Kesempurnaan memang hanya milik Allah SWT. Namun, masih banyak orangtua yang berkecil hati ketika anaknya terlahir dengan kondisi ‘kurang sempurna’.
Anak adalah rezeki. Semua anak itu istimewa dan memiliki kelebihan masingmasing. Tetaplah bersyukur atas semua pemberian Allah, termasuk jika hal itu tidak sesuai dengan keinginan kita. Anda terpilih untuk naik derajat jika mampu sabar menerimanya. Jadi, jangan terpuruk dengan keadaan.
Sabar adalah kata yang ringan diucapkan namun sulit untuk diaplikasikan. Tidak semua orang bisa bersabar, apalagi menerima dengan ikhlas ketetapan Ilahi berikut dengan hikmahnya.
“Sabar adalah separuh iman dan keyakinan adalah seluruh keimanan.” (HR Thabrani dan Baihaqi)
Karena itu, sangat senang sekali jika kita bisa berjumpa dengan pasangan suami istri (pasutri) yang kerap sabar, tegar, dan ikhlas, saat anaknya tengah diuji dengan keterbatasan fisiknya. “Tidak ada suatu rezeki yang Allah SWT berikan kepada seorang hamba yang lebih luas dari sabar.” (HR Hakim)
Seperti yang dialami oleh pasangan ayah bunda Bella. Nama mereka viral di media sosial karena buah hatinya terkena Pfeiffer Syndrom type 2. Bella didiagnosa Sleep Apnea. Saat tidur, otak kecil Bella lupa memerintahkan paru-parunya untuk bernapas. Bella kerap bernapas hanya dua sampai tiga kali dalam semenit. Bahkan pernah selama 70 detik Bella tidak bernapas sama sekali.
Bella tidak hanya buta dan tuli. Bella mempunyai daun telinga yang normal, tapi tak memiliki lubang.
Langit-langit mulut yang langka terbelah berbentuk hati. Ia tak bisa menelan apapun. Karena itu, Bella hanya bisa minum susu khusus dan disalurkan melalui selang yang tersambung ke perutnya.
Sedih memang melihat ujian yang dialami Bella dan kedua orangtuanya. Meski begitu, para netizen begitu kagum dan malu karena ternyata orangtua Bella adalah pasangan yang kuat dan tegar berjuang. Mereka tak henti-hentinya berdoa dan berusaha demi kesembuhan si buah hati.
Sekitar umur setahun, perkembangan Bella jauh di luar perkiraan tim medis. Tiba-tiba saja Bella bisa melihat sekitarnya.
Sekitar umur dua tahun, Bella dipasangi alat khusus yang bisa membuatnya berbicara. Alat yang harusnya tidak bisa ia gunakan karena secara medis itu tidak mungkin karena tidak ada udara yang keluar masuk dari tenggorokannya.
Kisah Bella dan kedua orangtuanya memang layak menjadi inspirasi banyak orang. Apalagi, kini banyak masyarakat yang justru malu saat anaknya tak terlahir ‘sempurna’.
Belum lagi ada yang terbiasa mencibir keadaan tetangganya yang terkena ujian. Padahal, semua adalah ketetapan dari Allah SWT.
Ini seharusnya menjadi ujian bagi orangtua dan anak untuk tetap ikhlas, sabar, dan tegar. Serta ujian bagi yang lain untuk dapat bersikap baik, saling mendoakan, membantu, dan memotivasi.
“Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Hadis ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak selalu datang di awal. Namun, kebahagiaan yang hakiki akan datang di kemudian hari bersama dengan orang-orang yang beriman dan selalu bersabar. Jadi, sebagai pasutri yang beriman, teruslah bersyukur, ikhlas, dan berikhtiar dalam menghadapi semua cobaan. [Edithya Miranti]





















