Jakarta, Gontornews –Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) siap bekali penelitinya dengan ilmu diplomasi sains. Menurut Plt Ketua LIPI, Bambang Subiyanto, menyebut diplomasi sains mempunyai peran penting dalam membangun kepercayaan dan hubungan antar negara.
“Pengaruh sains dan teknologi sangat mempengaruhi kehidupan global dan juga membawa perubahan dalam hubungan antar bangsa. Akibatnya, komunikasi global seolah-olah didominasi oleh negara yang maju dalam bidang teknologi,” kata Bambang sebagaimana dilansir laman Lipi.go.id.
“Melalui Science diplomacy, konektivitas antara para peneliti-akademisi-pembuat kebijakan sebagai instrumen kunci diplomasi sains di luar batas-batas politik dapat terbangun,” ujarnya.
Sejumlah isu global seperti keragaman hayati, perubahan iklim, kekurangan air, kemiskinan, masalah energi dianggap memerlukan kerjasama antara ilmuwan, pembuat kebijakan akademisi dan pemangku kepentingan dalam menghubungan dunia sains dan politik.
“Dengan pelatihan ini, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kerja sama internasional dengan neara-negara lain, baik secara individu maupun kelembagaan, karena sains memegang peran penting dalam konteks geopolitik dan geostrategi negara,” kata Bambang.
Sementara itu, Kepala Biro Kerjasama, Hukum dan Humas LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas menyayangkan sikap minder yang dimiliki oleh peneliti Indoneia sehingga melemahkan sisi diplomasi sains dengan negara-negara lain. “Kita tentu harus memperbaiki ini, agar di masa mendatang posisi Indonesia lebih kuat lagi dalam pergaulan internasional,” pungkas Tri.
Sbeagai informasi, LIPI akan mengadakan Workshop on Science Diplomacy di Century Park Hotel Senayan pada 12-13 Maret 2018 mendatang. Bertindak sebagai pembicara, Duta Besar Senior Kementerian Luar Negeri, Makarim Wibisono, Yayan GH Mulyana dan Perwakilan kedutaan Prancis dan Amerika Serikat serta Peneliti Senior LIPI. [Mohamad Deny Irawan]





















