Doha, Gontornews — Pemerintah Qatar memastikan seluruh stadion Piala Dunia Qatar 2022 bebas dari penjualan minuman keras. Sebaliknya, panitia hanya akan memperbolehkan penjualan bir sebelum dan sesudah beberapa pertandingan sepakbola di tempat khusus.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pagelaran Piala Dunia 2022 diselenggarakan di negara muslim yang menerapkan kontrol ketat terhadap alkohol. Karena itu, panitia penyelenggara merasa tertantang karena terbiasa dengan penggemar minuman keras dan kerap mendapatkan sponsor minuman keras global.
“Di stadion, rencananya masih dalam tahap finalisasi, tetapi diskusi saat ini adalah mengizinkan penggemar untuk minum bir pada saat kedatangan dan ketika meninggalkan stadion. Tetapi, bir tidak akan tersaji selama pertandingan atau berada di dalam stadion,” kata sebuah sumber kepada Reuters.
Sebuah dokumen tertanggal 2 Juni, yang Reuters lihat, memberikan wawasan tentang bagaimana penyelenggara mengakomodir tuntutan, sekitar 1,2 juta, penggemar sepakbola tentang minuman keras. Pasalnya, ada sebagian penggemar sepakbola yang terbiasa meminum alkohol tanpa batas bahkan hingga hari pertandingan berlangsung.
Hubungan sepakbola dengan minuman keras telah terjalin lama dan berjalan rumit. Jelang pagelaran Piala Dunia 2014, pemerintah Brazil terpaksa mencabut aturan larangan alkohol di stadion setelah mendapatkan tekanan dari regulator sepakbola dunia, FIFA.
Penyelenggaraan piala dunia 2022 di Qatar lantas mengundang tanda tanya sejak mereka memenangkan hak penyelenggaraan piala dunia pada 2010 silam. Meski bukan negara “kering” seperti Arab Saudi, pemerintah Qatar melarang konsumsi alkohol di tempat umum.
Meski demikian, penyelenggara lokal memastikan para penggemar dapat membeli minuman keras dengan waktu terbatas di lokasi yang mereka tentukan yaitu di taman Al Biddha, Doha, Ibukota Qatar.
“Tidak seperti zona penggemar Piala Dunia sebelumnya, minuman keras tidak akan tersaji sepanjang hari, tetapi pada waktu yang terbatas,” tambah sumber tersebut.
Seorang juru bicara penyelenggara, Komite Tertinggi Qatar untuk Pengiriman dan Warisan bersama dengan FIFA mereka akan mengumumkan rencana ketersediaan alkohol dalam turnamen berdurasi 28 hari tersebut.
“Alkohol akan tersedia di area yang Qatar tentukan, seperti hotel dan bar, dan ini tidak akan berubah pada 2022. Dengan tujuan melayani penggemar yang berkunjung pada 2022, alkohol akan tersedia di area yang ditentukan selam turnamen,” ungkap juru bicara turnamen. [Mohamad Deny Irawan]






















