Hanover, Gontornews – Peneliti asal Dartmouth College, Hanover, Amerika Serikat, memastikan bahwa lapisan es di Greenland sebelah barat mencair lebih cepat. Bahkan, lelehan lapisan es kali ini lebih parah ketimbang lelehan serupa yang terjadi pada 450 tahun silam.
Peneliti memastikan bahwa peningkatan gas emisi rumah kaca serta perubahan iklim yang sedemikian ekstrem sebagai penyebab pemanasan tambahan di wilayah Greenland barat.
“Kami melihat bahwa pencairan di Greenland barat telah bergerak lebih cepat sejak 20 tahun yang lalu,” kata peneliti utama Erich Osterberg sebagaimana dilansir Science Daily.
“Studi kami menunjukkan bahwa percepatan pencairan lapisan es di Greenland merupakan kombinasi pola cuaca tertentu dan pemanasan dalam jangka panjang selama 100 tahun terakhir,” tambah asisten profesor ilmu bumi Darmouth College tersebut.
Salah satu dampak dari percepatan pencairan es di Greenland barat telah mengakibatkan meningkatnya permukaan laut global. Sejumlah peneliti mengamini hal tersebut dengan menyebut bahwa sebagian besar hilangnya lapisan es akibat meningkatnya lelehan serta hempasan permukaan air laut.
Terkait hal tersebut, peneliti Darmouth College, Boise State sempat mengumpukan tujuh inti es di zona perkolasi di sebuah wilayah terpencil di Greenland barat dalam rentang waktu 60 hari. Menurut Boise, menghangatnya suhu di Greenland menyebabkan salju di permukaan es Greenland mencair lebih cepat yang lantas masuk ke lapisan yang lebih dalam.
“Kebanyakan inti es terkumpul di tengah lapisan es yang jarang meleleh. Tetapi, lembaran es di mana air lelehan terjadi mengalir sampai ke laut. Penelitian kami terfokus pada zona perkolasi karena di situ kami menemukan informasi penting tentang pencairan lapisan es di Greenland,” kata salah seorang tim peneliti dari Darmouth Collenge, Karina Graeter.
Penelitian ini juga membuktikan bahwa meningkatnya pemanasan global di angka 2,2 derajat Fahrenheit memiliki dampak pada pencairan lapisan es di Greenlad barat.
“Suhu Samudera Atlantik dan mengurangnya musim panas dapat memperlambat melelehnya lapisan es di Greenland selama bebera tahun mendatang. Tapi hal itu tidak akan membantu kita dalam jangka waktu panjang.”
“Selama beberapa dekade, pencairan di Greenland akan meningkatkan volume permukaan laut selama kita terus memancarkan gas emisi rumah kaca,” pungkas Osterberg. [Mohamad Deny Irawan]
























