10
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 18 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Mujahid

Hikayat Dakwah dari Pedalaman Morowali

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
13 March 2020
in Mujahid
0
Hikayat Dakwah dari Pedalaman Morowali

Jakarta, Gontornews — Di kaki Gunung Tokala, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, tinggal suku yang terisolir dari dunia luar. Adalah suku Tau Ta’a Wana sebuah suku dengan sejarah yang sangat tua di dunia. Suku ini dipercaya sudah ada di Sulawesi sejak 8.000 tahun silam.

Banyak sebutan yang menggambarkan orang Taa ini. Kerap disebut Tau Taa Wana, yang bermakna: orang yang tinggal di hutan. Mereka hidup nomaden dan beragama animisme. Meski begitu tidak lantas membuat semangat dakwah da’i Dewan Dakwah surut begitu saja.

Mereka hadir membina akidah akhlak Suku Ta’a. Salah satunya adalah Ustadz Sigit Sugiatno yang hadir membina akidah dan akhlak Suku Ta’a itu. Perlahan caranya membuat orang suku Tau Taa Wana itu tertarik belajar Islam.

Bermula pada tahun 2002, pria kelahiran Gilimanuk 5 Juli 1976 ini melakukan expedisi dakwah ke Wata, sebuah wilayah pedalaman kecamatan Bungku Utara. Karena lain hal dan sebagainya, ekspansi dakwahnya pindah ke pedalaman Kecamatan Mamosalato yang dulu masih satu induk kecamatan sebelum pemekaran.

BACA JUGA

Nyai Hj Fatmah Noor Salim: Setia di Jalan Pengabdian, Menjaga Api Perjuangan

KH Salman Al-Farisi: Cahaya dari Cilengsi Nyalakan Lentera Qur’aniy

Yayasan Raudhah Al-Gontory Siap Muliakan Seratus Ribu Yatim Dhuafa

Srikandi Gontor Putri Dirikan Pondok di Pelosok Negeri

Drs KH Yadi Suryadi: Jejak Dakwah dari Belukar ke Menara Ilmu

Ya. Di Ngoyo inilah Ustadz Sigit melakukan ekspedisi dakwah berikutnya.
Awalnya di sekitar kaki dan lembah serta puncak gunung Ngoyo ini tinggal sebuah komunitas suku Tau Taa Wana yang beranak pinak hidup secara berkelompok, berkebun dan berpindah-pindah.

Ngoyo merupakan nama gunung di pedalaman Kabupaten Morowali Utara yang terletak di antara Desa Uwepakatu dan Desa Manyo’e Kecamatan Mamosalato. “Kami di sini memulainya sejak tahun 2004,” katanya kepada Gontornews.

Secara kultur, budaya, mereka hidup memprihatinkan, jauh dari sandang-pangan, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan tidak beragama. Dengan pendekatan, dan akhlak Islam yang dilakukannya, satu tahun enam bulan berikutnya, mereka menerima kehadirannya, dan sepakat ingin hidup berkampung dan bermasyarakat dan berwarga negara.

“Kami tidak pernah menawarkan agama kepada mereka. Tapi dengan pembinaan akhlak Islami, suku Tau Taa Wana berangsur menuju Islam. Alhamdulillah walaupun prosesnya panjang, tahun 2015 Dusun Ngoyo telah memiliki lembaga pendidikan SDIT Al-Muhajirin Ngoyo. Sekarang muridnya sudah sampai kelas lima,” jelasnya kepada Gontornews.

Setelah keberhasilannya membawa Dusun Ngoyo menjadi perkampungan Islam, Sigit berharap Lambentana menjadi kampung Islam kedua di pedalaman Kabupaten Morowali, setelah Dusun Ngoyo.

Singkat cerita penggerak dakwah di pedalaman Morowali, Sulawesi Tengah beserta rombongannya melakukan ekspedisi dakwah menembus pedalaman Lambentana di belakang Gunung Tokala, tepatnya di Dusun Delapan, Desa Palangpraya, Kec Bungku Utara pada 18-19/1/2020 untuk menemui para muallaf baru yang telah bersyahadat di Masjid Al-Furqon pada 8 Januari 2020 lalu.

Baginya, persaksian dua kalimat syahadat yang berlangsung khidmat 8 Januari 2020 lalu di Masjid Al-Furqon, Desa Tanasumpu, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah itu tidak bisa dilepas begitu saja. “Kami tidak berhenti sampai mengikrarkan mereka jadi Muslim. Tapi, ada tangung jawab yang lebih besar untuk melakukan pembinaan kepada mereka,” ungkapnya.

Ustadz Sigit berharap masuknya pembinaan Islam di pedalaman Lambentana bisa mendorong Suku Ta’a yang tinggal di sana menjadi lebih maju, berkampung, dan beragama, tidak hidup nomaden dan tidak menggantungkan kepercayaan pada roh nenek moyang. “Semoga Allah memberikan kejayaan Islam di pelosok ini, untuk mengajak sanak keluarga mualaf ke agama Islam yang haq, lurus, dan diridhai-Nya,” tandasnya.

Perkembangan selanjutnya sekitar 300 orang dari suku Tau Taa Wana lainnya berikrar mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Jami’ Al Furqon Desa Tanasumpu, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah pada Jumat, 14 Februar 2020. Sebagian mereka berasal dari kawasan pedalaman Lambentana, terpencil di belakang Gunung Tokala, seperti Desa Palangpraya, Kec Bungku Utara. Lainnya dari Desa Manyoe dan Padangkalang di lereng Gunung Tokala.

Jumat pagi Ketua DDII Morut itu mengajak mereka ke sungai terdekat untuk dibimbingnya berwudhu. Setelah itu mereka diberikan busana dan dipandu bersyahadat. Baginya syahadat massal ini bukan kali pertama. Seebelumnya ada 14 orang Ta’a dari Lambentana yang juga mengucapkan dua kalimat syahadat pada 07/01/2020. “Mereka memeluk Islam setelah mendengar pengalaman dua orang Ta’a dari Desa Bungku Utara yang jadi muallaf pada 22 Desember 2019 lalu,” ungkap Ustadz Sigit.

Sedangkan dua orang Ta’a dari Desa Bungku Utara yang menjadi muallaf pada 22 Desember 2019 lalu itu tertarik masuk Islam setelah menghadiri acara Syahadat dan Sunatan Massal di Dusun Ngoyo binaan Dewan Dakwah, di Desa Manyoe, Kecamatan Mamosalato. Dari situ dua orang ini mengajak warga Lambentana lainnya untuk memeluk agama Islam.

Setelah itu, kata Ustadz Sigit, tahap selanjutnya adalah bagaimana Dewan Dakwah dan ormas-ormas lainnya memfasilitasi mereka untuk mengurus administrasi kependudukan. Sehingga, mereka memiliki Kartu Keluarga dan KTP sebagai penduduk Muslim.

“Tidak berhenti di sini. Kami juga akan terus mendampingi warga Lambentana sebagai Desa Binaan kedua setelah Ngoyo agar para muallaf ini tidak selamanya jadi muallaf,’’ujar Ustadz Sigit. [Muhammad Khaerul Muttaqien]

Tags: DakwahHikayatMorowaliPedalaman
Share106Tweet67Send
Previous Post

Tazkia Siap Bantu Percepatan Konversi Bank Nagari Menjadi Syariah

Next Post

ACT-MRI Sinergi Adakan Pelatihan Siaga Bencana untuk DKM

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result