15
Tonton Selengkapnya
31 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 3 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Tafsir Sains

Oleh: Ahmad Kholili Hasib, Direktur Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS)

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
16 May 2019
in Dirasah
0
Martabat Wanita dalam Naungan Islam

Berbicara sains dan agama, tampaknya sudah tidak relevan lagi membuat garis demarkasi dikotomis atau dualis. Kini, banyak ilmuwan meningkatkan diskusinya sampai pada tahap upaya bagaimana penyatuan antara sains dan agama. Gagasan itu popular dengan istilah ‘integrasi’. Sejak lima belasan tahun terakhir di dalam beberapa perguruan tinggi Islam Negeri (UIN) berkembang diskusi integrasi ilmu, dengan gaya dan modelnya sendiri. Jadi, diskusinya masih relatif baru, padahal dalam tradisi Islam hal itu telah benar-benar mapan ribuan tahun lalu.

Ternyata kemungkinan karena inspirasinya berasal dari ilmuwan Barat modern yang prointegrasi ilmu. Antara lain yang dirujuk; Holmes Rolston, Ian G. Barbour, dan lain-lain. Holmes mengatakan “antara teori dalam sains dan teologi dalam agama lebih banyak memiliki kesamaan daripada perbedaannya” (Holmes Rolston,Ilmu dan Agama Sebuah Survei Kritis, hlm.1). Sementara Barbour percaya bahwa Tuhan memiliki peranan dalam perubahan-perubahan alam semesta (Ian G. Barbour, Juru Bicara Tuhan: Antara Sains dan Agama).

Dua ilmuwan tersebut memiliki dua latar; Barat dan Kristen. Holmes sendiri pernah menjadi pendeta. Sudah pasti berangkat dari pengalaman itu. Pertanyaannya, bagaimana perguruan Tinggi Islam mengaplikasikan model integrasi itu ke dalam dunia Islam. Ternyata persoalannya berada dalam epistemologinya yang berpengaruh ke dalam pendekatan studi. Gagasannya masih berkisar pada “bagaimana”. Yakni bagaimana Islam ‘berdialog’ dengan alam. Apakah dialog itu bermaksud Muslim melihat alam dengan cara dan pengalaman Barat? Ini patut dipertanyakan.

Di dalam dunia tradisi Islam, diskusi sains dan agama serta cara melihat alam sudah pada tingkat metafisika. Hubungan sains dan agama bukan wacana atau isu, tetapi telah menjadi keyakinan epistemologis yang tsabit setiap mu’min. Karena itu, kosmologi Islam itu sangat metafisis. Harus diakui, sains modern masih berjibaku pada alam fenomena (alam fisik/hissiyyah). Prof. Wan Mohd Nor mengatakan:

BACA JUGA

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Sanad sebagai Fondasi Intelektual Pesantren

Stigma Buruk Masyarakat terhadap Kaum Perempuan dalam Perspektif Islam

“Menarik untuk diperhatikan bahwa manusia modern sekarang lebih terfokus pada alam yang terakhir (alam fenomenal) dan telah membelanjakan banyak uang untuk menguak angkasa raya dengan harapan bisa mengetahui asal-mula dan tujuan diciptakannya manusia serta alam yang ditempatinya” (Wan Mohd Nor Wan Daud, Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam, hlm. 104).

Islam memadang alam fenomenal itu dengan cara yang metafisik. Ia harus dilihat dengan parameter ketuhanan. Hal ini berlaku dalam tradisi para ulama, khususnya para sufi. Ibnu Athoillah al-Sakandari dalam untaian kata hikmahnya mengatakan:

أنت مع الأكوان مالم تشهد المكون فإذا شهدته كانت الأكوان معك

“Engkau terikat oleh alam (fenomenal) selama engkau belum bisa ‘melihat’ penciptanya. Apabila kamu mampu ‘melihat’ penciptanya, maka alam ini akan tunduk kepadamu”.

Maksudnya, untuk mengetahui rahasia alam ini, kita perlu mengenal Allah Sang Pencipta. Hal ini telah menjadi ‘rumus’ pada ilmuan Muslim terdahulu. Bahwa meneliti alam sudah pasti dengan menggunakan pendekatan dan ‘kaca mata’ Islam. Alam bukan sekedar benda mati, benda fisik. Namun ia adalah tanda kekuasaannya. Atau ‘ayat’ Allah SWT.

Dengan cara seperti itu, imam al-Ghazali mengatakan orang yang telah memahami hikmah-hikmah rahasia di balik alam ini akan menjadi menancap keimanannya kepada Allah SWT. Termasuklah dalam meneliti jiwa manusia (psikologi). Ia mengatakan: “Jika kamu melihat jiwa dirimu makan kamu akan menemukan keajaiban dan tanda-tanda kekuasan-Nya” (imam al-Ghazali,Al-Hikmah fi Makhluqatillah, hlm. 3 dan 52).

Cara melihat itu yang oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas sebagai cara pandang Islam (Islamic Worldview). Syed Naquib al-Attas membuat qiyas menarik tentang alam ini. Menurutnya, alam ini merupakan kitab yang berisi ayat-ayat Allah SWT. Jika al-Qur’an terdiri dari ayat-ayat yang disebut juga dengan tanda, maka seluruh ciptaan Allah SWY (alam) juga merupakan kitab yang berisi tanda-tanda yang bertujuan menunjukkan bahwa Tuhan itu ada (Wan Mohd Nor Wan Daud, Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam, hlm. 105).

Dunia ini merupakan bentuk lain dari wahyu Allah SWT, seperti al-Qur’an. Perbedaannya terletak pada keadaan bahwa alam ini merupakan sesuatu yang diciptakan. Ia tampil dalam pelbagai bentuk yang berbeda-beda, yang berfungsi sebagai simbol wujud yang secara kontinu diartikulasikan melalui Kalam Tuhan yang kreatif (Syed M. Naquib al-Attas,Islam and the Philosophy of Science, hlm. 27).

Alam merupakan ayat (tanda kekuasaan Nya), yang berguna bagi manusia untuk mengenal-Nya. Jadi, perlakuan alam dalam sains Islam seperti seorang yang membaca al-Qur’an. Dunia memiliki banyak tanda-tanda yang samar dan mungkin bagi sebagian orang tidak menarik, khususnya bagi orang yang tidak memiliki intelektualitas dan disiplin spiritual. Bagi mereka, dunia ini adalah benda fisik, mati dan bukan bagian dari ‘wahyu’/ayat Allah.

Sementara bagi orang yang memiliki intelektualitas ditambah pengalaman spiritual akan mampu melampaui dunia fenomena itu sampai ia menyaksikan (syuhud) atau merasakan (dzauq) rahasia di balik alam itu.

Selanjutnya, Syed al-Attas menerangkan, membaca alam itu ada adabnya. Sehingga pengkajian dan pemanfaatan alam yang diiringi kesadaran spiritual yang tinggi akan menciptakan sikap bertanggung jawab.

Dengan demikian, metodologi sains Islam dapat disamakan dengan ta’wil dalam ilmu tafsir al-Qur’an. Dengan mengasumsikan bahwa alam syahadah/alam thabi’ (alam fisik), merupakan kitab Kauniyah Allah. Dalam alam thabi’ ini terdapat banyak sekali ayat-ayat (tanda kekuasaan) Allah. Memahami alam semesta ini dengan mentakwil sebagaimana mentakwil kitab al-Qur’an. Takwil terhadap alam semesta ini sebagaimana berlaku dalam al-Qur’an harus berdasarkan tafsir. Susunan materi dalam alam semesta juga dianalogikan dengan susunan dan sistem kata dalam al-Qur’an. Dengan demikian, maka dapat dihasilkan suatu konsep-konsep sains. Dalam proses takwil (penyelidikan sains), diperlukan proses tafakkur (sebagaimana dijelaskan oleh imam al-Ghazali di atas). Tafakkur merupakan penelitian (research). Dari tafakkur dengan proses mujahadah nafsu (memerangi hawa nafsu), maka seorang saintis akan mendapatkan apa yang disebut discovery.

Sehingga dengan perspektif seperti ini, maka seorang saintis Muslim sama dengan ahli tafsir (ta’wil). Jika ahli tafsir bekerja menggali, menemukan dan menampakkan makna yang terdapat dalam ayat-ayat al-Qur’an, maka seorang saintis alam, menggali, menemukan dan menampakkan hakikat tersembunyi dari suatu realitas alam.

Dijelaskan oleh imam al-Ghazali bahwa jika seorang bertafakkur terhadap alam semesta, maka akan tersingkap banyak rahasia-rahasia, yang ia gambarkan bagaikan suatu bangunan rumah yang di dalamnya tersedia perabotan yang diperlukan. Tafakkur tidak lain dengan cara melakukan riset. Dengan demikian, terungkap bahwa seorang researcher (peneliti/periset) sains alam haruslah orang yang memiliki adab kepada diri dan Tuhannya. Sebagaimana ulama-ulama tafsir dahulu yang juga seorang yang mujahidu al-nafs (memerangi hawa nafsu) melalui tashfiyatul qalb (penjernihan hati). Karena posisi pandangan hidup (worldview) itu penting dalam soal ini, maka yang diperlukan adalah Islamisasi sebagaimana pandangan Syed M Naquib al-Attas.

Tags: AgamaSainsTafsir
Share49Tweet31Send
Previous Post

Facebook Siap Tindak Pengguna Pelanggar Fitur Siaran Langsung

Next Post

Kecam Hubungan Turki – Rusia, AS Keluarkan Resolusi

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result