Jakarta, Gontornews — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sudah menerima laporan hasil investigasi penyebab meninggalnya petugas penyelenggara Pemilu dari dinas kesehatan di 4 provinsi: DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, dan Kepulauan Riau.
”Kejadian meninggalnya petugas pemilu tahun 2019 ini merupakan kondisi yang kita semua tidak harapkan, namun karena pekerjaan sebagai petugas pemilu juga dituntut kondisi kesehatan yang prima, maka para petugas pemilu yang mengidap penyakit2 tertentu akan terpicu bila tidak mengatur waktu bekerja yang berlebihan,” kata Sekretaris Jenderal Kemenkes drg Oscar Primadi seperti dilansir depkes.go.id, Jumat (10/5).
Ia menyebutkan, Kemenkes telah menyiagakan tenaga kesehatan sejak sebelum waktu pencoblosan dimulai pada 17 April 2019. “Komunikasi dengan tenaga kesehatan di daerah sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum tanggal 17 April 2019,” paparnya.
Namun di lapangan terjadi banyak petugas penyelenggara pemilu yang meninggal. Karenanya Kemenkes kemudian memperkuat kesiapsiagaan tenaga kesehatan dengan disebarkannya surat edaran nomor HK.02.02/III/1681/2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan bagi Petugas KPPS/PPK yang Memerlukan Pelayanan Kesehatan di Fasilitas Kesehatan pada 23 April 2019.
Selain itu juga surat edaran nomor HK.02.02/III/1750/2019 tentang Audit Medis dan Pelaporan Petugas KPPS/PPK/Bawaslu yang Sakit dan Meninggal di Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada 29 April 2019, dan surat edaran nomor HK.07.01/III/1792/2019 tentang Pelaksanaan Review Kematian dan Laporan Pelayanan pada 7 Mei 2019.
”Tenaga Kesehatan itu mensupport dari segi pelayanan kesehatan untuk penyelnggaraan pemilu di daerah, baik untuk petugas penyelenggara pemilu maupun masyarakat,” kata Sekjen.
Berdasarkan data KPU Pusat pertanggal 10 Mei 2019, petugas penyelenggara Pemilu yang meninggal di DKI Jakarta sebanyak 22 jiwa, Jawa Barat 131 jiwa, Kepulauan Riau 3 jiwa, dan Sulawesi Tenggara 6 jiwa.
Laporan investigasi Dinas Kesehatan dari 4 provinsi tersebut, korban meninggal dari DKI Jakarta disebabkan oleh infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure, dan meningitis. Di Jawa Barat disebabkan oleh gagal jantung, stroke, respiratory failure, sepsis, dan asma.
Sementara di Kepulauan Riau meninggalnya petugas penyelenggara Pemilu disebabkan oleh gagal Jantung, kecelakaan, dan di Sulawesi Tenggara disebabkan oleh kecelakaan.
Karena itu Oscar meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak termakan informasi spekulatif. ”Masyarakat jangan terlampau tegang, mari percayai apa-apa yang dilakukan oleh Kemenkes,” tandasnya. [RM]






















