Dengan segudang manfaat, daun mint jadi primadona minuman. Selain memberikan sensasi segar dalam mulut, daun pipih ini juga baik untuk kesehatan ibu hamil
Saat Anda mendengar kata mint, mungin yang terbesit dalam benak adalah sensasi semriwing, dingin dengan sedikit rasa pedas. Benar saja, biasanya, sensasi mint hadir pada permen yang berharga murah maupun berharga premium.
Namun, di beberapa restoran, sensasi dingin mint hadir dalam sajian lemon tea atau minuman beraroma segar lainnya. Menariknya, wujud dari ‘mint’ ada dalam bentuk daun. Orang biasa menyebut daun tersebut sebagai daun mint.
Tanaman pemilik nama latin Mentha piperita atau mentha codifolia ini memiliki segudang manfaat kesehatan maupun kecantikan seperti mengurangi rasa nyeri dalam tubuh, mengurangi risiko kanker, baik untuk pertumbuhan tulang, menjaga kesehatan kulit, menyehatkan mata, meningkatkan imun tubuh hingga mengurangi rasa mual pada ibu hamil.
Daun mint bebas kolesterol sehingga tidak mengganggu kesehatan jantung dan tidak menyebabkan penyakit kardiovaskular lainnya. Dalam 100 gram, daun mint mengandung sodium, potasium serta karbohidrat. Tidak ketinggalan pula, vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, vitamin B-6 serta magnesium yang terkandung dalam daun mint.
Dari sejumlah kandungan vitamin dan mineral di atas, vitamin A mengambil porsi tertinggi dalam 100 gram daun mint. Tak heran, banyak peneliti bersepakat bahwa daun ini amat baik untuk kesehatan mata.
Tanamam yang biasanya ditanam di Eropa, Afrika, Australia dan Amerika utara ini biasanya terdapat pada makanan, minuman, pasta gigi, permen karet maupun permen manis pada umumnya.
Meski demikian, dalam sebuah penelitian tentang daun mint yang diterbitkan jurnal kesehatan gigi tahun 2014 menyebutkan bahwa sensasi dingin yang muncul pada mulut tidak mempengaruhi kesehatan gigi secara langsung.
Secara terperinci, hipotesa awal adalah kemungkinan pengaruh daun mint dalam mencegah munculnya karies gigi. Karies gigi merupakan suatu penyakit yang merusak kesehatan serta struktur gigi. Umumnya, si penderita akan merasakan nyeri jika tidak kunjung ditangani. Bahkan, dalam kasus tertentu, penyakit mulut ini menyebabkan kematian.
Penyakit ini lebih disebabkan terlalu banyaknya kandungan asam yang menempel dalam gigi. Kandungan asam muncul setelah bakteri mengubah sisa-sisa makanan dalam mulut. Apabila tidak ditanggulangi, lapisan asam ini akan menyebabkan gigi menjadi ringkih dan rentan mengalami karies.
Lebih lanjut, dalam penelitian di atas disebutkan, bahwa peran pH saliva dalam menetralkan asam penyebab karies sangat penting. Namun, apabila pH saliva tidak terangsang, maka asam yang menempel di gigi akan semakin merajalela. Di sinilah, dugaan fungsi daun mint berjalan.
Daun mint ditengarai memiliki rasa asam, manis, asin, pahit dan pedas yang mempengaruhi pH saliva. Lebih spesifik, kandungan minyak atsiri pemberi sensasi pedas, dingin sejuk sangat merangsang perubahan pH Saliva menjadi lebih efektif.
Meski demikian, di akhir penelitiannya, Ani Subekti dkk menyebut tiga hal: (1) tidak ada perbedaan pH Saliva sebelum dan sesudah berkumur rebusan daun mint; (2) tidak ada perubahan pH Saliva sebelum dan sesudah berkumur aquades; dan (3) tidak ada pengaruh berkumur air rebusan daun mint terhadap perubahan pH Saliva.
Penelitian ini membuktikan, bahwa daun mint tidak sepenuhnya menyehatkan gigi selain memberikan sensasi dingin dalam mulut saja.
Bagi ibu hamil, mencampurkan rebusan jahe, daun mint bermanfaat untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil. Dalam penelitian yang berjudul, ‘Perbandingan Efektivitas Pemberian Rebusan Jahe Dan Daun Mint Terhadap Mual Muntah Pada Ibu Hamil’ itu, peneliti menunjukkan bahwa rebusan jahe lebih efektif menurunkan potensi mual muntah pada ibu hamil ketimbang daun mint.
“Perbandingan sesudah antara kelompok pemberian rebusan jahe dan daun mint didapatkan hasil mean rank yaitu pada kelompok jahe diperoleh selisih 9,87 sedangkan daun mint 6,66.”
“Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian rebusan jahe lebih efektif dibanding daun mint,” ungkap penelitian yang ditulis oleh Chatur Dhian Parwitasari, Sri Utami dan Siti Rahmalia dari Universitas Riau.
Tetapi dengan kandungan 6,66, daun mint memilik potensi yang baik untuk mencegah mual muntah pada ibu hamil. [Mohamad Deny Irawan]






















