Istanbul, Gontornews — Ilmuwan Turki, Sabtu (18/6/2022), meminta masyarakat dunia untuk bijak dalam menggunakan air seiring risiko desertifikasi sebagai efek pemanasan global. Desertifikasi merupakan bentuk atau jenis degradasi lahan yang relatif kering menjadi semakin gersang, kehilangan badan air, vegetasi dan juga hewan liar. Istilah lain yang digunakan yaitu penggurunan.
Penggurunan disebabkan berbagai faktor seperti perubahan iklim dan kegiatan manusia. Karena itu, penggurunan menjadi masalah lingkungan dan ekologis global yang signifikan. Para peneliti pun memperingatkan ancaman peristiwa ini karena perubahan iklim terhadap lingkungan yang berkelanjutan.
Kepala Pusat Penelitian dan Aplikasi Manajemen Bencana Alam dari Universitas Trakya di Erdine, Turki, Mehmet Ali Kaya, mengatakan risiko penggurunan baru-baru ini menjadi lebih terlihat.
βPerubahan iklim dapat menyebabkan pergerakan besar orang seperti Periode Imigrasi. Manusia mencemari alam dan udara serta meningkatkan emisi karbondioksida di udara,β ungkap Kaya sebagaimana dilansir Anadolu.
Kaya mengatakan dunia hari ini berada dalam titik kritis. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa tidak mungkin bagi dunia untuk menemukan solusi untuk mencegah penggurunan. βKita harus menggunakan sumber daya air kita dengan sangat hati-hati. Masalah ini adalah hal yang perlu kita fokuskan,β sambungnya.
Sementara itu, Belgin Elipek, Kepala Departemen Hidrobiologi di Universitas yang sama, mencatat banyak sumber daya air tawar semisal danau, bendungan, sungai maupun aliran sungai yang sangat terpengaruh musim kemarau.
βSebagian besar sumber daya air tawar sudah terpengaruh oleh polusi,β katanya.
βSalah satu faktor terpenting (desertifikasi) adalah deforestasi. Di daerah yang terdeforestasi, keseimbangan ekosistem terganggu dan ini dapat juga meningkatkan penggurunan ke tingkat yang lebih tinggi,β tambah Elipek.
Elipek menjelaskan bahwa peningkatan suhu atmosfer bisa mempercepat penguapan. Sementara kekuatan badai semakin meningkatkan penguapan air dari tanah.
βIni semua adalah proses yang saling terkait. Kita tidak bisa mencegah perubahan iklim global yang ekstrem. Tetapi, kita harus berusaha melewati musim kemarau dengan penghematan yang sederhana,β tutup Elipek. [Mohamad Deny Irawan]





















