Washington, Gontornews – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baik dari Partai Demokrat maupun Republik AS mengecam hubungan Turki dan Rusia dalam hubungan militer kedua negara. Kecaman dilayangkan melalui resolusi.
Rabu (15/5), anggota Parlemen AS mendesak Turki untuk segera membatalkan keinginannya untuk mengakuisisi sistem pertahanan rudal S-400 milik Rusia. Hal itu juga upaya mereka mencegah Ankara melakukan kesepakatan pembelian rudal dengan Rusia.
“Ini dapat membahayakan hubungan AS-Turki dan peran Turki dalam NATO,” kata Perwakilan Demokrat Eliot Engel, ketua Komite Urusan Luar Negeri Dewan, dalam sebuah pernyataan, Reuters.
Pejabat AS itu juga mendesak Turki untuk membatalkan pembelian sistem S-400 yang dapat mempertaruhkan posisinya sebagai calon pembeli dan mitra dalam produksi jet tempur Lockheed Martin F-35.
Menurutnya, rencana Turki untuk membeli S-400 tersebut hanya akan membahayakan keamanan jet dan menghilangkan keinginan Ankara membeli sistem pertahanan rudal AS.
Anggota Kongres telah mencoba berbagai pendekatan untuk meyakinkan Turki segera membatalkan pembelian, termasuk juga memperkenalkan undang-undang yang akan menghalangi pemerintah federal untuk menggunakan anggarannya untuk mengirimkan jet F-35 ke Turki.
Resolusi tersebut diperkenalkan oleh Perwakilan Demokrat House No. 2, Steny Hoyer, dan Kevin McCarthy, dari Republik serta Engel dan Michael McCaul, Urusan Luar Negeri dari partai Republik, lalu Ketua Komite Peruntukan Nita Lowey, dan Granger, serta Ketua Komite Kehakiman Jerrold Nadler dan peringkat Republik Doug Collins.[Devi Lusianawati]






















