pemerintah Indonesia memiliki gagasan mempercepat pembangunan di bidang pendidikan dengan mendirikan sebuah pesantren.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, JK yang kebetulan keluarga besarnya banyak yang alumnus Gontor mengajak sejumlah tokoh Poso untuk berkunjung ke Gontor, baik yang di Ponorogo maupun Mantingan (Ngawi).
“Semuanya merasa terkesan dan langsung mengatakan pondok yang akan dibangun di Poso harus sama dengan yang ada di Gontor Pusat,†ujarnya kepada Gontornews.com.
Pembangunan pondok pun dimulai dengan peletakan batu pertama tanggal 1 Mei 2007 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah selesai, tahun 2008 dimulailah proses belajar mengajar di pesantren yang menempati area 36,2 ha di Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah tersebut.
Untuk menarik minat belajar, para pengurus menggelar pengajian pekanan yang diberi nama full day school on Sunday. “Jadi setiap hari Ahad anak-anak se-kabupaten Poso belajar dari pagi sampai sore di pondok. Dan Alhamdulillah saat itu ada 700 peserta,†terang alumnus Gontor tahun 2001 ini.
Seiring waktu, jumlah santrinya terus meningkat menjadi 135 putra dan 115 santri putri. Hampir setiap tahun, para santri berhasil menjadi juara seperti lomba tafsir al-Qur’an se-Provinsi Sulawesi Tengah, lomba sepeda, lomba silat dan lomba membaca kitab kuning.
“Kita juga pernah meraih juara marching band terbaik tingkat kabupaten,†ujar pria kelahiran Bogor, 23 Juni 1979, itu.
Sekarang ini, lanjutnya, Pondok Modern Gontor 13 Poso terus meningkatkan sarana pendidikan antara lain balai pertemuan berkapasitas 1.000 orang, lapangan futsal, lapangan sepakbola, guest house, dan ruang penerimaan tamu.
Selain itu ada beberapa unit usaha untuk kemandirian pondok antara lain kebun coklat sekitar 7 ha, pabrik roti, pabrik teh, pabrik tahu, kolam ikan gurame, emas dan nila, peternakan sapi dan perkebunan rumput gajah.
Menurut Ustadz Cecep, sistem pendidikan KMI di Gontor 13 seluruhnya sama dengan Gontor Pusat. “Tidak ada yang beda, baik sistem pendidikan, kegiatan, nilai-nilai pondok dan semua hal lainnya.â€
Dia sangat yakin dengan nasihat yang pernah disampaikan KH Hasan Abdullah Sahal bahwa kuantitas akan datang setelah kualitas. Artinya, kalau pondok mementingkan kualitas pendidikan dan pengajaran, maka kuantitas jumlah santri dan penghargaan dari masyarakat akan datang menyusul.
“Jadi harapan kami, setelah 90 tahun, Gontor mudah-mudahan bisa membawa kemanfaatan yang lebih banyak,†paparnya. [Ahmad Muhajir/Rus]





















