Ponorogo, Gontornews—Pondok pesantren terbukti sejak ratusan tahun lalu mampu, tidak hanya menjaga nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan para pendahulu tapi juga memiliki kelanjutan dalam ikut mengembangkan nilai-nilai Islam itu mampu tak hanya berinteraksi dengan perkembangan jaman, tapi juga ikut mewarnai.
Karenanya, salah satu program prioritas Kemenag adalah penguatan pondok pesantren salah satunya melalui muadalah ini dan yang kedua adalah terkait dengan ma’had aly.
“Kami Kementerian Agama salah satu program prioritasnya adalah penguatan pondok pesantren. Karena kita sadar betul inilah lembaga pendidikan yang asli milik Indonesia,”tutur Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya pada acara Silaturahim Pimpinan Pesantren dan Lembaga Pendidikan non Pesantren Alumni di Balai Pendidikan Pondok Modern Gontor Jum’at 2/9/2016 kemarin.
Lanjut Menag memaparkan, mungkin Pondok Modern Darussalam Gontor tidak memerlukan Ma’had Aly, karena sudah ada Universitas (UNIDA). Tapi ada cukup banyak pondok-pondok pesantren kita yang mengembangkan program-program studi sebagai lanjutan dari pendidikan pondok pesantrennya yang juga selama ini belum memiliki kejelasan status kesetaraannya. “Alhamdulillah kami sudah mengeluarkan terkait penguatan ma’had aly ini,”tandasnya.
Bahkan kami sudah hampir rampung menyusun kurikulumnya. Dengan ini, kata Menag pada akhirnya lulusan ma’had aly juga setara dengan lulusan sejumlah perguruan tinggi dan status kesarjanaan yang dimilikinya juga setara dengan S1. Kemenag juga meluncurkan beberapa program misalnya Epontren. Kami hampir merampungkan membangun jaringan pondok-pondok pesantren khususnya perpustakaan-perpustakaan yang memiliki khazanah literatur.
Lanjut Menag mengatakan, khususnya literatur yang langka itulah kemudian kita masukan kedalam sebuah sistem aplikasi elektronik yang bisa diakses tidak hanya oleh jaringan yang terlibat dalam sistem ini, tapi juga oleh masyarakat luas. Sehinga nanti kedepannya misalnya, fathul kutub itu tidak harus membawa kitab-kitab yang berat. Tapi cukup membawa gadget atau handphone kita yang mempunyai aplikasi Android, IOS atau bebagai macam aplikasi akan mudah bisa membaca menelaah mendalami mengkaji ribuan bahkan puluhan ribu kitab-kitab sebagai khazanah yang tidak hanya klasik tapi juga kontemporer yang mewarnai khazanah pemikiran Islam dewasa ini. [Muhammad Khaerul Muttaqien/]




















