Jakarta, Gontornews – Salah satu bukti bakti seorang anak kepada orang tua adalah membantu orang tua dikala sakit termasuk ketika sang orang tua terkena penyakit diabetes. Banyak orang menganggap penyakit diabetes atau gula merupakan penyakit yang pelan-pelan menggerogoti tubuh. Saat penyakitย diabetes sudah parah, banyak orang putus asa.
Segala macam usaha dilakukan untuk mengobati penyakit yang merusak kemampuan tubuh untuk menghasilkan insulin tersebut. Mulai dari penggunaan daun insulin, diet karbohidrat hingga memakan sambiloto.
Sambiloto memiliki tubuh tegak yang bisa mencapai ketinggian 90 meter. Asal muasal Sambiloto berasal dari Asia menyebar ke India, semenanjung MalayaSambiloto tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 900 meter di atas permukaan laut tersebut lantas banyak dilestarikan oleh masyarakat di pulau Jawa.
Sambiloto juga dipercaya mampu mengobati diare, sambelit, gas usus, masalah pernafasan, infeksi hingga masalah-masalah kulit. Meski demikian, pemilik nama latin Andrographis paniculata tersebut merupakan tamanan yang digunakan untuk mengatasi penyakit diabetes.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Program pascasarjana Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dan Akademi Farmasi Samarinda menemukan bahwa ekstrak herba sambiloto diklaim mampu meningkatkan efek penurunan glukosa darah pada tikus diabetes melitus tipe 2.
Namun apabila sambiloto dicampur dengan Metmorfin, efek antidiabetes yang ada pada sambiloto akan berkurang atau bahkan hilang. Lain halnya, jika digunakan secara mandiri, efek sambiloto sebagai pengurang kadar gula dalam darah akan sangat efektif.
โDari hasil penelitian diatas disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak sambiloto terpurifikasi dengan Metmorfin tidak meningkatkan potensi antidiabetes dari penggunaan tunggalnya,โ ungkap penelitian yang ditulis oleh Eka Siswanto Samsul, Agung Endro Nugroho serta Sujiwo Pramono yang diterbitkan pada Majalah Obat Tradisional ย pada tahun 2011 tersebut.
Beda halnya dengan penggunaan sambiloto secara tunggal sebagai obat anti diabetes. Salah satu kekhasan sambiloto adalah komponen aktif yang diberi nama andrographolide. Andrographolide merupakan komponen sambiloto yang mampu menghambat pertumbuhan Plasmodium falciparum penyebab Malaria serta efektif untuk melancarkan infeksi saluran pernapasan bagian atas.
Tidak hanya itu, sambiloto juga memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Esherichia Coli penyebab diare. Meski dianggap sebagai tanaman obat anti-mikroba, sambiloto dinilai tidak memiliki efek anti bakteri salmonella typhi penyebab penyakit demam tifus.
Selain itu, penelitian yang ditulis oleh Adriyan Sikumalay, Netti Suharti dan Machdawaty Masri berjudul โEfek Antibakteri dari Rebusan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dan Produk Herbal Sambiloto Terhadap Staphylococcus Aureus membutkikan bahwa sambiloto bukan obat antibakteri penyebab infeksi, Staphyloccoccus aureus.
โBerdasarkan penelitian yang telah dilakuakn tentang efek antibakteri dari rebusan daun sambiloto dan produk herbal sambiloto terhadap Staphyloccocus Aureus didapatkan bahwa hasil rebusan daun sambilot dan produk herbal sambiloto tidak mempunyai efek bakteri terhadap Staphyloccocus Aureus.
Meski demikian, kemampuan sambiloto untuk menurunkan kadar gula darah tidak diragukan kembali. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sudarmi dkk yang berjudul โAnti-Diabetic Acitvity Of Sambiloto Extract To Decrease Blood Glucose Level Of Aloxan-Induced Diabetec Ratโ, sambiloto diklaim mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Saking kuatnya dampak menurunkan gula darah, mengonsumsi sambiloto secara berlebihan dapat menyebabkan kadar gula darah terlalu rendah atau hipogiklemia.
Itulah mengapa Islam mengajarkan kepada umatnya untuk mengonsumsi sesuatu sesuai dengan takarannya. Jika berkurang tidak bermanfaat, jika berlebih menyebakan penyakit. Khairu al-umแฟกri awsatuhฤ. Mohamad Deny Irawan





















