Ponorogo, Gontornews–Acara reuni akbar alumni Gontor dalam peringatan 90 Tahun Pondok Modern Gontor telah usai, namun pesan dan nasihat pimpinan Pondok KH Hasan Abdullah Salah kepada 11 ribu alumni yang hadir masih sangat membekas.
Dengan bahasa khasnya yang sederhana, Kiai Hasan menyampaikan bahwa di Pondok Modern Darussalam Gontor, ini ada fakultas-fakultas yang tidak ditemukan di perguruan tinggi di luar kecuali di Gontor.
Di perguruan tinggi, ujar Kiai Hasan, ada fakultas hukum tetapi yang tidak ada adalah fakultas keadilan. Betul?,” Kiai Hasan menegaskan. Di Gontor, lanjut Kiai Hasan, ada fakultas keikhlasan yang diluar tidak ada.
“Di luar adanya fakultas oportunis, fakultas kursiyin ala madzhab al imam al jaibiyin, alias poketisme yang segala sesuatunya berfikir kantongnya. Al-Kantongiyin,” kata Kiai Hasan yang disambut gelak tawa ribuan alumni yang menyimak tausiyahnya.
Lebih lanjut, Putra Trtimurti KH Ahmad Sahal (alm) ini mengungkapkan bahwa di Gontor selain ada fakultas keikhlasan ada fakultas keadilan, fakultas ukhwah Islamiyah, fakultas berdikari, fakultas kebebasan dan sebagainya yang tidak ada di luar.
“Fakultas-fakultas ada di dalam diri anak Gontor dan alumninya. Maka ini kita teruskan,” tegas Kiai Hasan diatas mimbar.
Selain fakultas-fakultas diatas, ujar Kiai Hasan, masih ada fakultas baru yang bernama fakultas persatuan. Inilah salah satu yang diajarkan pendiri Gontor KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fanani, KH Imam Zarkasyi, betapa pemuda trimurti berhasil bersatu didalam semua perbedaan yang ada. Mereka bersatu persis seperti yang dilakukan alumni dan santri sekarang ini.
Kiai Hasan menegaskan, nilai-nilai dan semangat persatuan trimurti ini perlu diwariskan santri, alumni dan generasi Gontor berikutnya. Persatuan, ikhuwan Islamiyah, dan Inamal mukminunan ikhwatun adalah hal yang paling dibenci kaum non Muslim.
“Tapi Gontor dengan fakultas persatuannya yang ada di dalamnya atas dasar panca jiwa harus ditegakkan dan diwariskan pada generasi yang akan datang,” tandasnya.
Acara reuni akbar alumni Gontor dalam peringatan 90 tahun Gontor di Pondok Modern Darussalam Gontor pada, Sabtu (3/9) ini dihadiri sekitar 11 ribu alumni dari berbagai angkatan. Hadir sebagai pembicara diantaranya Prof Dr Din Syamsuddin yang pernah menjabat Ketua Umum PP Muhamadiyah dua periode dan sekarang menjadi ketua dewan pertimbangan MUI, Dr Hidayat Nur Wahid mantan ketua MPR RI yang sekarang menjabat wakil Ketua MPR RI serta pernah menjadi pimpinan partai dan pendiri Partai Keadilan Sejahtera dan Abdurrahman Muhammad Fachir yang menjabat wakil menteri luar negeri.
Sementara, pembicara berikutnya adalah Dr KH Hasyim Muzadi mantan Ketua Umum PBNU yang sekarang menjabat anggota dewan pertimbangan presiden.
Berkumpulnya para alumni dari lintas marhalah, lintas ormas dan lintas partai menunjukkan bahwa Gontor berhasil menamkan persatuan dan kesatuan umat. Nilai inilah yang hendak diestafetkan pimpinan pondok agar untuk kemulian umat dan bangsa. [Ahmad Muhajir]




















