Yogyakarta, Gontornews — Sekretaris Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba, Mariyatul Qibtiyah, mengatakan masyarakat harus bijak dalam menggunakan antibiotik. Sebab, penggunaan antibiotik yang tidak benar akan mengakibatkan masalah kesehatan seperti gangguan ginjal, gangguan hati, serta gangguan kehamilan dan janin.
”Antibiotik adalah obat untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Bukan mematikan virus atau jamur,” katanya seperti dikutip depkes.go.id.
Berbicara di Yogyakarta, pekan lalu, dia mengomentari kebiasaan buruk masyarakat yang meminum antibiotik ketika sakit ringan seperti batuk dan pilek. Padahal, batuk dan pilek bukan disebabkan oleh bakteri. Tapi oleh virus.
”Batuk dan pilek merupakan cara tubuh untuk melindungi paru-paru dari penumpukan lendir,” paparnya.
“Antibiotik harus digunakan sesuai resep dokter, jika tidak, akan terjadi resistensi bakteri yang menyebabkan masalah kesehatan lebih parah.”
Menurut Qibtiyah, dalam tubuh manusia terdapat bakteri baik dan bakteri jahat. Resistensi terjadi ketika seseorang menggunakan antibiotik secara tidak rasional sehingga memperbanyak jumlah bakteri jahat dan menekan jumlah bakteri baik.
Karena itu dia menyarankan kepada masyarakat agar menggunakan antibiotik hanya untuk infeksi bakteri. Selain itu, masyarakat tidak membeli antibiotik tanpa resep dokter, tidak menyimpan antibiotik di rumah, dan tidak memberikan antibiotik sisa kepada orang lain. [Rusdiono Mukri]





















Pak saya terken gonroe sudah dua hari lalu saya berobat ke klinik ,,, dan hanya dikasi antibiotik nama nya ciprofloxacin
Jadi bagaimana menurut bapak ?
Mohon dan tolong penjelasan nya
Saya takut ini tidak sembuh
Sya pgn tobat gk gk lgi dah