Tangerang, Gontornews — Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta pada November 2024 ini sukses menggelar wisuda perdananya di Ballroom Hotel Novotel Tangerang. Wisuda perdana ini menjadi momentum penting bagi IDAQU dalam mencetak lulusan yang siap berkontribusi di tengah masyarakat, membawa misi keilmuan yang berlandaskan nilai-nilai Qur’ani, dan memperkuat kontribusi IDAQU bagi bangsa dan agama.
Kepada Gontornews.com Rina Susanti Abidin Bahren, Wakil Rektor III IDAQU Bagian Kemahasiswaan mengabarkan bahwa sebanyak 350 wisudawan dari berbagai program studi IDAQU resmi diwisuda dalam acara yang berlangsung dengan penuh khidmat dan sakral. Momen ini menjadi tonggak bersejarah bagi IDAQU dalam perjalanan akademiknya.
Dikutip tarbiyah.idaqu.ac.id wisuda perdana IDAQU yang berlangsung pada Sabtu (9/11/2024) ini mengusung tema “Warnai Dunia dengan Kepemimpinan, Ilmu, dan Akhlak Mulia,”. Tema ini menegaskan komitmen IDAQU untuk mencetak lulusan yang berintegritas, berilmu, dan berakhlak mulia.
Pada wisuda perdana tersebut meluluskan para mahasiswa dari tiga fakultas. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan meluluskan 91 wisudawan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam meluluskan 119 wisudawan, dan Fakultas Ushuluddin meluluskan 140 wisudawan.
Acara wisuda pun dihadiri sejumlah tamu kehormatan yang memberikan sambutan, menambah kemeriahan dan kebanggaan bagi para wisudawan. Dalam sambutannya, Rektor IDAQU, Dr Muhammad Anwar Sani SSosI ME menyampaikan harapannya agar para lulusan IDAQU dapat berperan aktif dalam masyarakat dengan mengedepankan ilmu, kepemimpinan, dan akhlak mulia. “Kami berharap para lulusan IDAQU tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pemimpin yang berakhlak mulia, yang akan mewarnai dunia dengan nilai-nilai Qur’ani,” ujar Dr Muhammad Anwar Sani.
Dalam rangkaian acara tersebut, perwakilan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) turut memberikan sambutan yang disampaikan oleh Dr H Syamsuri SPd MT. Acara semakin istimewa dengan orasi ilmiah dari Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar MA PhD yang menekankan pentingnya integrasi ilmu dan agama sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. [Edithya Miranti]






















