pesanan-majalah-edisi-khusus
26 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 8 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Inilah Sambutan Kemenag di Ijtima Ulama 2018

Fathur Roji by Fathur Roji
7 May 2018
in Nasional
0
Inilah Sambutan Kemenag di Ijtima Ulama 2018

Banjarbaru, Gontornews — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar ijtima’ ulama Komisi Fatwa ke-6
di Pondok Pesantren al-Falah, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (7/5). Pembukaan ijtima’ disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Berikut isi pidato Menag:

​Assalamu’alaikum wr. wb.

Ulama adalah pewaris para nabi (al-‘ulama waratsatul anbiya’). Kehadiran para ulama di tengah masyarakat akan menjadi sirajul ummah (obor di tengah umat). Ulama adalah mereka yang memiliki dua keunggulan komparatif.

Pertama, mereka yang memiliki kedalaman ilmu pengetahuan. Tentu, pengetahuan yang dimaksud bukan hanya terbatas pada ilmu-ilmu keagamaan melainkan juga ilmu-ilmu non-keagamaan. Mereka yang tak hanya menguasai ilmu-ilmu fardhu ‘ain, melainkan juga mereka yang memiliki penguasaan yang mendalam terhadap ilmu-ilmu fardhu kifayah, seperti fikih, ushul fikih, qawa’id al-tafsir, dan lain-lain.

BACA JUGA

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

GIHES 2026: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pengembangan Pendidikan Holistik

Kedua, ulama adalah mereka yang memiliki tingkat khashyatullah (ketakutan kepada Allah) di atas rata-rata. Ketakutannya kepada Allah tecermin pada keluhuran budi pekertinya. Mereka memilih hidup zuhud, qana’ah, wara’, dan tawakkal.

Ketergantungan dan kecintaannya pada soal-soal duniawiyah menjadi sangat minimal. Ketinggian akhlak dan pekerti para ulama ini mendorong mereka untuk bersikap hati-hati dalam mengambil sikap dan mengemukakan pendapat atau fatwa keagamaan.

Dengan modal ilmu yang dalam dan khashyatullah yang tinggi itu maka fatwa-fatwa keagamaan yang dikeluarkan para ulama akan memberikan kemaslahatan bagi sebesar-besarnya umat manusia, bukan hanya di dunia melainkan juga di akhirat.

Izzu al-Din Ibn Abdi al-Salam berkata, “innama al-takalif kulluha raji’atun ila mashalih al-‘ibad fi dunyahum wa ukhrakhum” (sesungguhnya segala penetapan (hukum) syariat itu untuk kemaslahatan umat manusia di dunia dan akhirat).

Memberikan fatwa keagamaan tentu bukan persoalan mudah bahkan cukup sulit karena pertanggung-jawabannya bukan hanya secara akademis-intelektual ketika di dunia, melainkan terutama fatwa itu juga harus dipertanggung-jawabkan di mahkamah ilahiyah di akhirat nanti.

Karena itu, sejumlah ulama membuat persyaratan yang cukup ketat bagi seorang pemberi fatwa keagamaan yang lazim disebut sebagai mufti. Imam Ibnu al-Shalah membuat kitab yang khusus membahas etika dalam berfatwa. Ia memberi judul kitabnya, “Adab al-Mufti wa al-Mustafti”.

Mayoritas ulama ushul fikih berpendirian bahwa kesahihan fatwa keagamaan seorang ulama bukan hanya diukur dari sudut koherensi dalil-dalil yang disuguhkannya melainkan dari dampak kemaslahatan yang ditimbulkan dari fatwa keagamaan tersebut.

Karena cukup sulit menemukan individu ulama yang memenuhi seluruh persyaratan mufti, maka dalam perkembangannya para ulama menyepakati agar proses memproduksi fatwa tak dilakukan secara sendirian (fardi) melainkan secara kolektif (jama’i).

Berfatwa secara jama’i ini memiliki dua kegunaan. Pertama, saling melengkapi satu sama lain secara intelektual. Sebab, mungkin saja ada ulama yang memiliki pengetahuan luas di bidang hadis, tapi memiliki pengetahuan terbatas di bidang fikih dan ushul fikih. Begitu juga sebaliknya. Ini karena kian langkanya ulama yang selevel Imam Nawawi apalagi Imam Syafii.

Kedua, untuk meminimalkan terjadinya dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dari fatwa keagamaan. Ini karena seorang mufti bukan hanya penting punya kecakapan pada aspek takhrij al-manath (penggalian/penetapan hukum melalui pendekatan teks-teks syar’i). Ia juga harus mengerti wilayah tahqiq al-manath (penerapan hukum melalui pendekatan substantif/maqasid syariah).

Saya meyakini bahwa para ulama yang berkumpul dalam forum ijtima’ ulama Majelis Ulama Indonesia hari ini adalah para ulama yang memenuhi dua kualifikasi di atas secara sekaligus, yaitu memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan memiliki tingkat khashyatullah yang tinggi.

Mereka berkumpul di sini bukan hanya sekedar berkumpul, melainkan berkumpul untuk merespons persoalan-persoalan keumatan dan kebangsaan. Dalam forum ijtima’ ulama ini berbagai masalah akan dicarikan solusinya.

Semoga fatwa keagamaan yang dikeluarkan MUI melalui forum ijtima’ ulama ini bukan hanya jalbul mashalih melainkan juga utamanya sebagai dar’ul mafasid. Seperti kita semua tahu, ketika kita dihadapkan pada dua pilihan untuk didahulukan; antara dar’ul mafasid atau jalbul mashalih, maka pilihan kita jelas, yaitu mengikuti kaidah fikih: dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih (menolak kemafsadatan lebih didahulukan dari mengambil kemaslahatan).

Relasi mesra ulama-umara dalam konteks negara Indonesia yang religius adalah sebuah keniscayaan. Sebab pemerintah (umara) akan terus membutuhkan ulama dalam hal nasihat-nasihat dan fatwa-fatwa keagamaan yang konstruktif dan produktif.

Sementara, ulama membutuhkan umara untuk mendukung aktivitas mereka dalam berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, hukum, sosial, dan hal strategis lainnya. Karena itu, baik buruknya relasi ulama-umara akan menentukan baik buruknya sebuah bangsa.

Dalam konteks sejarah Nusantara, secara historis, sinergi ulama dan umara ini sudah terjalin sangat mesra dan kuat. Pada era Kesultanan Aceh Darussalam misalnya, Ratu Shafiyatuddin (w. 1675 M) menunjuk Syekh Abdurrauf Singkel (w. 1693 M) menjadi Qadhi Malik al-‘Adil atau mufti yang bertanggungjawab terhadap masalah keagamaan di Kesultanan Aceh.

Kitab Mi’rat at-Thullab fi Tashîl al-Ahkam asy-Syar’îyah li al-Malik al-Wahhâb adalah salah satu karya monumental yang menjadi bukti sejarah relasi mesra ulama-umara di kerajaan Aceh saat itu. Di Kalimantan Selatan ini, ada kerajaan Banjar.

Hubungan mesra ulama-umara di Banjar tergambar pada sosok Sultan Adam al-Watsiq Billah (1785-1857) dengan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (w.1812 M) sehingga pada waktu itu ditetapkan Undang-Undang Sultan Adam (UU-SA) yang memuat aturan pidana dan perdata berdasarkan hukum Islam dan kearifan lokal.

Bahkan kitab Sabilul Muhtadin anggitan Syekh Arsyad al-Banjari menjadi buku rujukan penting mengenai hukum keagamaan hingga hari ini.

Sementara, di belahan tanah Jawa, juga terlihat relasi mesra antara para Wali Songo dengan penguasa-penguasa setempat sehingga berhasil mendirikan pemerintahan yang sukses.

Sunan Ampel dan Sunan Giri misalnya, kerap diminta untuk menyiapkan aturan hukum perdata, adat istiadat, pernikahan dan muamalah. Sementara Sunan Kudus kerap dijadikan rujukan mengenai persoalan jinayah dan siyasah (kriminalitas dan politik) di zamannya.

Relasi ulama-umara yang sangat intim ini seakan sudah menjadi DNA warga bangsa Indonesia yang terwariskan dari generasi ke generasi. Sehingga kendati terjadi dinamika dan pasang surut, tapi secara umum relasi itu tetap terjalin dan terlihat indah bagaikan alunan nada dalam orkestra.

Oleh karena itu, sebagai generasi penerus estafeta kepemimpinan dan keulamaan para pendahulu pendiri bangsa, tidak ada pilihan lain bagi kita semua kecuali terus mengonservasi dan melestarikan relasi ulama-umara ini dengan sebaik-baiknya.

Maka terkait dengan hal itulah, mulai hari ini hingga empat hari ke depan, Pesantren al-Falah Banjarbaru ini akan menjadi bukti persemaian relasi mesra ulama-umara untuk kesekian kalinya.

Para ulama dan cendekia akan membahas sejumlah masalah aktual, baik yang terkait dengan isu-isu strategis kebangsaan (masâ’il asâsiyah wathanîyah), maupun isu-isu keagamaan kontemporer (masâ’il dînîyah mu’âshirah) dan masalah peraturan perundang-undangan (masâ’il qânûniyah).

Isu-isu strategis-aktual mengenai politisasi agama, kewajiban bela negara, pemberdayaan ekonomi umat, distribusi dana zakat, masalah perhajian, Dana Abadi Umat, aliran kepercayaan, RUU Pendidikan Pesantren dan RUU LGBT adalah beberapa masalah penting yang patut dicarikan jawaban syar’inya.

Sehingga kebijakan yang nantinya akan diambil oleh pemerintah (umara) dapat seiring sejalan dengan aturan agama. Keselarasan antara kebijakan negara dengan hasil musyawarah para ulama adalah bukti nyata terjalinnya relasi mesra antara ulama dan umara.

Dalam l0 saya, fatwa-fatwa para ulama, baik fatwa ulama yang tergabung dalam Ormas Islam, seperti NU dan Muhammadiyah maupun fatwa ulama MUI, sudah banyak yang diadopsi menjadi hukum positif.

Sebut saja misalnya, Undang-Undang (UU) No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, UU No. 17 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, UU Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat, UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, UU No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah, UU No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi, UU No. 50 Tahun 2009 tentang Peradilan Agama, UU No. 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal, UU No. 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.

Data di atas belum termasuk yang sudah terakomodir dalam aturan turunan Undang-Undang seperti Peraturan Pemerintah, Perpres, Peraturan Menteri dan sejenisnya.

Oleh karena itu, tanpa menjadi negara khilafah, sejatinya bangsa ini terus berupaya menerapkan ajaran Islam seoptimal dan semaksimal mungkin. Dengan berasaskan Pancasila, bangsa ini mampu meramu hukum agama dengan hukum lokal, sehingga keduanya bersenyawa menjadi semacam simponi negara-bangsa yang khas dan tidak ada duanya di bumi persada.

Indonesia menjalankan roda kenegaraan dan kebangsaannya dengan prinsip al-jawâhir wal ma’ânî, bukan sekadar al-mazhâhir wal mabânî. Kita lebih memilih esensi sehingga tidak terjebak hanya pada kemasan yang hampa isi.

Pada titik inilah, saya berharap kepada kita semua, khususnya para ulama yang tergabung dalam MUI, untuk dapat menjadi stimulator, akselerator, dan integrator dalam mendorong pengembangan bangsa ini ke arah yang lebih baik dan lebih baik lagi, ilal ashlah wal ashlah, sehingga Indonesia mampu menjadi negara yang besar, berperadaban maju dan membawa rahmat bagi semesta alam.

Berbagai persoalan kontemporer (mu’ashirah), isu-isu sosial keagamaan dan kebangsaan yang perlu dicarikan solusi terbaiknya memerlukan pengkajian fiqh yang mendalam dan komprehensif berdasarkan maraji’ dan makhârij al-fiqh yang mu’tabarah dan otoritatif.

Kerja seperti itu memerlukan energi keikhlasan, kesabaran, dan kearifan yang amat besar pada diri ulama, khususnya di komisi fatwa, sehingga fatwa yang dihasilkan betul-betul kontekstual dan membawa maslahat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Saya berharap semoga acara Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia yang ke-6 Majelis Ulama Indonesia ini menghasilkan fatwa-fatwa yang konstruktif dan mencerahkan. Sehingga bisa membimbing umat dan berdampak bagi perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Wallahul muwafiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb.

 

Banjarbaru, 7 Mei 2018

Menteri Agama RI,

Lukman Hakim Saifuddin

Tags: ijtima ulamaMenag
Share31Tweet20Send
Previous Post

PTUN Tolak Gugatan HTI

Next Post

UYM Jadi Tamu Kehormatan di Wisuda Hafidz Al-Qur’an dari Turki dan Rusia

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

0
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

0
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

6 September 2026
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

6 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result