Tangerang Selatan, Gontornews – Ratusan santri Pondok Pesantren Madinatunnajah Jombang Ciputat Tangerang Selatan mengadakan Aksi Literasi, Jum’at-Sabtu 15-16 November 2024. Acara kolaborasi dengan Majalah Gontor tersebut mengambil tema ‘Buku, Jendela Dunia dan Investasi Masa Depan’.
Penanggungjawab acara Aksi Literasi di Pondok Pesantren Madinatunnajah Jombang Ciputat, Ustadz Arsan SPd MM, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan dewan nadzir Pondok Pesantren Madinatunnajah yang mengharuskan pondok menyelenggarakan kegiatan literasi kepada santri.
“Terima kasih atas kesediannya untuk mengisi pelatihan jurnalistik di Madinatunnajah. Kami memang memiliki program yang mengharuskan para santri kelas 6 khususnya, untuk menghasilkan karya tulis ilmiah sebagai tugas akhirnya,” kata guru senior Pondok Pesantren Madinatunnajah Jombang Ciputat Tangerang Selatan kepada Gontornews.com.
Tidak hanya itu, kegiatan Aksi Literasi ini merupakan amanat dari dewan nadzir Madinatunnajah untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan literasi bagi para santri.
“Kegiatan ini mendapatkan monitoring langsung dari Pimpinan Pondok karena merupakan amanat dari dewan nadzir Pondok Pesantren Madinatunnajah,” sambung alumnus Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta 2006 itu.
Agenda Aksi Literasi di PP Madinatunnajah Jombang Ciputat dilaksanakan dengan sejumlah agenda seperti Bazar Buku, Pelatihan Jurnalistik yang diikuti dengan bazar makanan. Para santri juga diwajibkan untuk menulis naskah berita sebagai kelanjutan dari penyampaian materi pada sesi pertama pelatihan jurnalistik.
Salah seorang peserta pelatihan jurnalistik, Kayla Kavia Abdhie, mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat mempermudah penyelesaian tugas akhir, penulisan karya tulis, saat duduk di kelas 6 TMI.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama yang terkait dengan kegiatan penulisan karya tulis dan literasi. Insya Allah, agenda ini akan memudahkan kami menyelesaikan kegiatan penulisan karya ilmiah di kelas 6 TMI nanti,” kata santriwati kelas 5 TMI asal Pasuruan.
“Saya berharap kegiatan ini bisa dilanjutkan di sekolah-sekolah lain karena sangat bermanfaat dan dapat menjadi amal jariyah bagi para pengisi kegiatannya,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]





















