Bandung, Gontornews — Ayah dan Bunda, tentu kita ingin anak-anak kita memiliki karakter yang baik. Hal ini wajar sekali, sebab karakter yang baik adalah salah satu bukti keberhasilan kita sebagai orangtua. Nah, sebenarnya apa sih karakter itu?
Karakter adalah sifat-sifat moral, entah baik atau buruk, yang melekat pada pribadi seseorang. Bedakan dengan kepribadian ya, sebab kepribadian adalah wujud total dari seluruh respon emosi, sikap, dan perilaku seseorang. Gampangnya, karakter itu bagian dari kepribadian.
Pertanyaan yang sering timbul ialah sejak kapan sih karakter kita mulai terlihat? Soalnya kadang-kadang kita suka menilai, “Wah, anak ini pendiam, jadi pasti sudah besarnya juga akan seperti itu.”
Jawabannya, muncul dari penelitian jangka panjang Universitas Otago di kota Dunedin, Selandia Baru. Penelitian yang melibatkan 1.000 anak ini menemukan bahwa karakter yang terlihat di usia tiga tahun, cenderung tetap terlihat di usia remaja dan dewasa.
Contohnya, anak yang pada usia tiga tahun tidak stabil emosinya, cenderung menjadi agresif dan anti sosial di usia sepuluh tahun, serta besar kemungkinan menjadi pelaku kriminal di usia dua puluh satu tahun.
Contoh lain yakni anak yang pada usia tiga tahun terlihat penakut serta pemalu, ia akan jadi orang yang mudah depresi dan memiliki sedikit teman di usia dewasa. Sedangkan anak yang pada usia tiga tahun mampu berteman dengan baik dan bisa mengontrol dirinya, maka ia akan menjadi orang dewasa yang matang dan berwawasan luas.
Lalu apa gunanya mendeteksi karakter sejak dini? Gunanya adalah agar kita bisa sedini mungkin menyesuaikan pola didik pada karakter anak. Seperti, anak yang pada usia tiga tahun tidak stabil emosinya, maka perlu lebih diberi perhatian juga anak yang pemalu lebih diperbaiki rasa percaya dirinya.
Dengan deteksi dini dan penyesuaian pola didik ini, anak-anak akan bisa diluruskan karakternya sehingga menjadi baik saat usia dewasa. Allahu a’lam. Salam Smart Parents! []





















