pesanan-majalah-edisi-khusus
31 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 6 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Kritik Hasan Hanafi terhadap Fundamentalisme Islam

Disertasi Dr Yoyo SS MA

Edithya Miranti by Edithya Miranti
15 October 2020
in Risalah
0
Kritik Hasan Hanafi terhadap Fundamentalisme Islam

Yogyakarta, Gontornews — Penelitian ini merupakan sebuah upaya untuk mengkaji dan memetakan pemikiran intelektual Arab-Muslim modern di Timur Tengah pascakekalahan perang Arab-Israel 1967 M, yang kemudian dikenal dengan sebutan Difitisme Arab 1967 M.

Perang Enam Hari 1967 M tersebut merupakan bencana bagi bangsa Arab dan telah mengakhiri ideologi Pan-Arabisme serta melahirkan empat ideologi kritis dalam bentuk Kritik Diri (Self Criticism) yaitu Kritisisme Liberal, Kritisisme Marxis/Kiri, Kritisisme Nasionalis dan Kritisisme Fundamentalis.

Masing-masing ideologi mengklaim memiliki solusi terhadap kemunduran yang sedang dihadapi bangsa Arab. Dalam konteks ini, pemikiran Hasan Hanafi ikut andil dalam mewacanakan perubahan bagi masa depan bangsa Arab-Mesir.

Salah satu upaya yang dilakukannya ialah dengan cara memberikan kritik-konstruktif terhadap problem fundamentalisme Islam yang dipandangnya sebagai satu-satunya ideologi tersisa setelah gagalnya percobaan ideologi-ideologi sekular.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Penelitian ini dirumuskan ke dalam tiga pertanyaan pokok. Pertama, bagaimanakah kecenderungan pemikiran intelektual Arab-Muslim Era Modern dan pascakekalahan perang Arab-Israel 1967 M (difitisme) sampai pada tahun 2000-an? Kedua, bagaimanakah latar belakang terbentuknya intelektualitas Hasan Hanafi? Dan ketiga, mengapa Hasan Hanafi mengkritik fundamentalisme Islam?

Fundamentalisme merupakan gejala keagamaan yang dapat dijumpai bukan hanya dalam tradisi monoteisme saja.Β  Fenomena ini pun dapat ditemukan dalam tradisi Budha, Hindu, Kong Hu Cu, dan juga Sikh.

Secara lebih spesifik, fundamentalisme Islam dipandang oleh sarjana Barat sebagai sebuah ideologi yang akhir-akhir ini berkembang sangat pesat di belahan dunia Islam. Dengan sifat pervasifnya, ideologi ini terus menyebar secara dinamis dengan implikasi keagamaan, ekonomi, politik, dan strategi.

β€œSebagai sebuah ideologi, fundamentalisme Islam seringkali ditampilkan sebagai ancaman besar bagi kepentingan-kepentingan Barat,” terang Dr Yoyo, dalam disertasinya yang diuji langsung oleh Prof Dr Syamsul Hadi SU MA dan Prof Dr Sangidu MHum di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Dengan demikian, lanjutnya, dalam menghadapi fenomena fundamentalisme Islam, sebagian orientalis Barat menyarankan agar memperkokoh Islam moderat sebagai counterbalance terhadapnya. Akan tetapi apabila proses modernisasi Islam ini -dengan cara memperbanyak dan mendukung Islam moderat- terlalu lama atau sulit diwujudkan, maka tidak ada jalan lain bagi pemerintah Barat dalam menghadapi fundamentalisme Islam kecuali dengan memeranginya.

Salah satu alasan mengapa intelektual Barat seringkali salah dalam memahami Islam secara umum dan fenomena fundamentalisme pada khususnya seperti dikemukakan oleh Leonard Binder, karena sarjana Barat sangat sedikit mengkaji tentang apa yang ditulis Intelektual Muslim.

Maka, kontekstualisasi historis mengenai fundamentalisme Islam melalui kajian pemikiran intelektual Muslim menjadi informasi yang sangat berguna bagi Barat. Mengingat minimnya informasi dan betapa kompleksnya permasalahan tersebut, sekaligus menjadi kontribusi penting bagi kajian Islam secara umum.

Menanggapi hal itu, Yoyo tertarik untuk mengkaji fundamentalisme Islam dari sudut pandang intelektual Muslim. Penulis mengkaji dan menganalisis studi yang dilakukan oleh intelektual Arab-Muslim dengan cara mengkritisi dan mengapresiasi bagaimana seorang intelektual Muslim dihadapkan pada isu fundamentalisme agama.

Pemikiran Hasan Hanafi, filsuf terkenal asal Mesir dan profesor di Universitas Kairo, dipilih doktor kelahiran 7 Agutus 1980 itu, untuk dikajinya lebih lanjut. β€œSebab Hasan Hanafi merupakan intelektual Muslim berkaliber internasional yang masih hidup dan sangat peduli dengan isu-isu sosial keagamaan,” terang peraih beasiswa Sandwich-Like Program di King’s College London, University of London, Inggris, tahun 2011 itu.

Kritik dan solusi Hanafi terhadap fundamentalisme Islam dapat dibagi secara garis besar menjadi tiga persoalan pokok, yaitu tentang metode yang digunakan, kritik dan solusi terhadap ideologi fundamentalisme, dan solusi alternatif-teoritis yang ditawarkan. Dari aspek metode yang digunakan (fenomenologi dan historis), Hanafi cenderung menunjukkan rasa simpati terhadap ideologi tersebut karena dipandangnya sebagai satu-satunya ideologi tersisa setelah gagalnya ideologi-ideologi sekular.

Pada level ideologi, Hanafi berupaya mendorong agar pemahaman mengenai doktrin, sejarah, dan slogan fundamentalisme Islam dari yang bersifat teosentris ke antroposentris. Gagasan ini tentu tidak mudah diterima karena pemahaman ideologis yang bersifat teosentris sudah begitu kuat mengakar dalam fundamentalisme Islam.

Meskipun begitu, hal ini tidak berarti ajakan Hanafi sia-sia saja, fakta munculnya kaum muda yang menginginkan kebebasan dan demokrasi di Mesir pada peristiwa the Arab Spring 2011 tanpa slogan-slogan agamis, menjadi indikator bahwa fundamentalisme Islam tidak selalu tampil sebagai motor ideologis.

Solusi alternatif-teoritis yang ditawarkan Hanafi disebut dengan Kiri fundamentalisme. Meskipun istilah β€œKiri” dalam teks agama berkonotasi negatif, yaitu sebutan bagi golongan yang tidak beruntung secara ukhrawi. Namun dalam realitas sosial, istilah β€œKiri” dimaknai untuk menggambarkan adanya ketimpangan dalam kehidupan masyarakat, dimana kalangan tertindas seringkali digambarkan sebagai orang-orang yang terabaikan.

Bagi Hanafi, untuk konteks Timur Tengah dan dunia Islam pada umumnya, Islam sebagai komponen identitas memang tidak dapat dikesampingkan. Hanya saja, menjadikan fundamentalisme sebagai ideologi alternatif dianggapnya tidak tepat.

Kiri fundamentalisme meskipun secara kebahasaan mungkin sulit diterima, akan tetapi disinilah letak urgensi peranan seorang intelektual, yaitu creating a new word. Maksudnya menciptakan istilah-istilah baru untuk menunjukkan tingkat kreativitas, kesegaran, dan kebaruan pemikiran. Dari segi konten, Kiri fundamentalisme berhasil mencerminkan orisinalitas pemikiran Hanafi yang mengidolakan sebuah tatanan masyarakat ideal. Terealisasi atau tidaknya gagasan di atas tergantung kepada bagaimana masyarakat Mesir sendiri mengapresiasi gagasan Hanafi tersebut.

Paling tidak, ketika IM (Ikhwanul Muslimin) berhasil menjadi pemenang pasca the Arab Spring 2011, mayoritas masyarakat Mesir berharap bahwa IM mampu membawa Mesir pada perubahan yang lebih baik. Namun disayangkan, IM lebih tertarik pada konsolidasi internal kelompok dan lebih berpegang pada doktrin teosentris dan mengabaikan potensi Islam yang berdimensi antroposentris. Sehingga pada akhirnya, harus berakhir dengan kegagalan.

Pertanyaan yang muncul kemudian Mā ba’da al-UshΕ«liyyah (proyeksi ideologi seperti apa yang pas untuk masa depan Mesir setelah gagalnya fundamentalisme Islam atau disebut dengan era Post-Fundamentalisme?). Barangkali, disinilah letak urgensi Kiri fundamentalisme Islam dari Hasan Hanafi.

β€œSemoga perspektif yang disajikan didalamnya memberikan satu perspektif yang berbeda dari kajian-kajian yang ada selama ini yang cenderung Western minded. Semoga bermanfaat!” pungkas Yoyo, peserta Beasiswa Unggulan di Canal Suez University of Ismailia, Mesir, 2007-2008, kepada Gontornews.com. [Edithya Miranti]

 

 

 

 

Tags: Dr Yoyo SS MAHasan Hanafiintelektual mesir
Share141Tweet88Send
Previous Post

Bisnis Indonesia Group Salurkan Zakat Melalui BAZNAS

Next Post

Arab Saudi Siap Memperbanyak Robot Sanitasi bagi Masjidil Haram

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

29 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

30 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

0
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

0
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

0
Shafar Keadilan

Shafar Keadilan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

3 August 2026
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

3 August 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

3 August 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR πŸ“£Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.βœ”οΈ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
βœ”οΈ Kontribusi Rp1.500.000.
βœ”οΈ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.πŸ“ https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.πŸ“Œ Kontribusi seikhlasnya
πŸ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
πŸ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
βœ… Logo Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Sosial Media (jika ada)πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.πŸ“– Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
πŸ“š Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.πŸ“Œ Yang ditampilkan:
βœ… Logo/Nama Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Media Sosial (jika ada)πŸ’š Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!πŸ“– Edisi Juli βœ…
πŸ“– Edisi Agustus βœ…
πŸ“– Edisi September πŸ”œπŸ“² Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.βœ… Mengapa harus ikut?πŸ“ˆ Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
πŸ“– Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🀝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.πŸ‘‰ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result