Jakarta, Gontornews — Pemerintah Indonesia mengonfirmasi kematian pertama akibat virus korona COVID-19, Rabu (11/3). Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, memastikan bahwa pasien meninggal dunia merupakan pasien COVID-19 nomor 25. Pasien pertama yang meninggal dunia ini merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal London, berkelamin perempuan berusia 53 tahun.
“Saya informasikan bahwa tadi pukul 02.45 WITA, salah satu WNA yang berada dalam pengawasan terkait COVID-19 meninggal di RSUP Sanglah,” jelas Sekda Bali Dewa Made Indra d Denpasar.
“Pasien didiagnosa menderita penyakit diabetes melitus atau gula. Kemudian hipertensi atau darah tinggi, hiperteroid, kemudian penyakit paru-paru menahun dan yang kelima dalam pengawasan COVID-19,” imbuhnya sebagaimana dilansir Antara.
Setelah mengetahui kondisi tersebut, pemerintah setempat telah mengoordinasi dengan Dirjen P2P sebagai juru bicara penanganan virus COVID-19. Meski demikian, Dinas Kesehatan setempat mengonfirmasi pihaknya belum mendapatkan hasil tes laboratorium terkait COVID-19. Hanya saja, otoritas setempat menjelaskan bahwa pasien meninggal ini merupakan kasus nomor 25 yang positif COVID-19.
“Kita sudah tracing masuk ke Bali 29 Februari 2020. Kemudian 3 Maret 2020 mulai demam. Oleh keluarganya yaitu suaminya diantar ke salah satu rumah sakit swasta. Namun, suaminya sudah mengatakan bahwa istrinya ini memang menderita beberapa penyakit tersebut. Dengan demikian, memudahkan tim dokter untuk melakukan penanganan karena penyakit bawaan,” jelas Dewa.
Selain itu, Dewa Made Indra juga mengatakan ada 21 orang diduga tertular virus COVID-19. Saat ini, ke-21 pasien berada dalam kondisi sehat serta menunggu hasil uji laboratorium dari Jakarta.
“Ini tidak bisa diambil kesimpulan bahwa pasien ini meninggal karena COVID-19 atau karena penyakit itu. Yang jelas, pasien ini membawa empat penyakit bawaan. Lalu COVID-nya masih dalam pengawasan kemarin sehingga tidak bisa kita simpulkan penyebab meninggalnya. Tapi yang jelas, dia membawa empat penyakit bawaan,” pungkas Made. [Mohamad Deny Irawan]
























