10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 27 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Tafsir Sains

Oleh: Ahmad Kholili Hasib, Direktur Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS)

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
16 May 2019
in Dirasah
0
Martabat Wanita dalam Naungan Islam

Berbicara sains dan agama, tampaknya sudah tidak relevan lagi membuat garis demarkasi dikotomis atau dualis. Kini, banyak ilmuwan meningkatkan diskusinya sampai pada tahap upaya bagaimana penyatuan antara sains dan agama. Gagasan itu popular dengan istilah ‘integrasi’. Sejak lima belasan tahun terakhir di dalam beberapa perguruan tinggi Islam Negeri (UIN) berkembang diskusi integrasi ilmu, dengan gaya dan modelnya sendiri. Jadi, diskusinya masih relatif baru, padahal dalam tradisi Islam hal itu telah benar-benar mapan ribuan tahun lalu.

Ternyata kemungkinan karena inspirasinya berasal dari ilmuwan Barat modern yang prointegrasi ilmu. Antara lain yang dirujuk; Holmes Rolston, Ian G. Barbour, dan lain-lain. Holmes mengatakan “antara teori dalam sains dan teologi dalam agama lebih banyak memiliki kesamaan daripada perbedaannya” (Holmes Rolston,Ilmu dan Agama Sebuah Survei Kritis, hlm.1). Sementara Barbour percaya bahwa Tuhan memiliki peranan dalam perubahan-perubahan alam semesta (Ian G. Barbour, Juru Bicara Tuhan: Antara Sains dan Agama).

Dua ilmuwan tersebut memiliki dua latar; Barat dan Kristen. Holmes sendiri pernah menjadi pendeta. Sudah pasti berangkat dari pengalaman itu. Pertanyaannya, bagaimana perguruan Tinggi Islam mengaplikasikan model integrasi itu ke dalam dunia Islam. Ternyata persoalannya berada dalam epistemologinya yang berpengaruh ke dalam pendekatan studi. Gagasannya masih berkisar pada “bagaimana”. Yakni bagaimana Islam ‘berdialog’ dengan alam. Apakah dialog itu bermaksud Muslim melihat alam dengan cara dan pengalaman Barat? Ini patut dipertanyakan.

Di dalam dunia tradisi Islam, diskusi sains dan agama serta cara melihat alam sudah pada tingkat metafisika. Hubungan sains dan agama bukan wacana atau isu, tetapi telah menjadi keyakinan epistemologis yang tsabit setiap mu’min. Karena itu, kosmologi Islam itu sangat metafisis. Harus diakui, sains modern masih berjibaku pada alam fenomena (alam fisik/hissiyyah). Prof. Wan Mohd Nor mengatakan:

BACA JUGA

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Sanad sebagai Fondasi Intelektual Pesantren

Stigma Buruk Masyarakat terhadap Kaum Perempuan dalam Perspektif Islam

“Menarik untuk diperhatikan bahwa manusia modern sekarang lebih terfokus pada alam yang terakhir (alam fenomenal) dan telah membelanjakan banyak uang untuk menguak angkasa raya dengan harapan bisa mengetahui asal-mula dan tujuan diciptakannya manusia serta alam yang ditempatinya” (Wan Mohd Nor Wan Daud, Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam, hlm. 104).

Islam memadang alam fenomenal itu dengan cara yang metafisik. Ia harus dilihat dengan parameter ketuhanan. Hal ini berlaku dalam tradisi para ulama, khususnya para sufi. Ibnu Athoillah al-Sakandari dalam untaian kata hikmahnya mengatakan:

أنت مع الأكوان مالم تشهد المكون فإذا شهدته كانت الأكوان معك

“Engkau terikat oleh alam (fenomenal) selama engkau belum bisa ‘melihat’ penciptanya. Apabila kamu mampu ‘melihat’ penciptanya, maka alam ini akan tunduk kepadamu”.

Maksudnya, untuk mengetahui rahasia alam ini, kita perlu mengenal Allah Sang Pencipta. Hal ini telah menjadi ‘rumus’ pada ilmuan Muslim terdahulu. Bahwa meneliti alam sudah pasti dengan menggunakan pendekatan dan ‘kaca mata’ Islam. Alam bukan sekedar benda mati, benda fisik. Namun ia adalah tanda kekuasaannya. Atau ‘ayat’ Allah SWT.

Dengan cara seperti itu, imam al-Ghazali mengatakan orang yang telah memahami hikmah-hikmah rahasia di balik alam ini akan menjadi menancap keimanannya kepada Allah SWT. Termasuklah dalam meneliti jiwa manusia (psikologi). Ia mengatakan: “Jika kamu melihat jiwa dirimu makan kamu akan menemukan keajaiban dan tanda-tanda kekuasan-Nya” (imam al-Ghazali,Al-Hikmah fi Makhluqatillah, hlm. 3 dan 52).

Cara melihat itu yang oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas sebagai cara pandang Islam (Islamic Worldview). Syed Naquib al-Attas membuat qiyas menarik tentang alam ini. Menurutnya, alam ini merupakan kitab yang berisi ayat-ayat Allah SWT. Jika al-Qur’an terdiri dari ayat-ayat yang disebut juga dengan tanda, maka seluruh ciptaan Allah SWY (alam) juga merupakan kitab yang berisi tanda-tanda yang bertujuan menunjukkan bahwa Tuhan itu ada (Wan Mohd Nor Wan Daud, Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam, hlm. 105).

Dunia ini merupakan bentuk lain dari wahyu Allah SWT, seperti al-Qur’an. Perbedaannya terletak pada keadaan bahwa alam ini merupakan sesuatu yang diciptakan. Ia tampil dalam pelbagai bentuk yang berbeda-beda, yang berfungsi sebagai simbol wujud yang secara kontinu diartikulasikan melalui Kalam Tuhan yang kreatif (Syed M. Naquib al-Attas,Islam and the Philosophy of Science, hlm. 27).

Alam merupakan ayat (tanda kekuasaan Nya), yang berguna bagi manusia untuk mengenal-Nya. Jadi, perlakuan alam dalam sains Islam seperti seorang yang membaca al-Qur’an. Dunia memiliki banyak tanda-tanda yang samar dan mungkin bagi sebagian orang tidak menarik, khususnya bagi orang yang tidak memiliki intelektualitas dan disiplin spiritual. Bagi mereka, dunia ini adalah benda fisik, mati dan bukan bagian dari ‘wahyu’/ayat Allah.

Sementara bagi orang yang memiliki intelektualitas ditambah pengalaman spiritual akan mampu melampaui dunia fenomena itu sampai ia menyaksikan (syuhud) atau merasakan (dzauq) rahasia di balik alam itu.

Selanjutnya, Syed al-Attas menerangkan, membaca alam itu ada adabnya. Sehingga pengkajian dan pemanfaatan alam yang diiringi kesadaran spiritual yang tinggi akan menciptakan sikap bertanggung jawab.

Dengan demikian, metodologi sains Islam dapat disamakan dengan ta’wil dalam ilmu tafsir al-Qur’an. Dengan mengasumsikan bahwa alam syahadah/alam thabi’ (alam fisik), merupakan kitab Kauniyah Allah. Dalam alam thabi’ ini terdapat banyak sekali ayat-ayat (tanda kekuasaan) Allah. Memahami alam semesta ini dengan mentakwil sebagaimana mentakwil kitab al-Qur’an. Takwil terhadap alam semesta ini sebagaimana berlaku dalam al-Qur’an harus berdasarkan tafsir. Susunan materi dalam alam semesta juga dianalogikan dengan susunan dan sistem kata dalam al-Qur’an. Dengan demikian, maka dapat dihasilkan suatu konsep-konsep sains. Dalam proses takwil (penyelidikan sains), diperlukan proses tafakkur (sebagaimana dijelaskan oleh imam al-Ghazali di atas). Tafakkur merupakan penelitian (research). Dari tafakkur dengan proses mujahadah nafsu (memerangi hawa nafsu), maka seorang saintis akan mendapatkan apa yang disebut discovery.

Sehingga dengan perspektif seperti ini, maka seorang saintis Muslim sama dengan ahli tafsir (ta’wil). Jika ahli tafsir bekerja menggali, menemukan dan menampakkan makna yang terdapat dalam ayat-ayat al-Qur’an, maka seorang saintis alam, menggali, menemukan dan menampakkan hakikat tersembunyi dari suatu realitas alam.

Dijelaskan oleh imam al-Ghazali bahwa jika seorang bertafakkur terhadap alam semesta, maka akan tersingkap banyak rahasia-rahasia, yang ia gambarkan bagaikan suatu bangunan rumah yang di dalamnya tersedia perabotan yang diperlukan. Tafakkur tidak lain dengan cara melakukan riset. Dengan demikian, terungkap bahwa seorang researcher (peneliti/periset) sains alam haruslah orang yang memiliki adab kepada diri dan Tuhannya. Sebagaimana ulama-ulama tafsir dahulu yang juga seorang yang mujahidu al-nafs (memerangi hawa nafsu) melalui tashfiyatul qalb (penjernihan hati). Karena posisi pandangan hidup (worldview) itu penting dalam soal ini, maka yang diperlukan adalah Islamisasi sebagaimana pandangan Syed M Naquib al-Attas.

Tags: AgamaSainsTafsir
Share52Tweet33Send
Previous Post

Facebook Siap Tindak Pengguna Pelanggar Fitur Siaran Langsung

Next Post

Kecam Hubungan Turki – Rusia, AS Keluarkan Resolusi

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

25 July 2026
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

25 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

0
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

0
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

0
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

0
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

26 July 2026
Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

26 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

26 July 2026
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

26 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result