Ponorogo, Gontornews–Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal mengaku priharin dengan kondisi dunia pendidikan saat ini. Selama ini, ujarnya, pemerintah dan masyarakat sering rebut urusan kurikulum dan system pendidikan.
Disebutkan pula bahwa setiap ganti rezim pemerintah selalu ada pergantian kurikulum pendidikan. Belakangan ini,lanjutnya, ribut soal full day schoo dan system atau kurikulum pendidikan lainya.
“Di Gontor setiap hari full day dan full night. Gontor dengan kedisiplinannya, kemandiriannya, dan keikhlasannya harus terus dipertahankan,” papar Kiai Hasan dalam acara Silaturahim dan Seminar Nasional bertema Pendidikan Mu’alimin Dalam Sistem Pendidikan Nasional” dalam rangka peringatan 90 tahun pondok modern Darussalam Gontor di Gedung BPPM pada, Kamis (1 /9).
Hadir dalam acara ini diantaranya Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI KH Hasyim Muzadi, Ketua MUI KH Cholil Ridwan, Rektor UNIDA Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi dan puluhan alumni Gontor serta pimpinan pesantren alumni Gontor dari berbagai daerah.
Lebih lanjut, Kiai kharismatik yang selalu menggenakan jaz warna hitam dan peci hitam ini menegaskan bahwa kita butuh kesungguhan untuk menghadapi penantang yang tak senang dengan nilai-nilai pesantren yang dipertahankan.
Kiai Hasan berharap nilai-nilai pondok tidak berubah. Yang perlu dilakukan adalah mensingkronkan antara kemodernan dan kepesantrenan. “Nilai-nilai tidak perlu berubah dan inilah nilai-nilai yang menjadi target dari pesantren karena pesantren memiliki prinsip ; keterbukaan yes intervensi no,” paparnya.
Menurut Kiai Hasan, apa yang terjadi sekarang ini adalah konspirasi untuk menghancurkan pesantren. “Alhamdulillah surga terbuka jangan sampai musuh kita ayanen. Kta bisa lawan dengan kejujuran keikhlasan dan lain-lain, surga masih terbuka di bidang pendidikan,” papar putra Trimurti KH Ahmad Sahal tersebut.[Ahmad Muhajir]






















